Portal Berita Ekonomi Rabu, 02 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 1,86% pada level 26.567.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,66% pada level 2.634.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 1,34% pada level 26.787.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,77% pada level 3.451.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,14% pada level 2.809.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 1,46% pada level 6.357.
  • 16:00 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Yuan pada level 6,5700 CNY/USD.
  • 15:59 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.130 IDR/USD.

Prioritaskan Covid-19, Biden Bakal Wajibkan Warga AS Pakai Masker

Prioritaskan Covid-19, Biden Bakal Wajibkan Warga AS Pakai Masker
WE Online, Washington -

Presiden Terpilih AS Joe Biden akan segera mewajibkan masker, untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Negeri Paman Sam.

Biden yang menjadikan penanganan pandemi Covid-19 sebagai prioritas nomor satu menegaskan, masker bukanlah suatu pernyataan atau sikap politik.

Baca Juga: Pakar Bilang Hubungan AS dan China Belum Bisa Dingin di Bawah Biden karena...

Data Coronavirus Resources Center John Hopkins University menyebutkan, AS yang saat ini berada di peringkat pertama negara terdampak Covid, mencatat 10.036.282 kasus positif dengan 238.053 korban jiwa.

"Tak masalah siapa pun yang Anda pilih, di mana pun Anda memihak sebelum Pilpres. Apa pun partai Anda, pandangan politik Anda. Kita dapat menyelamatkan puluhan ribu nyawa, jika setiap warga mau memakai masker," kata Biden dalam pidato singkatnya di Delaware, usai pertemuan virtual dengan Anggota Dewan Penasehat Covid-19 yang baru dibentuk, Senin (9/11/2020).

"Tak sekadar nyawa Partai Demokrat atau Republik, tetapi nyawa seluruh warga AS," tegasnya.

Tugas berat Biden, terlihat jelas di depan mata. Per Minggu (8/11/2020) lalu, jumlah kasus positif di AS telah melampaui angka 10 juta.

"Statistik suram itu menunjukkan, kita akan menghadapi musim dingin yang sangat gelap. Jumlah kasus positif meningkat. Ranjang rumah sakit makin penuh. Tingkat kematian pun terus bertambah," papar Biden.

Pada hari yang sama, produsen farmasi Pfizer mengumumkan, hasil analisis awal uji coba vaksin buatannya menunjukkan bahwa vaksin tersebut efektif dalam mencegah Covid-19.

Ini adalah kabar baik yang dinanti dunia, agar pandemi yang telah merenggut lebih dari 1,2 juta nyawa itu bisa segera berakhir.

"Itu memang kabar bagus. Tapi, kita tetap harus menjalankan protokol dasar pencegahan Covid, agar situasi dapat kembali normal seperti semula," tutur Biden.

"Kita tak akan selamanya pakai masker. Tapi paling tidak, sampai vaksin ditemukan. Apalagi, sekalipun telah disetujui, vaksin ini tak akan langsung tersedia dalam waktu dekat," tandasnya.

Pernyataan Biden sangat kontras dengan apa yang dilakukan Trump selama 8 bulan menangani pandemi. Tak sekali dua kali, ia mengabaikan pentingnya masker dan menyebutnya tak efektif.

Ketika kasus menyebar hampir di separuh wilayah negara, Trump yang masih menjabat hingga Januari 2021, malah berselisih dengan para penasihat Covid. Termasuk, tentang pemakaian masker dan kondisi musim dingin yang dapat membuat Covid menyebar lebih cepat.

Untuk membantunya selama masa transisi, Biden telah menunjuk Dr. Rick Bright - pejabat vaksin era Trump yang menjadi whistleblower ke Kongres - sebagai anggota Satgas Covid.

Kepada anggota parlemen, Dr Bright yang dicopot dari jabatannya Kepala Badan Penelitian Medis Federal oleh pemerintah Trump mengungkap, para pejabat pemerintah tak mengindahkan peringatan tentang perlunya penyediaan masker dan alat perlengkapan diri lainnya.

Sikap abai pemerintah era Trump ini, dinilai punya andil besar terhadap tingginya jumlah kasus meninggal dunia akibat Covid di Amerika. 

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Baca Juga

Tag: Joe Biden, Amerika Serikat (AS), Covid-19, Virus Corona

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Kredit Foto: Antara/REUTERS/Brian Snyder

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,799.20 3,761.09
British Pound GBP 1.00 19,030.82 18,834.40
China Yuan CNY 1.00 2,164.93 2,142.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,248.89 14,107.11
Dolar Australia AUD 1.00 10,485.76 10,378.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.02 1,819.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,643.83 10,533.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,034.55 16,863.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,494.09 3,455.08
Yen Jepang JPY 100.00 13,654.90 13,517.74
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5724.742 112.327 705
2 Agriculture 1326.214 9.156 24
3 Mining 1679.701 5.613 47
4 Basic Industry and Chemicals 890.685 27.399 80
5 Miscellanous Industry 995.700 37.425 53
6 Consumer Goods 1858.130 18.754 60
7 Cons., Property & Real Estate 377.178 4.780 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 949.413 4.405 79
9 Finance 1294.773 35.602 93
10 Trade & Service 692.491 11.382 174
No Code Prev Close Change %
1 GMFI 98 128 30 30.61
2 FIRE 448 560 112 25.00
3 UNIT 153 190 37 24.18
4 TGRA 109 133 24 22.02
5 BIKA 162 196 34 20.99
6 PORT 406 482 76 18.72
7 LMSH 310 368 58 18.71
8 TOBA 494 580 86 17.41
9 SSMS 690 780 90 13.04
10 AGRO 540 610 70 12.96
No Code Prev Close Change %
1 SKLT 1,725 1,605 -120 -6.96
2 YPAS 462 430 -32 -6.93
3 TFAS 160 149 -11 -6.88
4 IBST 8,000 7,450 -550 -6.88
5 TEBE 660 615 -45 -6.82
6 YULE 352 328 -24 -6.82
7 KONI 470 438 -32 -6.81
8 DADA 59 55 -4 -6.78
9 HRME 59 55 -4 -6.78
10 SOTS 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 GIAA 378 410 32 8.47
2 TLKM 3,230 3,240 10 0.31
3 BBRI 4,090 4,240 150 3.67
4 DOID 410 412 2 0.49
5 PPRO 92 100 8 8.70
6 PGAS 1,390 1,390 0 0.00
7 BBNI 6,000 6,250 250 4.17
8 AGRO 540 610 70 12.96
9 BRIS 1,430 1,455 25 1.75
10 ANTM 1,145 1,155 10 0.87