Portal Berita Ekonomi Selasa, 01 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 1,86% pada level 26.567.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,66% pada level 2.634.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 1,34% pada level 26.787.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,77% pada level 3.451.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,14% pada level 2.809.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 1,46% pada level 6.357.
  • 16:00 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Yuan pada level 6,5700 CNY/USD.
  • 15:59 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.130 IDR/USD.

Peneliti Yakin Isu HAM Akan Mengudara dalam Pemerintahan Biden, Ini Alasannya...

Peneliti Yakin Isu HAM Akan Mengudara dalam Pemerintahan Biden, Ini Alasannya...
WE Online, Jakarta -

Peneliti Marapi Advisory & Consulting Bidang Keamanan dan Pertahanan, Beni Sukadis, menilai isu hak asasi manusia (HAM) mungkin saja akan diangkat oleh presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, dalam politik luar negerinya. Namun, persoalan itu bukan yang utama dalam beberapa waktu ke depan.

"HAM hanya sedikit diangkat tapi bukan fokus utama. Karena yang galak sebenarnya Kongres AS, bukan eksekutif. Kita harus lihat juga siapa Security of State AS yang akan dipilih Biden," jelas Beni kepada Republika, Senin (9/11/2020).

Baca Juga: Biden Dihadapkan Normalisasi, Palestina Mau AS Setop Boikot Politik

Dia menjelaskan, persoalan HAM memang mungkin saja akan diangkat oleh Biden dalam masa pemerintahannya. Namun, dalam beberapa waktu ke depan pemerintah AS  masih akan berkonsentrasi pada persoalan Covid-19 di dalam negeri.

"Sehingga menurut saya tidak terlalu fokus, soal politik luar negeri tetap fokus Laut China Selatan (LCS), nuklir Korea, dan multilateralisme," ungkap Beni.

Terpilihnya Biden juga ia nilai tidak akan berpengaruh banyak terhadap pertahanan Indonesia. Menurutnya, AS menganggap Indoensia sebagai mitra terdekat di Asia Tenggara untuk menghadapi China di LCS.

"AS menganggap Indonesia sebagai mitra terdekat di Asia Tenggara untuk menghadapi agresivitas China di LCS. Sehingga sangat mungkin Indonesia menjadi mitra keamanan terdekat selain dengan Singapura, Vietnam dan Filipina," kata Beni.

Beni juga mengatakan, hubungan militer antara kedua negara termasuk yang terbesar jika dibandingkn antara Indonesia dengan negara lain. Dia menjelaskan, berdasarkan data pada 2018-2019, setidaknya ada hampir 200 kegiatan per tahun terkait kerja sama pertahanan antara AS dengan Indonesia.

"Artinya kerjasama di bidang alat utama sistem persenjataan dan peningkatan kapasitas militer kita akan tetap seperti yang sudah ada," jelas dia.

Capres AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, telah memenangkan Pilpres. Ia meraih 290 suara elektoral, sementara pejawat Donald Trump 214. Dibutuhkan 270 suara untuk melenggang ke Gedung Putih.

Joe Biden telah menyampaikan pesan pertamanya sebagai bentuk perayaan sekaligus penyembuhan. Menurutnya telah terjadi pertarungan sengit dan memecah belah ketika proses pemilu kemarin.

Seperti dilansir dari USA Today, ia mengatakan Amerika selalu dibentuk oleh titik-titik perubahan. Pada saat-saat tertentu menurutnya Amerika telah membuat keputusan sulit tentang siapa yang diinginkan oleh negara tersebut.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Pilpres AS, Joe Biden, Kamala Harris, Hak Asasi Manusia (HAM)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Kredit Foto: Antara/REUTERS/Kevin Lamarque

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,799.20 3,761.09
British Pound GBP 1.00 19,030.82 18,834.40
China Yuan CNY 1.00 2,164.93 2,142.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,248.89 14,107.11
Dolar Australia AUD 1.00 10,485.76 10,378.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.02 1,819.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,643.83 10,533.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,034.55 16,863.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,494.09 3,455.08
Yen Jepang JPY 100.00 13,654.90 13,517.74
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5724.742 112.327 705
2 Agriculture 1326.214 9.156 24
3 Mining 1679.701 5.613 47
4 Basic Industry and Chemicals 890.685 27.399 80
5 Miscellanous Industry 995.700 37.425 53
6 Consumer Goods 1858.130 18.754 60
7 Cons., Property & Real Estate 377.178 4.780 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 949.413 4.405 79
9 Finance 1294.773 35.602 93
10 Trade & Service 692.491 11.382 174
No Code Prev Close Change %
1 GMFI 98 128 30 30.61
2 FIRE 448 560 112 25.00
3 UNIT 153 190 37 24.18
4 TGRA 109 133 24 22.02
5 BIKA 162 196 34 20.99
6 PORT 406 482 76 18.72
7 LMSH 310 368 58 18.71
8 TOBA 494 580 86 17.41
9 SSMS 690 780 90 13.04
10 AGRO 540 610 70 12.96
No Code Prev Close Change %
1 SKLT 1,725 1,605 -120 -6.96
2 YPAS 462 430 -32 -6.93
3 TFAS 160 149 -11 -6.88
4 IBST 8,000 7,450 -550 -6.88
5 TEBE 660 615 -45 -6.82
6 YULE 352 328 -24 -6.82
7 KONI 470 438 -32 -6.81
8 DADA 59 55 -4 -6.78
9 HRME 59 55 -4 -6.78
10 SOTS 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 GIAA 378 410 32 8.47
2 TLKM 3,230 3,240 10 0.31
3 BBRI 4,090 4,240 150 3.67
4 DOID 410 412 2 0.49
5 PPRO 92 100 8 8.70
6 PGAS 1,390 1,390 0 0.00
7 BBNI 6,000 6,250 250 4.17
8 AGRO 540 610 70 12.96
9 BRIS 1,430 1,455 25 1.75
10 ANTM 1,145 1,155 10 0.87