Portal Berita Ekonomi Rabu, 25 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,31% pada level 26.669.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,62% pada level 2.601.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,50% pada level 26.296.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,19% pada level 3.362.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,94% pada level 2.864.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,45% pada level 6.460.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,17% terhadap Yuan pada level 6,5802 CNY/USD.
  • 16:01 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,08% terhadap Dollar AS pada level 14.144 IDR/USD.

Riset: Hanya 4 dari 10 HR yang Miliki Skill Memadai

Riset: Hanya 4 dari 10 HR yang Miliki Skill Memadai
WE Online, Jakarta -

Saat ini, banyak pemimpin bisnis yang berupaya untuk menghilangkan kesenjangan skill atau keterampilan dan memaksimalkan kinerja karyawan di tengah Covid-19. Riset terbaru IBM Institute for Business Value (IBV) mengungkapkan, setidaknya hanya 4 dari 10 eksekutif human resources (HR) yang disurvei mengatakan bahwa mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mewujudkan strategi perusahaan mereka.

Riset IBM yang dilakukan sebelum pandemi, pada tahun 2018, menemukan bahwa sebanyak 120 juta pekerja dari 12 negara dengan ekonomi terbesar di dunia membutuhkan pelatihan ulang akibat kemunculan AI dan otomasi dalam tiga tahun ke depan. Hal tersebut kemudian diperburuk dengan adanya pandemi Covid-19–di mana para petinggi perusahaan menginginkan adanya percepatan transformasi digital. Mereka pun mengakui bahwa kurangnya keterampilan karyawan sebagai salah satu tantangan terbesar untuk maju.

Baca Juga: Survei: Kaum Pengusaha Makin Lirik Teknologi Cloud

Riset konsumen IBM yang sedang berlangsung juga menunjukkan bahwa ekspektasi karyawan atas perusahaan mereka telah berubah secara signifikan selama pandemi Covid-19. Namun, terdapat perbedaan pendapat antara karyawan dan perusahaan terkait efektivitas usaha perusahaan dalam menangani kesenjangan keterampilan ini.

Sebanyak 74% eksekutif yang disurvei menganggap bahwa perusahaan telah membantu karyawan untuk mempelajari keahlian yang mereka butuhkan untuk beradaptasi dengan cara kerja baru. Sementara dari sisi karyawan, hanya 38% yang menjawab demikian. Selain itu, 80% eksekutif mengatakan bahwa perusahaan mendukung kesehatan fisik dan mental karwayan, dan hanya 46% karyawan mengatakan hal yang sama.

"Saat ini, keberhasilan dan kegagalan sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh kemampuannya untuk mendukung kelincahan dan ketahanan karyawan mereka," kata Amy Wright, managing partner, IBM Talent & Transformation, Rabu (11/11/2020).

"Pemimpin perusahaan semestinya mulai melakukan perubahan demi memenuhi ekspektasi karyawan karena adanya pandemi Covid-19, seperti memberikan dukungan menyeluruh untuk kesehatan, pengembangan keterampilan baru, dan pengalaman karyawan yang mengandalkan pendekatan pribadi atau personal, termasuk bagi karyawan yang bekerja dari jarak jauh. Penting bagi perusahaan untuk memulai era baru HR–dan perusahaan yang sudah mulai menerapkan era baru HR ini cenderung lebih mampu menangani disrupsi, saat ini, dan seterusnya," lanjutnya.

Riset terbaru IBV, "Accelerating the journey to HR 3.0," bekerja sama dengan analis independen Josh Bersin dari Josh Bersin Academy, menyajikan pengalaman dan wawasan 1.500 lebih eksekutif HR global dari 20 negara dan 15 bidang industri. Berdasarkan wawasan tersebut, riset ini menyajikan sebuah pemetaan menuju era HR selanjutnya, dengan contoh praktikal tentang bagaimana eksekutif HR dari perusahaan dengan kinerja tinggi atau "high-performing companies" (perusahaan terdepan dunia dari sisi profitabilitas, pertumbuhan pendapatan, dan inovasi) bisa memperbarui fungsi HR mereka untuk membangun tenaga kerja yang berkelanjutan.

Terdapat 6 dari 10 perusahaan dengan kinerja tinggi yang disurvei menggunakan AI dan analytic untuk membuat keputusan yang lebih baik mengenai karyawannya, seperti program pelatihan dan keputusan pemberian kompensasi. 41% perusahaan memanfaatkan AI untuk mengidentifikasi keahlian apa yang akan mereka butuhkan di masa depan, sementara 8% perusahaan masih mengandalkan masukan dari manusia (karyawan).

65% dari perusahaan dengan kinerja tinggi yang disurvei menggunakan AI untuk mengidentifikasi perilaku terampil atau behavioral skill seperti misalnya pola pikir yang menganggap bahwa segala sesuatu bisa dipelajari atau growth mindset dan kreativitas dalam membangun tim yang beragam dan adaptif, dibandingkan dengan 16% perusahaan yang masih mengandalkan masukan dari manusia (karyawan).

Lebih dari dua pertiga responden setuju bahwa HR di masa depan harus mampu bekerja dengan tangkas. Namun, kurang dari setengah di antara HR organisasi yang berpartisipasi dalam survei ini memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah menggunakan pendekatan solusi praktis dan kreatif atau kemampuan untuk bekerja dengan cepat atau agile practices.

71% dari perusahaan dengan kinerja tinggi yang disurvei melaporkan bahwa mereka menggunakan arisitektur teknologi HR yang konsisten, dibandingkan dengan 11% lainnya.

"Untuk mencapai keselarasan bisnis jangka panjang antara pemimpin perusahaan dan para karyawan, saat ini HR semestinya berperan sebagai penasihat strategis–sebuah peran baru bagi HR perusahaan," kata Josh Bersin, analis global independen dan pimpinan Josh Bersin Academy.

"Saat ini, banyak departemen HR berencana untuk mengadopsi teknologi, seperti cloud dan analytics agar bisa melakukan pendekatan terpadu dan mandiri dalam memenuhi tanggung jawab HR tradisional. Terutama terkait pemberdayaan karyawan melalui dukungan secara menyeluruh yang bisa mendorong perubahan strategis lebih besar demi kemajuan bisnis," katanya.

Baca Juga

Tag: Digital Economy, Teknologi, Humas 4.0

Penulis: Bernadinus Adi Pramudita

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Unsplash/Rawpixel

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,797.09 3,758.81
British Pound GBP 1.00 19,025.86 18,835.14
China Yuan CNY 1.00 2,163.81 2,142.22
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,239.85 14,098.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,476.26 10,370.61
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,837.04 1,818.74
Dolar Singapura SGD 1.00 10,614.87 10,505.34
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,949.69 16,775.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,484.18 3,446.98
Yen Jepang JPY 100.00 13,621.44 13,482.03
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5679.247 -21.782 705
2 Agriculture 1232.374 -11.252 24
3 Mining 1604.369 4.003 47
4 Basic Industry and Chemicals 871.270 -4.093 80
5 Miscellanous Industry 993.070 -28.972 53
6 Consumer Goods 1857.912 -21.429 60
7 Cons., Property & Real Estate 362.960 -1.422 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 955.722 -15.192 79
9 Finance 1297.348 2.322 93
10 Trade & Service 683.685 7.867 174
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 57 72 15 26.32
2 IMAS 940 1,175 235 25.00
3 BKSL 50 60 10 20.00
4 JSKY 224 268 44 19.64
5 YULE 318 380 62 19.50
6 HRME 58 69 11 18.97
7 IMJS 304 360 56 18.42
8 GGRP 400 470 70 17.50
9 DADA 60 70 10 16.67
10 ENRG 75 87 12 16.00
No Code Prev Close Change %
1 PPGL 200 186 -14 -7.00
2 KONI 430 400 -30 -6.98
3 YPAS 382 356 -26 -6.81
4 INCF 74 69 -5 -6.76
5 TIFA 474 442 -32 -6.75
6 PAMG 119 111 -8 -6.72
7 KOTA 210 196 -14 -6.67
8 ALKA 270 252 -18 -6.67
9 DAYA 426 398 -28 -6.57
10 LRNA 168 157 -11 -6.55
No Code Prev Close Change %
1 PPRO 94 102 8 8.51
2 BBCA 32,825 32,050 -775 -2.36
3 BBRI 4,200 4,320 120 2.86
4 BKSL 50 60 10 20.00
5 TLKM 3,350 3,280 -70 -2.09
6 BUMI 57 72 15 26.32
7 SMBR 985 985 0 0.00
8 ASII 5,800 5,550 -250 -4.31
9 TOWR 1,045 1,045 0 0.00
10 BBNI 5,950 6,050 100 1.68