Portal Berita Ekonomi Rabu, 02 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:20 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,13% pada level 26.532.
  • 16:18 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,05% pada level 26.800. 
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,07% pada level 3.449.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,18% pada level 2.809.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,06% pada level 6.388.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Yuan pada level 6,5672 CNY/USD.
  • 16:06 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,04% terhadap Dollar AS pada level 14.125 IDR/USD.

Kisah Perusahaan Raksasa: Mulanya Koperasi Tani, Credit Agricole Tumbuh Jadi Bank Papan Atas Dunia

Kisah Perusahaan Raksasa: Mulanya Koperasi Tani, Credit Agricole Tumbuh Jadi Bank Papan Atas Dunia
WE Online, Jakarta -

Dengan sekitar 21 miliar nasabah, Credit Agricole Group "la banque verte" atau The Green Bank merupakan lembaga koperasi dan perbankan terbesar di Prancis. Ia juga dikenal sebagai organisasi yang memayungi jaringan global perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Sementara jika dilihat dari permodalan, perusahaan ini adalah yang terbesar kelima di dunia. 

Credit Agricole memiliki struktur korporasi yang unik. Ia memiliki bentuk perusahaan yang satu namun cara kerjanya terdesentralisasi, sehingga bank dengan berbagai tingkatannya dapat beroperasi secara mandiri dalam batas hukum dan komersial yang telah ditetapkan grup.

Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa: Lahir, Tumbuh, dan Besarnya Generali Berkat Orang-orang Penting Italia

Operasionalnya terdiri atas jaringan bank lokal, regional dan pusat. Segmen layanannya sendiri cukup banyak, antara lain perbankan ritel internasional, perbankan pribadi, asuransi jiwa, pembayaran untuk pelanggan perorangan, petani, usaha, kecil dan pemerintah lokal.

Alasan mengapa Credit Agricole disebut bank paling besar di Prancis adalah karena ia telah duduk nyaman di peringkat ke-67 dalam Global 500 Fortune. Ini merupakan daftar perusahaan raksasa dunia dengan berbagai latar belakang yang berbeda. 

Untuk menilai seberapa besar raksasa perbankan Prancis ini, wajib kiranya menengok kekuatan finansial dalam dua tahun terakhir. Pada 2019 Credit Agricole cuma bisa meraup keuntungan per tahun sebesar 88,32 miliar dolar AS. Meskipun begitu, angka kenaikannya di angka 4,9 persen. Sementara laba bersihnya naik 26,2 persen sebesar 5,19 mlair dolar. Yang terakhir adalah aset yang dimiliki telah menyentuh angka 1,85 triliun dolar. 

Angka-angka demikian hanya mampu membawa Credit Agricole ke posisi 91 dalam Global 500 di tahun 2019. Lantas untuk 2020, kondisi keuangan perusahaan kian membaik. 

Di tahun itu, pendapatan Credit Agricole naik 18,8 persen menjadi 104,97 miliar dolar. Keuntungannya pun ikut naik 4,4 persen sebesar 5,42 miliar dolar. Dengan begitu total aset dan nilai ekuitasnya menyentuh angka 1,98 triliun dan 70,62 miliar dolar. 

Credit Agricole kerap disebut bank hijau karena memiliki akar dalam bidang pertanian. Dibentuk dari sejumlah grup mulai dari Caisse Nationale de Credit Agricole dan 90 bank regional yang bersama-sama memiliki 90 persen saham Caisse Nationale. Itu yang menjadi organisas koperasi unik di Prancis.

Untuk lebih lengkapnya, berikut Warta Ekonomi sajikan kisah perusahaan raksasa Credit Agricole dalam artikel ringkas ini, Kamis (12/11/2020).

1024px-Campus_Evergreen.jpg

Pada pertengahan 1800-an, kebutuhan akan kredit pertanian di Prancis menjadi jelas. Titik baliknya terjadi pada 1856 ketika terjadi gagal panen di Prancis yang menyebabkan daerah perdesaan dalam kesulitan besar. Salah satu penyebab utama ialah rendahnya produksi karena kurangnya kredit atau dana yang memadai bagi petani. Pasalnya petani kerap kali tidak bisa memenuhi persyaratan kredit bank umum, sehingga uang pun tak mungkin didaptkan. 

Pada 1861, kerajaan Prancis berusaha memperbaiki masalah ini dengan meminta Credit Foncier untuk secara tegas mendirikan departemen pertanian, Societe de Credit Agricole. Sayangnya organisasi yang baru dibentuk itu tidak banyak mencapai hasil. Hal ini diperparah dengan pecahnya perang Prancis-Prusia. Dengan begitu pada 1876 perkumpulan itu dibubarkan.

Gagalnya organisasi itu bukan akhir dari perjalanan korporasi keuangan di tanah Franka. Belakangan setelah itu, beberapa koperasi keuangan muncul secara mandiri di antara para petani. Ia beroperasi di kota-kota pedesaan dengan sistem kredit bersama. 

Melihat fenomena ini, Prancis, yang tengah mendiskusikan modernisasi ekonomi pertanian, memutuskan sistem kredit lokal semacam itu lebih cocok untuk penduduk pedesaan daripada kredit yang berasal dari bank sentral besar. 

Perjalanan ini melaju hingga tahun 1894. Kamar Deputi mengusulkan undang-undang untuk mengatur kredit pedesaan pribadi atau jangka pendek, berdasarkan metode masyarakat kredit kecil yang sudah ada. Undang-undang meresmikan persyaratan untuk pembentukan masyarakat, membuat mereka dibebaskan dari pajak, dan memberi mereka monopoli atas pinjaman bersubsidi negara kepada petani.

Pada tahun 1897, Bank of France menyediakan dana bagi bank melalui menteri pertanian. Tahun 1899, sebuah undang-undang disahkan untuk membentuk bank regional untuk bertindak sebagai perantara antara masyarakat lokal dan menteri pertanian. 

Baca Juga

Tag: Perusahaan Raksasa, Credit Agricole Group

Penulis/Editor: Muhammad Syahrianto

Kredit Foto: Reuters/Regis Duvignau

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,795.45 3,757.48
British Pound GBP 1.00 19,107.40 18,911.64
China Yuan CNY 1.00 2,170.90 2,149.17
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,234.82 14,093.18
Dolar Australia AUD 1.00 10,501.03 10,393.72
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,836.11 1,817.79
Dolar Singapura SGD 1.00 10,647.63 10,535.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,191.39 17,018.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,497.50 3,458.45
Yen Jepang JPY 100.00 13,637.50 13,500.51
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5813.987 89.245 705
2 Agriculture 1331.394 5.180 24
3 Mining 1724.315 44.614 47
4 Basic Industry and Chemicals 905.439 14.754 80
5 Miscellanous Industry 1021.855 26.155 53
6 Consumer Goods 1888.565 30.435 60
7 Cons., Property & Real Estate 385.166 7.988 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 969.573 20.160 79
9 Finance 1306.634 11.861 93
10 Trade & Service 704.859 12.368 174
No Code Prev Close Change %
1 FIRE 560 700 140 25.00
2 PDES 384 468 84 21.88
3 BBKP 280 340 60 21.43
4 ABMM 705 850 145 20.57
5 TECH 121 145 24 19.83
6 GMFI 128 152 24 18.75
7 LRNA 160 189 29 18.12
8 GDST 91 106 15 16.48
9 VICO 78 90 12 15.38
10 BOLT 685 790 105 15.33
No Code Prev Close Change %
1 ARGO 1,900 1,770 -130 -6.84
2 UNIT 190 177 -13 -6.84
3 SONA 6,225 5,800 -425 -6.83
4 PCAR 440 410 -30 -6.82
5 CLAY 1,640 1,530 -110 -6.71
6 SOTS 194 181 -13 -6.70
7 OASA 420 392 -28 -6.67
8 TAMA 165 154 -11 -6.67
9 TRIN 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 BBKP 280 340 60 21.43
2 PPRO 100 109 9 9.00
3 ANTM 1,155 1,245 90 7.79
4 HMSP 1,565 1,655 90 5.75
5 GIAA 410 416 6 1.46
6 BBRI 4,240 4,300 60 1.42
7 ELSA 314 342 28 8.92
8 TLKM 3,240 3,330 90 2.78
9 GMFI 128 152 24 18.75
10 PGAS 1,390 1,440 50 3.60