Portal Berita Ekonomi Selasa, 01 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 1,86% pada level 26.567.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,66% pada level 2.634.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 1,34% pada level 26.787.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,77% pada level 3.451.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,14% pada level 2.809.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 1,46% pada level 6.357.
  • 16:00 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Yuan pada level 6,5700 CNY/USD.
  • 15:59 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.130 IDR/USD.

KTT ASEAN ke-37 Angkat Isu Sengketa Laut China Selatan

KTT ASEAN ke-37 Angkat Isu Sengketa Laut China Selatan
WE Online, Hanoi -

Konferensi Tingkat Tinggi Perhimpunan Bangsa-Bansga Asia Tenggara (KTT ASEAN) ke-37 membahas isu sengketa perairan di Laut China Selatan. KTT ASEAN mengungkapkan harapannya untuk menerapkan kode etik yang efektif dan substantif bagi semua kegiatan di Laut China Selatan.

Sebagai ketua KTT ASEAN ke-37, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc menegaskan kembali tekad kawasan ASEAN untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan di Laut China Selatan.

Baca Juga: Indonesia: Negara dengan Jumlah IPO Terbanyak di ASEAN

Menurutnya ASEAN juga telah secara konsisten menyatakan pendiriannya yang berprinsip dan komitmen yang kuat untuk mengubah Laut Cina Selatan, jalur laut kritis di kawasan dan dunia, menjadi lautan perdamaian.

ASEAN juga berkomitmen menciptakan stabilitas, keamanan, dan keselamatan untuk arus barang yang bebas di Laut China Selatan.

"Di mana perbedaan dan perselisihan diselesaikan dengan cara damai, di mana hukum dihormati dan dipatuhi sepenuhnya, dan nilai-nilai bersama dijunjung tinggi," katanya dikutip laman Anadolu Agency, Kamis.

Nguyen menggarisbawahi pentingnya United Nations Convention for the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 sebagai kerangka hukum harus dilakukan.

"Pada saat yang sama, kami menantikan kesimpulan awal dari kode etik yang efektif, substantif, dan sejalan dengan hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982," ujarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mendorong ASEAN meningkatkan perannya dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Menurutnya, sangat normal di tengah rivalitas dua kekuatan besar dunia saat ini, masing-masing kekuatan ingin menarik ASEAN untuk berpihak.

"Sehingga sangat penting bagi blok tersebut untuk menjaga keseimbangan dan memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan," ujar Presiden Jokowi.

Pada 2019, ASEAN dan China menyelesaikan pembacaan pertama draft code of conduct yang diumumkan pada ASEAN Ministerial Meeting di Singapura setahun sebelumnya. Kode etik diharapkan selesai pada 2021 untuk menyelesaikan konflik di laut yang kaya akan sumber daya itu.

Laut China Selatan merupakan jalur penting untuk sebagian besar pengiriman komersial dunia. Perairan ini berbatasan dengan Brunei, Kamboja, China, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. China mengeklaim sekitar 90 persen dari laut, yang meliputi area seluas sekitar 3,5 juta kilometer persegi (1,4 juta mil persegi).

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), KTT ASEAN

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Kredit Foto: Antara/Antara

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,799.20 3,761.09
British Pound GBP 1.00 19,030.82 18,834.40
China Yuan CNY 1.00 2,164.93 2,142.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,248.89 14,107.11
Dolar Australia AUD 1.00 10,485.76 10,378.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.02 1,819.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,643.83 10,533.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,034.55 16,863.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,494.09 3,455.08
Yen Jepang JPY 100.00 13,654.90 13,517.74
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5724.742 112.327 705
2 Agriculture 1326.214 9.156 24
3 Mining 1679.701 5.613 47
4 Basic Industry and Chemicals 890.685 27.399 80
5 Miscellanous Industry 995.700 37.425 53
6 Consumer Goods 1858.130 18.754 60
7 Cons., Property & Real Estate 377.178 4.780 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 949.413 4.405 79
9 Finance 1294.773 35.602 93
10 Trade & Service 692.491 11.382 174
No Code Prev Close Change %
1 GMFI 98 128 30 30.61
2 FIRE 448 560 112 25.00
3 UNIT 153 190 37 24.18
4 TGRA 109 133 24 22.02
5 BIKA 162 196 34 20.99
6 PORT 406 482 76 18.72
7 LMSH 310 368 58 18.71
8 TOBA 494 580 86 17.41
9 SSMS 690 780 90 13.04
10 AGRO 540 610 70 12.96
No Code Prev Close Change %
1 SKLT 1,725 1,605 -120 -6.96
2 YPAS 462 430 -32 -6.93
3 TFAS 160 149 -11 -6.88
4 IBST 8,000 7,450 -550 -6.88
5 TEBE 660 615 -45 -6.82
6 YULE 352 328 -24 -6.82
7 KONI 470 438 -32 -6.81
8 DADA 59 55 -4 -6.78
9 HRME 59 55 -4 -6.78
10 SOTS 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 GIAA 378 410 32 8.47
2 TLKM 3,230 3,240 10 0.31
3 BBRI 4,090 4,240 150 3.67
4 DOID 410 412 2 0.49
5 PPRO 92 100 8 8.70
6 PGAS 1,390 1,390 0 0.00
7 BBNI 6,000 6,250 250 4.17
8 AGRO 540 610 70 12.96
9 BRIS 1,430 1,455 25 1.75
10 ANTM 1,145 1,155 10 0.87