Portal Berita Ekonomi Selasa, 01 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 1,86% pada level 26.567.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,66% pada level 2.634.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 1,34% pada level 26.787.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,77% pada level 3.451.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,14% pada level 2.809.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 1,46% pada level 6.357.
  • 16:00 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Yuan pada level 6,5700 CNY/USD.
  • 15:59 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.130 IDR/USD.

Arab Saudi Tegas Tolak Senjata-senjata Buatan Jerman karena...

Arab Saudi Tegas Tolak Senjata-senjata Buatan Jerman karena...
WE Online, Riyadh -

Arab Saudi mengkritik larangan ekspor senjata yang diterapkan Jerman sebagai tindakan salah dan tidak logis. Kerajaan pun dengan tegas menyatakan, tidak membutuhkan peralatan militer Jerman.

Beberapa negara Eropa telah menghentikan penjualan senjata ke Riyadh setelah meluncurkan kampanye militer pada 2015 di negara tetangga Yaman, termasuk Jerman.

Baca Juga: Wanita Arab Saudi Lebih Banyak ke Tempat Hiburan Dibanding Pria, Ini Alasannya...

"Ide bahwa penjualan senjata dihentikan ke Arab Saudi karena perang Yaman menurut saya tidak masuk akal," kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir.

Dikutip dari Al Jazeera, al-Jubeir menyatakan, dapat membeli senjata dari negara-negara lain. Arab Saudi tidak ingin menekan Jerman atas masalah tersebut.

"Saya hanya mengatakan, orang perlu melihat ini dari perspektif yang seimbang," ujarnya.

Koalisi Kanselir Jerman Angela Merkel setuju pada Maret 2018 untuk mencegah pengiriman senjata ke negara mana pun yang terlibat langsung dalam perang di Yaman.

Setelah diperpanjang beberapa kali, larangan Jerman atas ekspor senjata akan sekali lagi dibahas dalam beberapa minggu mendatang karena tenggat waktu terakhir, yaitu 31 Desember.

"Kami pikir itu salah karena kami pikir perang di Yaman adalah perang yang sah. Ini adalah perang yang memaksa kami melakukannya," kata al-Jubeir.

Menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), Arab Saudi adalah importir senjata terbesar dunia, menghabiskan 16,9 miliar dolar AS untuk senjata dalam periode antara 2014 dan 2018. Setidaknya, 4,9 miliar dolar AS dari itu dihabiskan untuk senjata Eropa.

Laporan DW menyatakan, sebelum pelarangan, Jerman berbisnis bersama Saudi dengan volume ekspor 450 juta euro pada kuartal fiskal ketiga 2017.

Arab Saudi telah berperang di Yaman sejak Maret 2015, ketika sebuah koalisi yang dipimpin oleh kerajaan kaya minyak itu melancarkan kampanye pengeboman udara yang bertujuan melawan pemberontak Houthi yang berpihak pada Iran. Langkah ini, upaya memulihkan kembali pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional.

Kelompok hak asasi manusia mengkritik koalisi pimpinan Saudi atas serangan udara yang telah menewaskan warga sipil di rumah sakit, sekolah, dan pasar. Mereka mendesak pemerintah Barat untuk menghentikan ekspor senjata ke Arab Saudi dan sekutunya dalam konflik tersebut.

Armed Conflict Location and Event Data melaporkan, lebih dari 100 ribu orang telah tewas dalam perang tersebut, termasuk 12 ribu warga sipil. Menurut Program Pangan Dunia PBB, 24 juta orang Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan, sementara 20 juta tidak aman pangan.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Jerman, Arab Saudi, Militer

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Kredit Foto: Reuters/Stringer

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,799.20 3,761.09
British Pound GBP 1.00 19,030.82 18,834.40
China Yuan CNY 1.00 2,164.93 2,142.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,248.89 14,107.11
Dolar Australia AUD 1.00 10,485.76 10,378.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.02 1,819.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,643.83 10,533.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,034.55 16,863.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,494.09 3,455.08
Yen Jepang JPY 100.00 13,654.90 13,517.74
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5724.742 112.327 705
2 Agriculture 1326.214 9.156 24
3 Mining 1679.701 5.613 47
4 Basic Industry and Chemicals 890.685 27.399 80
5 Miscellanous Industry 995.700 37.425 53
6 Consumer Goods 1858.130 18.754 60
7 Cons., Property & Real Estate 377.178 4.780 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 949.413 4.405 79
9 Finance 1294.773 35.602 93
10 Trade & Service 692.491 11.382 174
No Code Prev Close Change %
1 GMFI 98 128 30 30.61
2 FIRE 448 560 112 25.00
3 UNIT 153 190 37 24.18
4 TGRA 109 133 24 22.02
5 BIKA 162 196 34 20.99
6 PORT 406 482 76 18.72
7 LMSH 310 368 58 18.71
8 TOBA 494 580 86 17.41
9 SSMS 690 780 90 13.04
10 AGRO 540 610 70 12.96
No Code Prev Close Change %
1 SKLT 1,725 1,605 -120 -6.96
2 YPAS 462 430 -32 -6.93
3 TFAS 160 149 -11 -6.88
4 IBST 8,000 7,450 -550 -6.88
5 TEBE 660 615 -45 -6.82
6 YULE 352 328 -24 -6.82
7 KONI 470 438 -32 -6.81
8 DADA 59 55 -4 -6.78
9 HRME 59 55 -4 -6.78
10 SOTS 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 GIAA 378 410 32 8.47
2 TLKM 3,230 3,240 10 0.31
3 BBRI 4,090 4,240 150 3.67
4 DOID 410 412 2 0.49
5 PPRO 92 100 8 8.70
6 PGAS 1,390 1,390 0 0.00
7 BBNI 6,000 6,250 250 4.17
8 AGRO 540 610 70 12.96
9 BRIS 1,430 1,455 25 1.75
10 ANTM 1,145 1,155 10 0.87