Portal Berita Ekonomi Rabu, 02 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 1,86% pada level 26.567.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,66% pada level 2.634.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 1,34% pada level 26.787.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,77% pada level 3.451.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,14% pada level 2.809.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 1,46% pada level 6.357.
  • 16:00 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Yuan pada level 6,5700 CNY/USD.
  • 15:59 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.130 IDR/USD.

Kemenangan Biden Bawa Secercah Harapan Indonesia Genjot Ekspor

Kemenangan Biden Bawa Secercah Harapan Indonesia Genjot Ekspor
WE Online, Jakarta -

Terpilihnya Calon Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden dan Kamala Harris berpeluang berkontribusi pada upaya pemulihan perekonomian global.

Optimisme ini didasarkan pada program ekonomi keduanya yang cenderung terbuka terhadap kerja sama internasional. Hal ini juga akan membawa manfaat bagi Indonesia.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan menjelaskan, terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS juga memberikan secercah harapan pada situasi perang dagang dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sejak Maret 2018 yang saat ini juga diperparah oleh pandemi Covid-19.

Baca Juga: Jadi Penghuni Baru Gedung Putih, Berapa Harta Kekayaan Asli Joe Biden?

Ia menilai pendekatan yang diusung oleh Biden juga diperkirakan akan berbeda dengan Trump yang lebih vulgar dan konfrontatif sehingga memungkinkan bagi AS dibawah kepemimpinan Biden untuk mengeksplorasi lebih jauh upaya diplomasi dalam mengatasi perang dagang tersebut.

Walaupun demikian, ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian pemerintah Indonesia terkait dengan kebijakan luar negeri Biden yang dapat diantisipasi beberapa waktu ke depan.

"Pemerintah Indonesia dapat fokus menyasar pasar AS melalui ekspor untuk produk-produk non-manufaktur. Potensi lain yang dapat dikembangkan juga terletak pada industri mobil elektrik yang tengah dikembangkan pemerintah Indonesia. Melihat target ambisius dari Biden untuk menjadikan AS eksportir global untuk produk manufaktur ramah lingkungan, menjalin kerja sama di ranah ini sebuah peluang," ucapnya di Jakarta, Senin (9/11/2020).

Selain itu, Indonesia juga perlu memastikan bahwa perpanjangan Generalized System of Preference (GSP) yang diberikan dapat dimanfaatkan sesuai dengan pembaharuan status tersebut.

Hal ini penting untuk terus dikembangkan mengingat tidak semua negara mendapatkan fasilitas GSP ini, hanya negara yang mengajukan dan disetujui oleh pemerintah AS saja yang dapat menerimanya.

"Melihat prioritas kebijakan Biden yang memusatkan diri pada aspek lingkungan dan keberlanjutan, menjadi penting bagi Indonesia untuk turut mengembangkan produk-produk yang memperhatikan kedua aspek tersebut yang di dalam proses pengolahannya dapat menambah daya saing ketika diekspor ke AS sekaligus membina hubungan yang berkesinambungan dengan pemerintahan AS yang baru nantinya," pungkasnya.

Baca Juga

Tag: Ekspor, Joe Biden

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,799.20 3,761.09
British Pound GBP 1.00 19,030.82 18,834.40
China Yuan CNY 1.00 2,164.93 2,142.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,248.89 14,107.11
Dolar Australia AUD 1.00 10,485.76 10,378.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.02 1,819.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,643.83 10,533.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,034.55 16,863.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,494.09 3,455.08
Yen Jepang JPY 100.00 13,654.90 13,517.74
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5724.742 112.327 705
2 Agriculture 1326.214 9.156 24
3 Mining 1679.701 5.613 47
4 Basic Industry and Chemicals 890.685 27.399 80
5 Miscellanous Industry 995.700 37.425 53
6 Consumer Goods 1858.130 18.754 60
7 Cons., Property & Real Estate 377.178 4.780 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 949.413 4.405 79
9 Finance 1294.773 35.602 93
10 Trade & Service 692.491 11.382 174
No Code Prev Close Change %
1 GMFI 98 128 30 30.61
2 FIRE 448 560 112 25.00
3 UNIT 153 190 37 24.18
4 TGRA 109 133 24 22.02
5 BIKA 162 196 34 20.99
6 PORT 406 482 76 18.72
7 LMSH 310 368 58 18.71
8 TOBA 494 580 86 17.41
9 SSMS 690 780 90 13.04
10 AGRO 540 610 70 12.96
No Code Prev Close Change %
1 SKLT 1,725 1,605 -120 -6.96
2 YPAS 462 430 -32 -6.93
3 TFAS 160 149 -11 -6.88
4 IBST 8,000 7,450 -550 -6.88
5 TEBE 660 615 -45 -6.82
6 YULE 352 328 -24 -6.82
7 KONI 470 438 -32 -6.81
8 DADA 59 55 -4 -6.78
9 HRME 59 55 -4 -6.78
10 SOTS 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 GIAA 378 410 32 8.47
2 TLKM 3,230 3,240 10 0.31
3 BBRI 4,090 4,240 150 3.67
4 DOID 410 412 2 0.49
5 PPRO 92 100 8 8.70
6 PGAS 1,390 1,390 0 0.00
7 BBNI 6,000 6,250 250 4.17
8 AGRO 540 610 70 12.96
9 BRIS 1,430 1,455 25 1.75
10 ANTM 1,145 1,155 10 0.87