Portal Berita Ekonomi Sabtu, 05 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:41 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,40% pada level 26.835.
  • 16:40 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,31% pada level 2.731.
  • 16:40 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,22% pada level 26.751.
  • 16:40 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,07% pada level 3.444.
  • 16:39 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,62% pada level 2.839.
  • 16:39 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,72% pada level 6.536.
  • 16:38 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Yuan pada level 6,5331 CNY/USD.
  • 16:38 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,25% terhadap Dollar AS pada level 14.105 IDR/USD.

BioNTech dan Pfizer Dianggap Sukses, China Diminta Buka Data Vaksin Ciptaannya

BioNTech dan Pfizer Dianggap Sukses, China Diminta Buka Data Vaksin Ciptaannya
WE Online, Beijing -

Politisi-politisi Barat menyalahkan China atas keterlambatan memberikan informasi mengenai virus corona. Kini demi mendapatkan kembali kepercayaan internasional, Beijing dinilai harus transparan dalam proses pengembangan vaksin Covid-19.

Pada pekan ini perusahaan Jerman BioNTech dan perusahaan Amerika Serikat (AS) Pfizer mengumumkan vaksin yang mereka kembangan 90 persen efektif mencegah penularan Covid-19. Temuan awal itu memicu gejolak di pasar saham dan produsen vaksin berlomba menemukan vaksin.

Baca Juga: Jokowi Minta Kemitraan ASEAN-Korsel Jamin Ketersediaan Obat dan Vaksin Corona

Di saat yang sama uji coba salah satu kandidat vaksin yang China kembangkan dihentikan di Brasil karena adanya masalah serius. Walaupun Brasil memulai kembali uji coba 48 jam kemudian tapi insiden ini memicu ketegangan politik seputar pengembangan vaksin.

Pada bulan lalu, Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan kredibilitas China lemah dan masyarakat tidak merasa aman dengan suntikan mereka 'karena asalnya'. Konsultan kesehatan dan ilmu alam, Albright Stonebridge Group, Xiaoqing Lu Boynton mengatakan China harus segera mengatasi persepsi publik.

"Saat China terus mengembangkan vaksin mereka sendiri melalui uji klinis tahap terakhir di tengah pengumuman Pfizer, yang harus Beijing lakukan mengatasi persepsi publik mengenai keamanan vaksin karena semakin mendesak," kata Boynton seperti dikutip The Strait Times, Jumat (13/11/2020).  

Bagi China, keberhasilan mengembangkan vaksin sangat penting terutama untuk memperbaiki hubungan dengan AS, Eropa, India dan Australia yang memburuk usai wabah virus corona muncul di Wuhan awal tahun lalu. Beijing berhasil mengendalikan wabah dengan cepat dan membantu masyarakat internasional mengatasi pandemi.

Namun, negara-negara lain gagal melakukan dan menyalahkan China sebagai negara pertama yang mendeteksi wabah tersebut. China juga perlu memastikan keberhasilan mereka dalam mengembangkan vaksin.

Demi menunjukkan pada dunia keunggulan teknologi mereka di saat pemerintahan Presiden AS Donald Trump mendesak negara-negara lain untuk tidak menggunakan perusahaan China membangun jaringan 5G atas alasan keamanan.

Mendistribusikan vaksin juga akan membantu China untuk memperkuat kembali upaya diplomasi mereka. Presiden Xi Jinping berjanji vaksin yang dikembang China akan 'untuk kebaikan bersama' dan ia bergabung dengan inisiatif yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menginokulasi semua orang.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: China (Tiongkok), Amerika Serikat (AS), Vaksin Corona, Pfizer Inc, Sinovac Biotech Ltd, BioNTech

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Kredit Foto: Antara/REUTERS/Thomas Peter

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,800.27 3,762.36
British Pound GBP 1.00 19,180.14 18,985.06
China Yuan CNY 1.00 2,176.95 2,154.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,252.91 14,111.09
Dolar Australia AUD 1.00 10,591.34 10,484.54
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.73 1,820.41
Dolar Singapura SGD 1.00 10,686.74 10,574.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,308.73 17,133.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,505.39 3,466.25
Yen Jepang JPY 100.00 13,729.80 13,586.65
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5810.483 -12.459 705
2 Agriculture 1349.078 -33.127 24
3 Mining 1757.336 10.549 47
4 Basic Industry and Chemicals 905.302 0.979 80
5 Miscellanous Industry 1017.388 9.189 53
6 Consumer Goods 1875.745 -1.791 60
7 Cons., Property & Real Estate 381.217 -4.442 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 963.016 -5.222 79
9 Finance 1308.754 -5.995 93
10 Trade & Service 705.473 1.953 174
No Code Prev Close Change %
1 POLA 75 101 26 34.67
2 SMMT 90 121 31 34.44
3 ICON 54 72 18 33.33
4 FIRE 820 1,025 205 25.00
5 IRRA 925 1,155 230 24.86
6 PCAR 390 486 96 24.62
7 CASS 222 276 54 24.32
8 ARTO 3,300 4,050 750 22.73
9 FITT 58 70 12 20.69
10 SOCI 145 174 29 20.00
No Code Prev Close Change %
1 KOTA 186 173 -13 -6.99
2 BOLT 790 735 -55 -6.96
3 RELI 434 404 -30 -6.91
4 JSKY 264 246 -18 -6.82
5 PTIS 162 151 -11 -6.79
6 DIVA 2,210 2,060 -150 -6.79
7 ARII 444 414 -30 -6.76
8 DFAM 240 224 -16 -6.67
9 ARGO 1,800 1,680 -120 -6.67
10 CBMF 600 560 -40 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 ADRO 1,375 1,435 60 4.36
2 BBRI 4,400 4,300 -100 -2.27
3 TLKM 3,300 3,250 -50 -1.52
4 ELSA 364 370 6 1.65
5 TRIN 212 222 10 4.72
6 KAEF 3,500 3,550 50 1.43
7 IRRA 925 1,155 230 24.86
8 PPRO 108 105 -3 -2.78
9 BBKP 332 332 0 0.00
10 BUMI 71 68 -3 -4.23