Portal Berita Ekonomi Jum'at, 27 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,56% pada level 26.819.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,94% pada level 2.625.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,91% pada level 26.537.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,22% pada level 3.369.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,64% pada level 2.851.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,28% pada level 6.373.
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Yuan pada level 6,5769 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,31% terhadap Dollar AS pada level 14.100 IDR/USD.

Di-Framing LSM Antisawit, Ini Upaya Mitigasi & Preventif Karhutla

Di-Framing LSM Antisawit, Ini Upaya Mitigasi & Preventif Karhutla
WE Online, Jakarta -

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi pada 2015 dan 2019 menjadi isu yang menarik bagi LSM antisawit nasional dan internasional sebagai framing bahwa kelapa sawit merupakan driver utama karhutla di Indonesia.

Padahal, jika melihat data Global Forest Watch terkait sebaran titik api tahun 2019 berdasarkan land use diketahui bahwa sekitar 68 persen titik api ternyata berada di luar konsesi. Sementara itu, titik api yang berada dalam konsesi industri perkebunan kelapa sawit relatif sedikit yakni hanya 11 persen.

Angka ini juga lebih sedikit dibandingkan dengan titik api di konsesi industri pulpwood yang sebesar 16 persen. Artinya, luas karhutla yang terjadi di area open acces lebih besar dibandingkan di area konsesi termasuk konsesi sawit.

Baca Juga: Luar Biasa! Limbah Sawit Bisa Jadi Benang dan Kain Tenun

Dalam laman Palm Oil Indonesia disebutkan, "jika terjadi loncatan api dari lahan open access ke area konsesi perkebunan sawit atau perkebunan sawit rakyat, maka akan dengan cepat sekali terbentuk framing isu bahwa perusahaan perkebunan atau petani sawit sengaja membakar lahan untuk membuka lahan perkebunan."

"Sehingga para pelaku industri sawit tersebut diharuskan bertanggung jawab dengan membayar denda dengan nominal yang cukup besar atau hukuman penjara. Padahal logikanya, tidak ada perusahaan atau petani yang mau membakar lahannya karena hanya akan membawa kerugian material yang besar seperti penurunan produktivitas kebun dan terganggunya aktivitas pemanenan."

Terkait hal tersebut, pakar hukum lingkungan dan industri kelapa sawit, Rio Christiawan menyampaikan bahwa upaya mitigasi dan preventif dari para pelaku perkebunan sawit baik perusahaan maupun petani untuk mencegah terjadinya karhutla dan menghadapi implikasi hukum jika karhutla sudah terjadi penting dilakukan.

Upaya yang dapat dilakukan tersebut antara lain manajemen hotspot termasuk di dalamnya membuat peta sebaran api dan memantau peta sebaran api secara periodik serta melakukan pengawasan dan ground checking melalui patroli yang melibatkan masyarakat sekitar.

"Perusahaan perkebunan dan petani (kelembagan petani) juga perlu melengkapi kebunnya dengan peralatan dan unit khusus pemadam kebakaran pada kebun. Berbagai upaya mitigasi tersebut harus terdokumentasi dengan baik melalui foto, video, dan berita acara kegiatan," seperti dilansir dari Palm Oil Indonesia.

Baca Juga

Tag: Sawit

Penulis: Ellisa Agri Elfadina

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Wahdi Septiawan

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,786.34 3,748.56
British Pound GBP 1.00 19,013.25 18,821.25
China Yuan CNY 1.00 2,162.10 2,140.42
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,200.65 14,059.35
Dolar Australia AUD 1.00 10,454.52 10,347.68
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,832.11 1,813.85
Dolar Singapura SGD 1.00 10,610.96 10,499.10
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,932.86 16,762.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,480.55 3,442.54
Yen Jepang JPY 100.00 13,612.59 13,470.68
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5759.916 80.669 705
2 Agriculture 1231.325 -1.049 24
3 Mining 1637.002 32.633 47
4 Basic Industry and Chemicals 895.382 24.112 80
5 Miscellanous Industry 1009.041 15.971 53
6 Consumer Goods 1874.319 16.407 60
7 Cons., Property & Real Estate 368.617 5.657 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 987.173 31.451 79
9 Finance 1307.148 9.800 93
10 Trade & Service 690.456 6.771 174
No Code Prev Close Change %
1 ABBA 55 74 19 34.55
2 PNSE 790 980 190 24.05
3 KAYU 61 75 14 22.95
4 DAYA 398 488 90 22.61
5 ACST 230 282 52 22.61
6 VIVA 50 61 11 22.00
7 ALKA 252 306 54 21.43
8 TGRA 102 123 21 20.59
9 BCIP 55 66 11 20.00
10 SONA 5,400 6,325 925 17.13
No Code Prev Close Change %
1 FORU 100 93 -7 -7.00
2 EPAC 172 160 -12 -6.98
3 SKLT 1,600 1,490 -110 -6.88
4 TRIM 117 109 -8 -6.84
5 HITS 498 464 -34 -6.83
6 TIFA 442 412 -30 -6.79
7 CBMF 595 555 -40 -6.72
8 NFCX 1,720 1,605 -115 -6.69
9 RONY 240 224 -16 -6.67
10 BKSL 60 56 -4 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 3,280 3,470 190 5.79
2 IMAS 1,175 1,180 5 0.43
3 DOID 300 342 42 14.00
4 KBAG 54 51 -3 -5.56
5 ACST 230 282 52 22.61
6 TOWR 1,045 1,075 30 2.87
7 BBRI 4,320 4,290 -30 -0.69
8 BUMI 72 76 4 5.56
9 MEDC 474 515 41 8.65
10 PPRO 102 98 -4 -3.92