Portal Berita Ekonomi Senin, 30 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:30 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,60% pada penutupan sesi I.
  • 09:26 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 0,13% pada level 26.860.
  • 09:26 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka menguat 1,04% pada level 3.443.
  • 09:25 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka melemah 0,16% pada level 2.851.
  • 09:25 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yuan pada level 6,5785 CNY/USD.
  • 09:24 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,14% terhadap Dollar AS pada level 14.070 IDR/USD.
  • 08:56 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,06% pada pembukaan sesi I.
  • 08:11 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 45,14 USD/barel.
  • 08:10 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 47,59 USD/barel.
  • 08:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1973 USD/EUR.
  • 08:08 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,17% terhadap Poundsterling pada level 1,3334 USD/GBP.
  • 08:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,33% pada level 2.624.
  • 08:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka melemah 0,06% pada level 26.629.
  • 08:05 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,20% terhadap Yen pada level 103,88 JPY/USD.
  • 08:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.784 USD/troy ounce.

Ibarat Besar Pasak dari Tiang: Hero Supermarket, Matahari, & Ramayana Tekor Berjemaah!

Ibarat Besar Pasak dari Tiang: Hero Supermarket, Matahari, & Ramayana Tekor Berjemaah!
WE Online, Jakarta -

Emiten ritel masih harus menghadapi tekanan bisnis sampai dengan kuartal ketiga tahun 2020. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perusahaan, tiga emiten ritel raksasa menanggung rugi bernilai fantastis per September 2020, yakni Hero Supermarket, Matahari, dan Ramayana.

Bahkan, kerugian yang ditanggung oleh salah satu emiten ritel tersebut membengkak hingga nyaris 5.000%. Lantas, seperti apa kinerja keuangan dari masing-masing emiten tersebut sepanjang sembilan bilan pertama tahun 2020 ini? Simak ulasan berikut ini. Baca Juga: Laba Perusahaan Konglomerat Pemilik Mal Anjlok Berjemaah, Yang Rugi Bandar Juga Ada!

1. Hero Supermarket

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) harus gigit jari pada awal paruh kedua tahun ini. Pasalnya, kerugian yang diderita HERO membengkak hingga 4.981,73% dari Rp6,68 miliar pada September 2019 menjadi Rp339,46 miliar ada September 2020. Baca Juga: Nasib Keuangan dan Saham Pemilik Pizza Hut: Ibarat Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga

Pendapatan perusahaan yang anjlok menjadi faktor utama yang membuat HERO semakin tekor pada periode ini. Merujuk ke laporan keuangan perusahaan, pendapatan Hero Supermarket turun 27,7% dari Rp9,49 triliun pada September tahun lalu menjadi Rp6,86 triliun pada September tahun ini. 

Presiden Direktur Hero Supermarket, Patrik Lindvall, mengungkapkan bahwa baik bisnis groseri maupun kesehatan dan kecantikan terdampak signifikan oleh adanya pandemi pada kuartal III 2020. Dampak yang dirasakan oleh perusahaan adalah perubahan perilaku pelanggan dalam berbelanja dan pola permintaan produk serta penurunan kunjungan ke toko yang berada di dalam mal akibat pemberlakuan PSBB.

Baca Juga

Tag: PT Hero Supermarket Tbk, PT Matahari Department Store Tbk, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, Ritel, Ramayana, Covid-19

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,785.80 3,748.03
British Pound GBP 1.00 18,939.57 18,749.71
China Yuan CNY 1.00 2,156.80 2,135.08
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,198.64 14,057.36
Dolar Australia AUD 1.00 10,501.31 10,395.42
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,831.92 1,813.67
Dolar Singapura SGD 1.00 10,618.19 10,511.75
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,000.03 16,825.25
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,491.61 3,453.05
Yen Jepang JPY 1.00 13,670.94 13,531.00
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.335 23.419 705
2 Agriculture 1288.611 57.286 24
3 Mining 1677.462 40.460 47
4 Basic Industry and Chemicals 892.075 -3.307 80
5 Miscellanous Industry 997.322 -11.719 53
6 Consumer Goods 1888.601 14.282 60
7 Cons., Property & Real Estate 378.502 9.885 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 994.695 7.522 79
9 Finance 1302.222 -4.926 93
10 Trade & Service 697.347 6.891 174
No Code Prev Close Change %
1 KICI 181 234 53 29.28
2 RELI 336 420 84 25.00
3 AIMS 123 153 30 24.39
4 SKLT 1,490 1,850 360 24.16
5 LPKR 166 206 40 24.10
6 AGRO 460 570 110 23.91
7 KONI 374 444 70 18.72
8 ATIC 590 690 100 16.95
9 INPP 650 760 110 16.92
10 PNSE 980 1,140 160 16.33
No Code Prev Close Change %
1 BALI 1,000 930 -70 -7.00
2 DAYA 488 454 -34 -6.97
3 PANR 160 149 -11 -6.88
4 EPAC 160 149 -11 -6.88
5 UANG 234 218 -16 -6.84
6 DYAN 59 55 -4 -6.78
7 ABDA 6,400 5,975 -425 -6.64
8 MTSM 212 198 -14 -6.60
9 BUMI 76 71 -5 -6.58
10 VIVA 61 57 -4 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,075 1,125 50 4.65
2 BRIS 1,375 1,470 95 6.91
3 PPRO 98 98 0 0.00
4 TLKM 3,470 3,460 -10 -0.29
5 AGRO 460 570 110 23.91
6 KBAG 51 50 -1 -1.96
7 APLN 170 180 10 5.88
8 ASII 5,650 5,550 -100 -1.77
9 ASRI 234 250 16 6.84
10 BBRI 4,290 4,270 -20 -0.47