Portal Berita Ekonomi Rabu, 25 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,39% pada level 26.588.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,58% pada level 2.617.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 2,50% pada level 26.165.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,34% pada level 3.402.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 1,15% pada level 2.881.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,62% pada level 6.373.
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,16% terhadap Yuan pada level 6,5756 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,04% terhadap Dollar AS pada level 14.155 IDR/USD.

Tantangan Bisnis Penjualan Langsung di Tengah Pandemi

Tantangan Bisnis Penjualan Langsung di Tengah Pandemi
WE Online, Jakarta -

Penjualan langsung merupakan salah satu sektor usaha yang dapat menjaga roda perekonomian di Indonesia tetap berputar di tengah pandemi Covid–19. Keunikan dan kekuatan dari sektor usaha yang biasanya dikenal dengan bisnis Multi Level Marketing (MLM) ini terletak pada sistem bisnisnya yang mengandalkan jaringan pemasaran para mitra usahanya.

Hasil survei yang dilakukan Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa usaha penjualan langsung dapat berguna sebagai sarana bagi para pelajar dan mahasiswa mengasah mental kewirausahaan yang tangguh. Namun, hasil survei juga menunjukkan adanya sejumlah kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha penjualan langsung.

Baca Juga: Pacu Penjualan, Hong Kong Kingland Resmikan Struktur Atap The Fritz

Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan asosiasi di bidang penjualan langsung dan lembaga pemerintah terkait untuk secara aktif memajukan industri direct selling dengan meningkatkan edukasi dan literasi tentang usaha penjualan langsung atau MLM agar citra usaha penjualan langsung di mata masyarakat dapat menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan penjualan. Salah satunya adalah dengan mengadakan pameran atau expo meski dilakukan secara virtual dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Para pelaku penjualan langsung yang memiliki karakter gigih dan ulet akan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut untuk berinovasi dan beradaptasi dalam melakukan penjualan. Indonesia Direct Selling 4.0 Expo 2020 yang dilakukan secara virtual disebabkan masih adanya pendemi Covid-19 ini adalah salah satu contoh kegigihan memasarkan produk direct selling yang memanfaatkan kemajuan teknologi," tegas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam pembukaan Indonesia Direct Selling 4.0 Expo 2020 yang akan dilaksanakan pada 5-11 November 2020 melalui virtual di https://www.directsellingexpo.id/.

Agus menambahkan bahwa pemerintah mengapresiasi langkah AP2LI yang memelopori pameran ini. Pameran ini bisa menjadi bukti bahwa para pelaku usaha penjualan langsung mampu memanfaatkan perubahan situasi pasar sebagai peluang sekaligus menjawab tantangan perubahan zaman.

"Asosiasi beserta para pelaku usaha penjualan langsung harus bersama-sama pemerintah ikut menjaga roda perekonomian di Indonesia terus berputar dengan makin banyak menggandeng produsen dalam negeri memasarkan produknya melalui sistem penjualan langsung," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI), Endrew Susanto, mangatakan bahwa AP2LI merupakan asosiasi tempat berhimpunnya perusahaan yang bergerak di bidang industri Penjualan Langsung (Direct Selling) baik single level marketing maupun multi level marketing di Indonesia.

Menurutnya, saat ini tantangan terbesar industri direct selling bukan hanya perubahan perilaku konsumen di era digital ini, melainkan juga adanya pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda setelah lebih dari setengah tahun. Kegiatan ekonomi menurun drastis yang diikuti dengan daya beli masyarakat.

"Pameran perusahaan penjualan langsung yang pertama kali dilakukan secara virtual di Indonesia ini bertujuan untuk memberikan informasi positif tentang peluang usaha industri penjualan langsung yang dapat menjadi salah satu alternatif dalam memiliki penghasilan tambahan di masa pandemi ini," jelasnya.

Di kesempatan yang sama, CEO QNET, Malou Caluza, mengatakan bahwa QNET menjadi salah satu perusahaan direct selling yang membantu menggerakan roda ekonomi Indonesia melalui kewirausahaan dalam memasarkan produk-produk yang dijual dengan sistem MLM atau direct selling. QNET sudah memeriahkan bisnis direct selling selama lebih dari 20 tahun, baik itu di Indonesia maupun di berbagai negara yang lebih dari 100 negara.

"Pameran ini diharapkan bisa mendekatkan QNET dengan para member atau calon member atau publik lain untuk lebih mengenal QNET sebagai perusahaan direct selling yang mempunyai legalitas untuk melakukan bisnis direct selling di Indonesia," tegas Malou Caluza.

QNET menawarkan berbagai macam produk berkualitas tinggi yang memiliki kontrol kualitas dan sertifikasi yang ketat, contohnya adalah Eternaleaf, yang menjadi produk andalan QNET. Eternaleaf merupakan produk Indonesia yang mengangkat warisan budaya dan kekayaan alam Papua untuk merawat kulit dan rambut dengan minyak buah merah asli yang tumbuh subur Papua.

"QNET ingin mengglobalkan Eternaleaf agar produk asli Indonesia ini bisa dikenal dan dimanfaatkan khasiat ekstrak buah merah Papua yang dikemas dalam bentuk Eternaleaf dalam varian sabun mandi, body lotion, dan shampo," pungkasnya.

Baca Juga

Tag: Kementerian Perdagangan (Kemendag), Bisnis, Multi-level Marketing (MLM)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: QNET

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,804.02 3,766.07
British Pound GBP 1.00 19,013.60 18,818.76
China Yuan CNY 1.00 2,167.61 2,145.84
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,266.98 14,125.02
Dolar Australia AUD 1.00 10,432.02 10,325.39
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,840.50 1,822.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,620.84 10,512.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,899.24 16,725.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,488.26 3,449.33
Yen Jepang JPY 100.00 13,646.08 13,509.01
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5701.029 48.265 705
2 Agriculture 1243.626 1.307 24
3 Mining 1600.366 -4.672 47
4 Basic Industry and Chemicals 875.363 12.303 80
5 Miscellanous Industry 1022.042 2.778 53
6 Consumer Goods 1879.341 12.169 60
7 Cons., Property & Real Estate 364.382 5.701 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 970.914 11.627 79
9 Finance 1295.026 9.285 93
10 Trade & Service 675.818 9.092 174
No Code Prev Close Change %
1 PANR 124 167 43 34.68
2 PPRO 70 94 24 34.29
3 TIFA 380 474 94 24.74
4 MLPL 54 67 13 24.07
5 SMBR 795 985 190 23.90
6 LRNA 138 168 30 21.74
7 ALMI 238 282 44 18.49
8 LMSH 298 348 50 16.78
9 ELSA 266 306 40 15.04
10 LPCK 1,250 1,430 180 14.40
No Code Prev Close Change %
1 PORT 490 456 -34 -6.94
2 AIMS 145 135 -10 -6.90
3 BALI 1,090 1,015 -75 -6.88
4 IFSH 380 354 -26 -6.84
5 POLU 815 760 -55 -6.75
6 JSPT 965 900 -65 -6.74
7 DPUM 60 56 -4 -6.67
8 RELI 332 310 -22 -6.63
9 EPAC 197 184 -13 -6.60
10 DAYA 456 426 -30 -6.58
No Code Prev Close Change %
1 PPRO 70 94 24 34.29
2 FREN 70 74 4 5.71
3 SMBR 795 985 190 23.90
4 BBRI 4,080 4,200 120 2.94
5 TOWR 1,070 1,045 -25 -2.34
6 KBAG 60 57 -3 -5.00
7 KRAS 436 444 8 1.83
8 TLKM 3,320 3,350 30 0.90
9 WSBP 216 224 8 3.70
10 AISA 270 294 24 8.89