Portal Berita Ekonomi Selasa, 01 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,06% pada level 26.341.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,60% pada level 2.591.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,79% pada level 26.433.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,49% pada level 3.391.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 1,96% pada level 2.799.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,29% pada level 6.385.
  • 16:14 WIB. Valas - Dollar AS tertahan terhadap Yuan pada level 6,5781 CNY/USD.
  • 16:14 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,21% terhadap Dollar AS pada level 14.120 IDR/USD.

Gak Main-main! Bersama Huawei, Anabatic Tawarkan Jaringan Buat Perbankan

Gak Main-main! Bersama Huawei, Anabatic Tawarkan Jaringan Buat Perbankan
WE Online, Jakarta -

Huawei Global Industry Vision (GIV) memproyeksikan pada tahun 2025, akan ada 100 miliar koneksi dan 6,2 miliar orang akan memiliki akses ke Internet. Selain itu, 85% aplikasi perusahaan akan berbasis cloud. Dengan penggunaan cloud di lingkungan perusahaan yang semakin dalam dan transformasi digital yang semakin cepat, industri perbankan perlu terus meningkatkan layanannya dengan menghadirkan infrastruktur jaringan yang semakin efisien untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Terlebih dalam situasi pandemi saat ini dimana industri didorong untuk mempercepat transformasi digital di semua sektor di Indonesia ke level selanjutnya.

Tren ini sendiri menimbulkan banyak tantangan baru bagi perbankan untuk memenuhi kebutuhan jaringan dalam meningkatkan kapasitas, kehandalan dan keamanan jaringan sejalan dengan pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat terutama ditengah kondisi pandemi saat ini.

Baca Juga: Pertarungan Baru Huawei untuk Saingi Android Makin Panas, Hati-Hati Ya Google

Guna mengoptimalkan pemanfaatan bandwidth untuk menjamin peningkatan layanan kepada nasabah, Bank disarankan untuk meningkatkan infrastruktur jaringan dengan mengimplementasikan metode yang layak melibatkan peningkatan infrastruktur jaringan secara digital, menuju generasi selanjutnya dengan mengimplementasikan Intelligent IP Network atau jaringan yang berbasis kecerdasan.

PT Anabatic Digital Raya Sub Holding dari PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) bekerja sama dengan Huawei Indonesia menawarkan solusi Infrastruktur Jaringan, yang komprehensif dengan infrastuktur jaringan intelligent IP yang memiliki rangkaian lengkap produk jaringan generasi mendatang dengan kemampuan AI dengan 4 engine, yaitu: AirEngine (WiFi generasi ke-6), CloudEngine (jaringan Data Center dan Campus LAN), NetEngine (CloudWAN router), dan HiSecEngine (solusi keamanan jaringan yang mendukung cloud).

Selain itu solusi infrastruktur Jaringan dari Huawei memiliki Super Capacity, Intelligent Experience dan Autonomous Driving yang dapat meningkatkan bandwidth secara lebih fleksibel dan efisien. Ini membuat pengalaman pengguna yang lebih baik dalammenikmati berbagai layanan (di lingkungan kantor, produksi, maupun area data center) pada satu jaringan fisik. Kemampuan untuk menyesuaikan bandwidth secara cerdas yang memungkinkan penyesuaian fleksibel dari jaringan ultra-broadband berdasarkan perubahan layanan, dalam memenuhi persyaratan layanan yang lebih baik.

Baca Juga: Transaksi Digital Membludak, Anabatic dan Huawei Ajak Perbankan Tingkatkan Private Cloud

Menurut Presiden Direktur PT Anabatic Digital Raya, Nugraha Santosa mengungkapkan jika ditengah situasi Pandemi seperti saat ini, bank-bank harus gesit, inovatif, dan fokus dalam meningkatkan layanan kepada Nasabahnya. Untuk melakukan ini, Bank harus memanfaatkan solusi berkinerja tinggi yang cepat beradaptasi dengan permintaan pelanggan dan pasar yang terus berubah.

“PT Anabatic Digital Raya sendiri memiliki banyak pengalaman dalam implementasi Solusi Infrastruktur Jaringan di berbagai Bank BUKU 3 dan 4, sehingga kami percaya bahwa kami dapat memenuhi kebutuhan Bank dalam meningkatkan layanan dan permintaan kepada Nasabanya,” ungkapnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Dalam kesempatan yang sama, CEO Huawei Indonesia - Enterprise Business Group, Roger Zhang mengatakan dalam event Indonesia Huawei Connect 2020 bahwa transformasi digital di dalam jaringan hanyalah masalah waktu saja. Memiliki infrastruktur jaringan yang kuat sangat penting untuk memastikan bahwa perusahaan dapat mendapatkan manfaat di setiap lini bisnis untuk menyambut teknologi disruptive seperti IoT, VR/AR, multi-cloud dan kecerdasan buatan.

“Beberapa dari Bank BUKU 3 dan BUKU 4 di Indonesia pun telah mempercayakan Huawei sebagai provider teknologi untuk jaringan Data Center maupun jaringan Campus LAN,” terangnya.

Selain dapat menghemat biaya operasional dengan solusi yang ekonomis, berkualitas dan telah terbukti di industri perbankan dalam dan luar negeri, Solusi Infrastruktur Jaringan dari Huawei ini dapat menjadi jawaban terhadap kebutuhan bandwidth bank yang dinamis serta visibilitas jaringan yang memiliki cakupan lebih besar dan luas yang dapat mengintegrasikan infrstruktur jaringan seluruh kantor cabang disebuah bank, sehingga dapat memainkan peran kunci dalam kesuksesan digital bank pada masa depan terutama dalam melayani kebutuhan nasabah

Baca Juga

Tag: PT Anabatic Technologies Tbk, PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia)

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Kredit Foto: Ist

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,785.80 3,748.03
British Pound GBP 1.00 18,939.57 18,749.71
China Yuan CNY 1.00 2,156.80 2,135.08
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,198.64 14,057.36
Dolar Australia AUD 1.00 10,501.31 10,395.42
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,831.92 1,813.67
Dolar Singapura SGD 1.00 10,618.19 10,511.75
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,000.03 16,825.25
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,491.61 3,453.05
Yen Jepang JPY 100.00 13,670.94 13,531.00
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5612.415 -170.920 705
2 Agriculture 1317.058 28.447 24
3 Mining 1674.088 -3.374 47
4 Basic Industry and Chemicals 863.286 -28.789 80
5 Miscellanous Industry 958.275 -39.047 53
6 Consumer Goods 1839.376 -49.225 60
7 Cons., Property & Real Estate 372.398 -6.104 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 945.008 -49.687 79
9 Finance 1259.171 -43.051 93
10 Trade & Service 681.109 -16.238 174
No Code Prev Close Change %
1 TOBA 400 494 94 23.50
2 HRUM 2,290 2,780 490 21.40
3 YPAS 396 462 66 16.67
4 CLAY 1,450 1,690 240 16.55
5 FIRE 386 448 62 16.06
6 DOID 354 410 56 15.82
7 ARGO 1,730 1,990 260 15.03
8 BOSS 143 163 20 13.99
9 HITS 448 510 62 13.84
10 LPKR 206 234 28 13.59
No Code Prev Close Change %
1 CSAP 372 346 -26 -6.99
2 LPPF 1,360 1,265 -95 -6.99
3 UNTR 24,725 23,000 -1,725 -6.98
4 INKP 9,325 8,675 -650 -6.97
5 BBSS 115 107 -8 -6.96
6 BMTR 288 268 -20 -6.94
7 MAPI 865 805 -60 -6.94
8 LINK 2,600 2,420 -180 -6.92
9 ADMG 159 148 -11 -6.92
10 ANTM 1,230 1,145 -85 -6.91
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 3,460 3,230 -230 -6.65
2 ASII 5,550 5,300 -250 -4.50
3 BBRI 4,270 4,090 -180 -4.22
4 BRIS 1,470 1,430 -40 -2.72
5 DOID 354 410 56 15.82
6 TOWR 1,125 1,095 -30 -2.67
7 BBNI 6,350 6,000 -350 -5.51
8 PGAS 1,490 1,390 -100 -6.71
9 AGRO 570 540 -30 -5.26
10 ANTM 1,230 1,145 -85 -6.91