Portal Berita Ekonomi Selasa, 01 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:23 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 45,65 USD/barel.
  • 16:22 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 48,23 USD/barel.
  • 16:22 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,39% terhadap Euro pada level 1,1973 USD/EUR.
  • 16:21 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,54% terhadap Poundsterling pada level 1,3395 USD/GBP.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 1,86% pada level 26.567.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,66% pada level 2.634.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 1,34% pada level 26.787.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,77% pada level 3.451.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,14% pada level 2.809.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 1,46% pada level 6.357.
  • 16:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Yen pada level 104,24 JPY/USD.
  • 16:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.793 USD/troy ounce.
  • 16:00 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Yuan pada level 6,5700 CNY/USD.
  • 15:59 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.130 IDR/USD.

Pemerintah Mau Tambah Utang Rp360 Triliun, Indef: Gali Lubang Semakin Dalam

Pemerintah Mau Tambah Utang Rp360 Triliun, Indef: Gali Lubang Semakin Dalam

Utang pemerintah per bulan September tahun ini sudah mencapai Rp5.756,87 triliun, naik Rp1.000 triliun lebih dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ke depan, jumlah itu kemungkinan akan makin bertambah lagi sebab pemerintah sudah berencana untuk menambah utang lagi sebesar Rp360 triliun.

Rencana tersebut bisa dilihat dari laman resmi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Di situ tertulis, pemerintah mau menambah utang sebesar 25,36 miliar dolar AS atau sekitar Rp360,25 triliun.

Baca Juga: Kasih Utang Indonesia AUD1,5 Miliar, Ini Alasan Australia 

Pemerintah sudah menyiapkan 25 program yang nantinya akan dibiayakan dari utang tersebut. Mayoritas, 25 program itu untuk pembangunan infrastruktur di berbagai daerah di antaranya Program Pembangunan Jalan Tol sebesar 4,77 miliar dolar AS; Program Penyediaan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi 995,81 juta dolar AS; Program Pembangunan Desa 76,34 juta dolar AS; Program Penguatan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 110,61 juta dolar AS; dan Program Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan 1,96 miliar dolar AS.

Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo, mengaku belum mengetahui rencana penambahan utang tersebut mengingat rencana penambahan utang Rp360 triliun tersebut merupakan program yang disampaikan oleh Bappenas.

"Yang bicara kan Bappenas, coba ditanyakan dulu ke Bappenas. Saya juga belum tahu itu. Bisa ditanyakan dulu ke yang bicara," katanya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengaku kecewa bila rencana tambah utang itu benar adanya. Menurutnya, dengan mengajukan utang baru untuk infrastruktur maka pemerintah tak punya prioritas. 

Padahal saat dunia sedang dilanda pandemi, negara-negara lain fokus pada stimulus kesehatan dan perlindungan sosial. Sementara di Indonesia malah fokus untuk membangun infrastruktur.

"Sementara infrastruktur yang sudah beroperasi karena daya beli sedang turun justru sepi dan jadi beban bagi BUMN," terang Bhima.

Prediksinya, ekonomi baru bisa pulih tahun 2022. Dengan penambahan utang tersebut, ruang gerak fiskal makin sempit. Artinya, Indonesia semakin tersandera utang. Catatannya, saat ini saja, setiap warga Indonesia sudah menanggung Rp20,5 juta dari total utang pemerintah.

"Ujungnya, ketika utang hari ini jatuh tempo, misalnya 20 tahun lagi maka pemerintahan di 20 tahun ke depan yang harus terbitkan utang baru untuk menutup beban yang lama. Terus begitu. Gali lubang semakin dalam," cetus Bhima.

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Baca Juga

Tag: Utang Luar Negeri (ULN)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Kredit Foto: Unsplash/Alexander Mils

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,799.20 3,761.09
British Pound GBP 1.00 19,030.82 18,834.40
China Yuan CNY 1.00 2,164.93 2,142.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,248.89 14,107.11
Dolar Australia AUD 1.00 10,485.76 10,378.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.02 1,819.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,643.83 10,533.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,034.55 16,863.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,494.09 3,455.08
Yen Jepang JPY 100.00 13,654.90 13,517.74
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5724.742 112.327 705
2 Agriculture 1326.214 9.156 24
3 Mining 1679.701 5.613 47
4 Basic Industry and Chemicals 890.685 27.399 80
5 Miscellanous Industry 995.700 37.425 53
6 Consumer Goods 1858.130 18.754 60
7 Cons., Property & Real Estate 377.178 4.780 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 949.413 4.405 79
9 Finance 1294.773 35.602 93
10 Trade & Service 692.491 11.382 174
No Code Prev Close Change %
1 GMFI 98 128 30 30.61
2 FIRE 448 560 112 25.00
3 UNIT 153 190 37 24.18
4 TGRA 109 133 24 22.02
5 BIKA 162 196 34 20.99
6 PORT 406 482 76 18.72
7 LMSH 310 368 58 18.71
8 TOBA 494 580 86 17.41
9 SSMS 690 780 90 13.04
10 AGRO 540 610 70 12.96
No Code Prev Close Change %
1 SKLT 1,725 1,605 -120 -6.96
2 YPAS 462 430 -32 -6.93
3 TFAS 160 149 -11 -6.88
4 IBST 8,000 7,450 -550 -6.88
5 TEBE 660 615 -45 -6.82
6 YULE 352 328 -24 -6.82
7 KONI 470 438 -32 -6.81
8 DADA 59 55 -4 -6.78
9 HRME 59 55 -4 -6.78
10 SOTS 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 GIAA 378 410 32 8.47
2 TLKM 3,230 3,240 10 0.31
3 BBRI 4,090 4,240 150 3.67
4 DOID 410 412 2 0.49
5 PPRO 92 100 8 8.70
6 PGAS 1,390 1,390 0 0.00
7 BBNI 6,000 6,250 250 4.17
8 AGRO 540 610 70 12.96
9 BRIS 1,430 1,455 25 1.75
10 ANTM 1,145 1,155 10 0.87