Portal Berita Ekonomi Rabu, 25 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:14 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 1,54% pada level 30.046.
  • 08:13 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 1,31% pada level 12.036.
  • 08:12 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 44,84 USD/barel.
  • 08:11 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 47,86 USD/barel.
  • 08:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Euro pada level 1,1903 USD/EUR.
  • 08:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Poundsterling pada level 1,3364 USD/GBP.
  • 08:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka menguat 0,43% pada level 2.629.
  • 08:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka menguat 1,77% pada level 26.629.
  • 08:06 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup menguat 1,62% pada level 3.635.
  • 08:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup positif 1,55% pada level 6.432.
  • 08:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yen pada level 104,48 JPY/USD.
  • 08:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.809 USD/troy ounce.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,39% pada level 26.588.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,34% pada level 3.402.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 1,15% pada level 2.881.

Laba Bank BUMN Keok, BCA Top

Laba Bank BUMN Keok, BCA Top
WE Online, Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus menggenjot perseroan pelat merah untuk menjadi sektor leader baik di domestik maupun regional. Meski begitu, beberapa sektor BUMN seperti perbankan, farmasi, perminyakan, dan maskapai, memiliki daya saing terhadap swasta baik di level domestik maupun regional.

Di sektor perbankan misalnya, pada kuartal ke III-2020. Mayoritas anggota bank Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) mencatat mengalami penurunan kinerja di tengah tekanan pandemi Covid-19. Hal serupa pun juga terjadi bagi bank raksasa swasta di Tanah Air.

Baca Juga: Saham Perbankan Kayak BCA Hingga BRI Terdiskon Parah

Menariknya, salah satu korporasi perbankan raksasa Indonesia yakni PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA, meski kinerjanya terkontraksi negatif akibat pandemi Covid-19, BCA mampu mencatat kinerja positif dibandingkan dengan kinerja bank Himbara selama periode kuartal III tahun ini. Di mana, perseroan mampu mengantongi laba bersih Rp20 triliun atau hanya turun 4,2% secara tahunan (YoY).

PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

BCA membukukan laba bersih sebesar Rp20 triliun pada kuartal III 2020. Capaian ini memang menurun dari periode yang sama pada tahun 2019. Namun, penurunan itu terbilang tipis, yakni 4,2% dari Rp20,9 triliun pada kuartal III 2019.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pandemi masih menjadi tantangan bagi perekonomian. Meskipun begitu, Jahja menilai sudah ada tanda-tanda pemulihan bagi sektor perbankan. Di mana, keberhasilan BCA dilihat dari terdongkraknya pendapatan bunga bersih sebesar 9,0% menjadi Rp40,8 triliun pada kuartal III 2020. Sementara, aset perseroan menembus rekor baru, yakni sebesar Rp1.000 triliun per September 2020.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI)

BRI telah merilis kinerjanya. Net profit bank ini anjlok hingga 43,05% jadi hanya Rp14,11 triliun per September 2020 dari Rp24,78 triliun pada periode yang sama 2819 (YoY).

Penurunan ini sejalan dengan turunnya pendapatan bunga bersih 6,2% dari Rp 69,86 triliun menjadi Rp57,08 triliun. Sementara, beban pencadangannya juga mengalami kenaikan 22,5% dari Rp15,1 triliun menjadi Rp18,5 triliun. Beban lain-lain naik dari Rp13,7 triliun menjadi Rp16,7 triliun.

"Bahwa laba kuartal III 2019 sudah jadi level terendah tahun ini sehingga pada kuartal IV diharapkan bisa lebih baik lagi," ujar Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI, dikutip pada Minggu (15/11/2020.

PT Bank Mandiri (Persero)

Bank Mandiri mencatat kinerja pada kuartal III 2020 belum maksimal. Perolehan laba merosot tajam hingga 30,72% dari Rp20,25 triliun pada September 2019 menjadi hanya Rp14,03 triliun pada September 2020.

Koreksi laba tersebut sejalan dengan capaian pendapatan bunga bersih yang lebih rendah secara tahunan. Jika pada kuartal 2019 Bank Mandiri mengantongi pendapatan bunga bersih Rp43,94 triliun, angkanya terpangkas 4,05% menjadi Rp42,16 triliun pada kuartal 2020.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI)

Merujuk laporan keuangannya, BNI mencatatkan laba bersih Rp4,32 triliun atau turun 63,9% (yoy) dari Rp11,97 triliun di akhir September 2019. Penurunan itu tidak lepas dari penurunan pendapatan bunga bersih dan kenaikan pencadangan.

Sementara itu, pendapatan bunga bersih tercatat menurun 0,81% dari Rp26,87 triliun di kuartal III 2019 menjadi Rp26,65 triliun pada kuartal III tahun ini. Penurunan ini seiring dengan rasio kecukupan pencadangan perseroan yang naik dari 159,2% pada tahun lalu menjadi 206,9% tahun ini.

PT Bank Tabungan Negara (BTN)

Terakhir, yang terkena imbas pada bank pelat merah ini adalah Bank Tabungan Negara (BTN). Emiten dengan kode BBTN mencatat laba Rp768 miliar pada semester I-2020. Pencapaian laba itu turun sebesar 40% dibanding periode sama tahun lalu yang Rp1,3 triliun.

Untuk diketahui, Kementerian BUMN pun mencatat bahwa dari data 2018, BCA memiliki keunggulan dalam hal Return on Assets (ROA) dibanding Bank Mandiri, BRI, maupun BNI. Namun jika dilihat dari besaran Net Interest Margin (NIM), BUMN-BUMN perbankan relatif lebih unggul dari perusahaan swasta domestik yang menjadi pesaingnya tersebut.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: Perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,804.02 3,766.07
British Pound GBP 1.00 19,013.60 18,818.76
China Yuan CNY 1.00 2,167.61 2,145.84
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,266.98 14,125.02
Dolar Australia AUD 1.00 10,432.02 10,325.39
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,840.50 1,822.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,620.84 10,512.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,899.24 16,725.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,488.26 3,449.33
Yen Jepang JPY 100.00 13,646.08 13,509.01
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5701.029 48.265 705
2 Agriculture 1243.626 1.307 24
3 Mining 1600.366 -4.672 47
4 Basic Industry and Chemicals 875.363 12.303 80
5 Miscellanous Industry 1022.042 2.778 53
6 Consumer Goods 1879.341 12.169 60
7 Cons., Property & Real Estate 364.382 5.701 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 970.914 11.627 79
9 Finance 1295.026 9.285 93
10 Trade & Service 675.818 9.092 174
No Code Prev Close Change %
1 PANR 124 167 43 34.68
2 PPRO 70 94 24 34.29
3 TIFA 380 474 94 24.74
4 MLPL 54 67 13 24.07
5 SMBR 795 985 190 23.90
6 LRNA 138 168 30 21.74
7 ALMI 238 282 44 18.49
8 LMSH 298 348 50 16.78
9 ELSA 266 306 40 15.04
10 LPCK 1,250 1,430 180 14.40
No Code Prev Close Change %
1 PORT 490 456 -34 -6.94
2 AIMS 145 135 -10 -6.90
3 BALI 1,090 1,015 -75 -6.88
4 IFSH 380 354 -26 -6.84
5 POLU 815 760 -55 -6.75
6 JSPT 965 900 -65 -6.74
7 DPUM 60 56 -4 -6.67
8 RELI 332 310 -22 -6.63
9 EPAC 197 184 -13 -6.60
10 DAYA 456 426 -30 -6.58
No Code Prev Close Change %
1 PPRO 70 94 24 34.29
2 FREN 70 74 4 5.71
3 SMBR 795 985 190 23.90
4 BBRI 4,080 4,200 120 2.94
5 TOWR 1,070 1,045 -25 -2.34
6 KBAG 60 57 -3 -5.00
7 KRAS 436 444 8 1.83
8 TLKM 3,320 3,350 30 0.90
9 WSBP 216 224 8 3.70
10 AISA 270 294 24 8.89