Portal Berita Ekonomi Kamis, 03 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:50 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,15% pada level 26.572.
  • 09:49 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka melemah 0,44% pada level 3.434.
  • 09:49 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka melemah 0,19% pada level 2.805.
  • 09:47 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.135 IDR/USD.
  • 08:59 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,33% pada pembukaan sesi I.
  • 08:51 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup melemah 0,05% pada level 12.349.
  • 08:49 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 45,16 USD/barel.
  • 08:48 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 48,16 USD/barel.
  • 08:47 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Euro pada level 1,2112 USD/EUR.
  • 08:46 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,3368 USD/GBP.
  • 08:45 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,20% pada level 29.883.
  • 08:44 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka menguat 0,27% pada level 2.683.
  • 08:42 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,28% pada level 26.726.
  • 08:41 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,18% pada level 3.669.
  • 08:40 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup menguat 1,23% pada level 6.463.

Apa Itu Saham Gocap?

Apa Itu Saham Gocap?
WE Online, Jakarta -

Saham gocap adalah saham dengan harga Rp50 per lembar atau batas paling bawah harga saham yang ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia. Jatuhnya saham ke level ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti buruknya kinerja atau adanya kasus pada emiten.

Selain itu, bisa juga karena tekanan jual yang terlalu tinggi di pasar sehingga muncul sentimen negatif, baik di sektor tersebut ataupun pasar saham secara umum. Penurunan harga saham ini akan membuat investor kesulitan menjual harga sahamnya. Hal ini karena apabila saham sudah jatuh ke level terendah, maka saham tersebut tak lagi likuid.

Baca Juga: Apa Itu Devaluasi?

Apakah saham gocap buruk?

Sejatinya, tidak semua saham gocap buruk. Ada saham gocap yang masih berfundamental lumayan, tetapi karena perusahaan itu sedang tersandung kasus, prospek perusahaan pun bisa tak menentu. Karena itulah masih ada investor yang hobi memborong saham gocap. Kenapa? Karena biasanya mereka bisa mengoleksi saham itu di pasar negosiasi.

Selanjutnya, apabila fundamental perusahaan kembali membaik, maka harga saham akan naik kembali dan investor pun bercuan besar.

Coba saja apabila saham gocap di pasar nego dihargai Rp25/saham, maka secara teknis portofolio yang dimiliki bisa langsung floating profit sebesar 100% meski akan sulit menjual saham di tengah antrean yang membludak di harga Rp50/saham.

Namun, potensi keuntungan yang jumbo berbanding lurus dengan potensi kerugian yang besar. Hal ini karena sulitnya untuk menemukan saham gocap dengan fundamental perusahaan yang lumayan. Karena, apabila sedari awal fundamental perusahaan bagus, maka akan menciptakan demand dari investor hingga saham akan sulit jatuh ke level terendah.

Selain itu, saham gocap yang sudah 'nganggur' atau tidak beroperasi selama 2 tahun, maka berpotensi delisting dari BEI. BEI pun akan mempertimbangkan untung menghapus pencatatan saham tersebut. Untuk diketahui, ketika suatu emiten terkena delisting maka saham yang sebelumnya dimiliki bisa dikonversikan ke dalam bentuk warkat alias bisa rugi 100%. Meski perusahaan bisa relisting tetapi kemungkinannya sangat kecil.

Hal inilah yang menjadi penyebab saham-saham gocap tak cocok dibeli para investor yang memiliki tingkat toleransi risiko rendah. Namun, beberapa analis saham berpendapat bahwa karena masih adanya permintaan terhadap saham gocap, permintaan tersebut tetap akan membentuk harga saham selanjutnya.

Baca Juga

Tag: Saham Gocap, Belajar Investasi

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,795.45 3,757.48
British Pound GBP 1.00 19,107.40 18,911.64
China Yuan CNY 1.00 2,170.90 2,149.17
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,234.82 14,093.18
Dolar Australia AUD 1.00 10,501.03 10,393.72
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,836.11 1,817.79
Dolar Singapura SGD 1.00 10,647.63 10,535.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,191.39 17,018.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,497.50 3,458.45
Yen Jepang JPY 100.00 13,637.50 13,500.51
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5813.987 89.245 705
2 Agriculture 1331.394 5.180 24
3 Mining 1724.315 44.614 47
4 Basic Industry and Chemicals 905.439 14.754 80
5 Miscellanous Industry 1021.855 26.155 53
6 Consumer Goods 1888.565 30.435 60
7 Cons., Property & Real Estate 385.166 7.988 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 969.573 20.160 79
9 Finance 1306.634 11.861 93
10 Trade & Service 704.859 12.368 174
No Code Prev Close Change %
1 FIRE 560 700 140 25.00
2 PDES 384 468 84 21.88
3 BBKP 280 340 60 21.43
4 ABMM 705 850 145 20.57
5 TECH 121 145 24 19.83
6 GMFI 128 152 24 18.75
7 LRNA 160 189 29 18.12
8 GDST 91 106 15 16.48
9 VICO 78 90 12 15.38
10 BOLT 685 790 105 15.33
No Code Prev Close Change %
1 ARGO 1,900 1,770 -130 -6.84
2 UNIT 190 177 -13 -6.84
3 SONA 6,225 5,800 -425 -6.83
4 PCAR 440 410 -30 -6.82
5 CLAY 1,640 1,530 -110 -6.71
6 SOTS 194 181 -13 -6.70
7 OASA 420 392 -28 -6.67
8 TAMA 165 154 -11 -6.67
9 TRIN 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 BBKP 280 340 60 21.43
2 PPRO 100 109 9 9.00
3 ANTM 1,155 1,245 90 7.79
4 HMSP 1,565 1,655 90 5.75
5 GIAA 410 416 6 1.46
6 BBRI 4,240 4,300 60 1.42
7 ELSA 314 342 28 8.92
8 TLKM 3,240 3,330 90 2.78
9 GMFI 128 152 24 18.75
10 PGAS 1,390 1,440 50 3.60