Portal Berita Ekonomi Rabu, 02 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 1,86% pada level 26.567.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,66% pada level 2.634.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 1,34% pada level 26.787.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,77% pada level 3.451.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,14% pada level 2.809.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 1,46% pada level 6.357.
  • 16:00 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Yuan pada level 6,5700 CNY/USD.
  • 15:59 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.130 IDR/USD.

Ngeri! Bank Milik Chairul Tanjung Kantongi Untung Triliunan Rupiah dalam Sembilan Bulan

Ngeri! Bank Milik Chairul Tanjung Kantongi Untung Triliunan Rupiah dalam Sembilan Bulan
WE Online, Jakarta -

PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) milik Konglomerat Chairul Tanjung ini berhasil membukukan kinerja positif di tengah-tengah situasi perekonomian yang menantang akibat pandemi Covid-19 yang masih belum mereda. Laba sebelum pajak tercatat naik sebesar 27,7% menjadi Rp2,2 triliun berbanding Rp1,7 triliun. Sedangkan laba bersih tumbuh sebesar 27,8% menjadi Rp1,8 triliun berbanding Rp1,4 triliun pada periode sebelumnya.

Pertumbuhan ini jauh di atas pertumbuhan Laba Sebelum Pajak Perbankan per September 2020 yang mengalami pertumbuhan negatif 27,6% YOY (OJK).

Baca Juga: Perusahaan Chairul Tanjung Segera Akuisisi 73,71% Saham Bank Harda

Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib menjelaskan bahwa strategi menjaga profitabilitas adalah dengan fokus pada peningkatan pendapatan melalui pendapatan bunga bersih dan fee base income serta menurunkan biaya.

“Pertumbuhan laba Bank Mega dikontribusikan oleh meningkatnya Net Interest Income (NII) 8,3% secara Year on Year menjadi Rp2,97 triliun dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp2,75 triliun. Pertumbuhan ini jauh di atas pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih Perbankan per Agustus 2020 yang mengalami pertumbuhan negatif menjadi sebesar -2,57% (YoY)," kata Kostaman, dalam keterangan resmil, di Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Lebih lanjut Ia mengungkapkan faktor penyumbang laba lainnya adalah meningkatnya Fee Based Income secara Year on Year sebesar 3,1% sebesar Rp1,64 triliun berbanding Rp1,59 triliun. Pertumbuhan Fee Based Income Perbankan per Agustus 2020 tercatat sebesar 12,44% (YoY).

Hal ini semakin diperkuat menurunnya biaya operasional yang menyebabkan menurunnya rasio BOPO menjadi 71,0% pada September 2020 atau turun dibandingkan September 2019 sebesar 74,8 %. Jika dibandingkan dengan rasio BOPO secara industri, BOPO Bank Mega jauh lebih rendah dari BOPO perbankan per Agustus 2020 sebesar 85,0%. “Semakin rendah ini menunjukkan semakin efisiennya Bank Mega dalam melakukan kegiatan operasionalnya,” jelas Kostaman.

Baca Juga: Tajir Melintir! Caplok Bank Harda, Daftar Perusahan di Kerajaan Bisnis Chairul Tanjung Beranak-Pinak

Sementara, Return on Asset (ROA) meningkat menjadi 2,9% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 2,7 %. ROA Bank Mega jauh lebih tinggi dari ROA perbankan per Agustus 2020 sebesar 1,9%. ROA Bank Mega yang semakin tinggi ini menunjukkan kemampuan Bank Mega untuk menghasilkan laba yang lebih tinggi dalam mengelola asetnya.   

Adapun, Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 15,7% jika dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya pada level 14,0%. “ROE Bank Mega yang semakin tinggi ini menunjukan kemampuan Bank Mega menghasilkan laba yang lebih tinggi untuk pemegang saham, ujar Kostaman.

Di tengah kondisi perekonomian yang cukup menantang ini, Bank Mega tetap mencatat pertumbuhan kredit di periode September 2020 menjadi Rp. 50,5 Triliun atau meningkat 4,7% (YoY) dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 sebesar Rp. 48,2 Triliun. Sementara pertumbuhan kredit perbankan per September 2020 hanya tumbuh 0,12% (YoY). Kredit korporasi memberikan kontribusi terbesar untuk pertumbuhan kredit di September 2020 yaitu sebesar Rp. 25,9 Triliun yang meningkat 33,1% (YoY) dibandingkan September 2019. Komposisi kredit Bank Mega didominasi terutama oleh 3 segmen kredit yaitu Kredit Korporasi (51%), Joint Finance (25%) dan Credit Card (13%).

Dalam menjaga kualitas kredit, Bank Mega secara intensif mengkaji kemampuan bayar debitur dan melakukan analisa berkala untuk memonitor perkembangan bisnis debitur tersebut. Dengan disiplin menerapkan kedua hal diatas, Bank Mega berhasil menjaga profil dan kualitas kredit dengan baik. Hal ini tercermin dari rendahnya rasio NPL(nett) pada akhir September 2020 sebesar 1,03% atau turun dari 1,15% pada September 2019.

Baca Juga: Bak Kedatangan Juru Selamat, Investor Bank Harda Gelar Karpet Merah Untuk Menyambut Chairul Tanjung

Dana Pihak Ketiga Bank Mega di periode September 2020 meningkat 15,5% (YoY) menjadi Rp76,3 dari posisi sebelumnya sebesar Rp66,0 triliun. Pertumbuhan ini di atas pertumbuhan DPK Perbankan per September 2020 sebesar 12,9% (YoY). 

Pertumbuhan DPK yang besar ini telah meningkatkan asset Bank Mega secara signifikan yang meningkat 18,2% (YoY) menjadi Rp103,8 Triliun dibandingkan September 2019 sebesar Rp. 87,8 Triliun. Pertumbuhan ini juga jauh di atas pertumbuhan Asset Perbankan per Agustus 2020 sebesar 7,9% (YoY).

Pencapaian DPK dan Kredit menjadikan rasio LDR pada September 2020 sebesar 64,0% atau turun dibandingkan September 2019 sebesar 71,0 %. Dari sisi likuiditas, Bank Mega telah menetapkan kebijakan untuk menjaga rasio LDR di kisaran 70%. Hal ini dilakukan mengingat likuiditas adalah faktor yang penting dijaga terutama saat terjadinya krisis ekonomi. Jika dibandingkan industri, LDR Bank Mega lebih rendah dari LDR Perbankan per Agustus 2020 sebesar 85,4%.

"LDR Bank Mega yang menurun ini menunjukkan semakin besarnya cadangan likuiditas yang dimiliki oleh Bank Mega," ucapnya. 

Sementara itu, struktur permodalan Bank Mega yang tercermin dari rasio CAR September 2020 yang meningkat menjadi 26% pada periode September 2020, meningkat jika dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 24,4%. Posisi CAR ini juga lebih tinggi dibanding CAR industri perbankan yang sebesar 23,5% pada Agustus 2020.

Baca Juga

Tag: Bank Mega, Chairul Tanjung

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Annisa Nurfitriyani

Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,799.20 3,761.09
British Pound GBP 1.00 19,030.82 18,834.40
China Yuan CNY 1.00 2,164.93 2,142.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,248.89 14,107.11
Dolar Australia AUD 1.00 10,485.76 10,378.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.02 1,819.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,643.83 10,533.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,034.55 16,863.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,494.09 3,455.08
Yen Jepang JPY 100.00 13,654.90 13,517.74
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5724.742 112.327 705
2 Agriculture 1326.214 9.156 24
3 Mining 1679.701 5.613 47
4 Basic Industry and Chemicals 890.685 27.399 80
5 Miscellanous Industry 995.700 37.425 53
6 Consumer Goods 1858.130 18.754 60
7 Cons., Property & Real Estate 377.178 4.780 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 949.413 4.405 79
9 Finance 1294.773 35.602 93
10 Trade & Service 692.491 11.382 174
No Code Prev Close Change %
1 GMFI 98 128 30 30.61
2 FIRE 448 560 112 25.00
3 UNIT 153 190 37 24.18
4 TGRA 109 133 24 22.02
5 BIKA 162 196 34 20.99
6 PORT 406 482 76 18.72
7 LMSH 310 368 58 18.71
8 TOBA 494 580 86 17.41
9 SSMS 690 780 90 13.04
10 AGRO 540 610 70 12.96
No Code Prev Close Change %
1 SKLT 1,725 1,605 -120 -6.96
2 YPAS 462 430 -32 -6.93
3 TFAS 160 149 -11 -6.88
4 IBST 8,000 7,450 -550 -6.88
5 TEBE 660 615 -45 -6.82
6 YULE 352 328 -24 -6.82
7 KONI 470 438 -32 -6.81
8 DADA 59 55 -4 -6.78
9 HRME 59 55 -4 -6.78
10 SOTS 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 GIAA 378 410 32 8.47
2 TLKM 3,230 3,240 10 0.31
3 BBRI 4,090 4,240 150 3.67
4 DOID 410 412 2 0.49
5 PPRO 92 100 8 8.70
6 PGAS 1,390 1,390 0 0.00
7 BBNI 6,000 6,250 250 4.17
8 AGRO 540 610 70 12.96
9 BRIS 1,430 1,455 25 1.75
10 ANTM 1,145 1,155 10 0.87