Portal Berita Ekonomi Rabu, 25 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:13 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 45,42 USD/barel.
  • 21:13 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 48,37 USD/barel.
  • 21:12 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Euro pada level 1,1909 USD/EUR.
  • 21:12 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,09% terhadap Poundsterling pada level 1,3345 USD/GBP.
  • 21:11 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Yen pada level 104,41 JPY/USD.
  • 21:10 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.813 USD/troy ounce.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,31% pada level 26.669.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,62% pada level 2.601.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,50% pada level 26.296.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,19% pada level 3.362.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,94% pada level 2.864.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,45% pada level 6.460.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,17% terhadap Yuan pada level 6,5802 CNY/USD.
  • 16:01 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,08% terhadap Dollar AS pada level 14.144 IDR/USD.

Pandemi Gak Ngaruh! Pengusaha China Raup Cuan dari Properti yang Terus Tumbuh!

Pandemi Gak Ngaruh! Pengusaha China Raup Cuan dari Properti yang Terus Tumbuh!
WE Online, Jakarta -

Daratan China hingga tahun 2000 belum memiliki seorang miliarder satu pun. Saat itu, Zuo Hui pun menemukan ide baru untuk menjual rumah kepada pembeli individu. Ini adalah langkah yang berani, karena PDB per kapita rata-rata saat itu adalah sekitar USD1.000 dan kebijakan pemerintah yang mengizinkan kepemilikan properti pribadi baru diluncurkan dua tahun sebelumnya.

"Saat itu, tidak banyak orang yang membeli rumah sendiri," kenang Zuo.

Dilansir dari Forbes di Jakarta, Kamis (12/11/2020) saat ini, China adalah pasar properti residensial terbesar di dunia. Terlepas dari pandemi, total penjualan rumah baru dan yang sudah ada di China diperkirakan menjadi USD3,5 triliun (Rp49 triliun), naik 3% dari tahun lalu.

Baca Juga: Vaksin Pfizer Ampuh, Kekayaan Miliarder di Baliknya Langsung di Atas Awan!

Perusahaan yang didirikan Zuo, KE Holdings pun merasakan keuntungan ini. Ia memiliki jaringan 42.000 kantor penjualan, dengan lebih dari 450.000 agen di seluruh negeri. Kamus Perumahannya adalah situs terbesar di China berdasarkan daftar properti tempat tinggal dengan lebih dari 220 juta dalam basis datanya.

KE bekerja sama dengan pengembang untuk meluncurkan dan memasarkan proyek baru mereka. Bersama proyek itu, ia menawarkan layanan kontrak dan renovasi. Ia bahkan memiliki teknologi virtual-reality untuk memungkinkan tampilan properti virtual dengan 420 juta tampilan tahun lalu. Hal ini pun berhasil membuat KE mendominasi pasar.

Platformnya turut menjadi transaksi dan layanan perumahan terbesar di China berdasarkan transasksi bruto. Tahun lalu, bruto KE mencapai USD318 miliar, naik 85% dari 2018. Selama enam bulan hingga Juni termasuk bulan-bulan pandemi terburuk di China, bruto KE tetap mencapai USD198 miliar, naik 49% tahun-ke-tahun. Beberapa pakar menjuluki KE adalah Alibaba dalam pasar properti residensial China.

Baca Juga

Tag: China (Tiongkok), miliarder, Real Estate

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Reuters/Thomas Peter

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,797.09 3,758.81
British Pound GBP 1.00 19,025.86 18,835.14
China Yuan CNY 1.00 2,163.81 2,142.22
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,239.85 14,098.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,476.26 10,370.61
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,837.04 1,818.74
Dolar Singapura SGD 1.00 10,614.87 10,505.34
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,949.69 16,775.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,484.18 3,446.98
Yen Jepang JPY 100.00 13,621.44 13,482.03
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5679.247 -21.782 705
2 Agriculture 1232.374 -11.252 24
3 Mining 1604.369 4.003 47
4 Basic Industry and Chemicals 871.270 -4.093 80
5 Miscellanous Industry 993.070 -28.972 53
6 Consumer Goods 1857.912 -21.429 60
7 Cons., Property & Real Estate 362.960 -1.422 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 955.722 -15.192 79
9 Finance 1297.348 2.322 93
10 Trade & Service 683.685 7.867 174
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 57 72 15 26.32
2 IMAS 940 1,175 235 25.00
3 BKSL 50 60 10 20.00
4 JSKY 224 268 44 19.64
5 YULE 318 380 62 19.50
6 HRME 58 69 11 18.97
7 IMJS 304 360 56 18.42
8 GGRP 400 470 70 17.50
9 DADA 60 70 10 16.67
10 ENRG 75 87 12 16.00
No Code Prev Close Change %
1 PPGL 200 186 -14 -7.00
2 KONI 430 400 -30 -6.98
3 YPAS 382 356 -26 -6.81
4 INCF 74 69 -5 -6.76
5 TIFA 474 442 -32 -6.75
6 PAMG 119 111 -8 -6.72
7 KOTA 210 196 -14 -6.67
8 ALKA 270 252 -18 -6.67
9 DAYA 426 398 -28 -6.57
10 LRNA 168 157 -11 -6.55
No Code Prev Close Change %
1 PPRO 94 102 8 8.51
2 BBCA 32,825 32,050 -775 -2.36
3 BBRI 4,200 4,320 120 2.86
4 BKSL 50 60 10 20.00
5 TLKM 3,350 3,280 -70 -2.09
6 BUMI 57 72 15 26.32
7 SMBR 985 985 0 0.00
8 ASII 5,800 5,550 -250 -4.31
9 TOWR 1,045 1,045 0 0.00
10 BBNI 5,950 6,050 100 1.68