Portal Berita Ekonomi Rabu, 25 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:29 WIB. Valas - Rupiah dibuka tertahan terhadap Dollar AS pada level 14.155 IDR/USD.
  • 08:56 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,60% pada pembukaan sesi I.
  • 08:14 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 1,54% pada level 30.046.
  • 08:13 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 1,31% pada level 12.036.
  • 08:12 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 44,84 USD/barel.
  • 08:11 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 47,86 USD/barel.
  • 08:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Euro pada level 1,1903 USD/EUR.
  • 08:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Poundsterling pada level 1,3364 USD/GBP.
  • 08:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka menguat 0,43% pada level 2.629.
  • 08:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka menguat 1,77% pada level 26.629.
  • 08:06 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup menguat 1,62% pada level 3.635.
  • 08:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup positif 1,55% pada level 6.432.
  • 08:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yen pada level 104,48 JPY/USD.
  • 08:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.809 USD/troy ounce.

Kuasa Hukum Nasabah Beberkan Kronologi Kasus Gagal Bayar Indosterling Optima Investa

Kuasa Hukum Nasabah Beberkan Kronologi Kasus Gagal Bayar Indosterling Optima Investa
WE Online, Jakarta -

Masalah gagal bayar investasi ke nasabah kembali terjadi di Indonesia. Di mana kali ini kasus menimpa nasabah PT Indosterling Optima Investa (IOI).

Pengacara sejumlah nasabah IOI, berinisial A, memberikan penjelasan terkait awal mula gagal bayar PT Indosterling Optima Investa (IOI) pada sejumlah nasabah. Menurut dia, perkara ini merupakan gagal bayar untuk produk Indosterling High Yield Promissory Notes (HYPN). Produk investasi ini menjanjikan imbal hasil 9% hingga 12% setiap tahunnya.

Baca Juga: Kasus Gagal Bayar Koperasi Suka Makmur Berakhir Damai di Pengadilan

Kemudian lanjut dia, para nasabah baru tahu produknya tidak memiliki izin menghimpun dana dari OJK/BI. Padahal, di dalam perjanjiannya pada pasal 6 huruf e dikatakan, mereka memiliki segala jenis izin yang diperlukan termasuk dari lembaga keuangan.

"Jadi dengan berdasarkan hal ini, melalui kami, 58 orang nasabah dengan kerugian mencapai Rp95 miliar, melaporkan ke Bareskrim Polri dengan No. LP 0364/VII/2020/Bareskrim pada tanggal 6 Juli 2020 dan Direkturnya berinisial SWH sudah ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 30 September 2020 kemarin," ujar dia kepada Okezone, Senin (16/11/2020).

Akan tetapi, tutur dia, para nasabah mempertanyakan kenapa tersangka belum ditangkap. Maka itu, para nasabah datang lagi ke Bareskrim Polri untuk mendatangi Inspektorat Pengawasan Umum Kepolisian Negara Republik Indonesia (Irwasum) dan Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk meminta perlindungan hukum.

"Yang diminta kepada polisi adalah gelar perkara khusus kenapa tidak ditahan, aset disita, dan dicekal keimigrasiannya," tandas dia.

Namun, secara total, ada sekitar 1.800 nasabah yang tercatat dalam PKPU Indosterling. Jumlah tagihan produk HYPN Indosterling pada PKPU tersebut mencapai Rp1,99 triliun.

Beberapa waktu sebelumnya, persoalan Indosterling sejatinya telah diselesaikan dengan penetapan homologasi atas permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Homologasi tersebut sudah ditetapkan sejak 2 September 2020 lalu di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: Gagal Bayar, PT Indosterling Optima Investa

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: REUTERS/Edgar Su

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,804.02 3,766.07
British Pound GBP 1.00 19,013.60 18,818.76
China Yuan CNY 1.00 2,167.61 2,145.84
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,266.98 14,125.02
Dolar Australia AUD 1.00 10,432.02 10,325.39
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,840.50 1,822.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,620.84 10,512.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,899.24 16,725.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,488.26 3,449.33
Yen Jepang JPY 100.00 13,646.08 13,509.01
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5701.029 48.265 705
2 Agriculture 1243.626 1.307 24
3 Mining 1600.366 -4.672 47
4 Basic Industry and Chemicals 875.363 12.303 80
5 Miscellanous Industry 1022.042 2.778 53
6 Consumer Goods 1879.341 12.169 60
7 Cons., Property & Real Estate 364.382 5.701 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 970.914 11.627 79
9 Finance 1295.026 9.285 93
10 Trade & Service 675.818 9.092 174
No Code Prev Close Change %
1 PANR 124 167 43 34.68
2 PPRO 70 94 24 34.29
3 TIFA 380 474 94 24.74
4 MLPL 54 67 13 24.07
5 SMBR 795 985 190 23.90
6 LRNA 138 168 30 21.74
7 ALMI 238 282 44 18.49
8 LMSH 298 348 50 16.78
9 ELSA 266 306 40 15.04
10 LPCK 1,250 1,430 180 14.40
No Code Prev Close Change %
1 PORT 490 456 -34 -6.94
2 AIMS 145 135 -10 -6.90
3 BALI 1,090 1,015 -75 -6.88
4 IFSH 380 354 -26 -6.84
5 POLU 815 760 -55 -6.75
6 JSPT 965 900 -65 -6.74
7 DPUM 60 56 -4 -6.67
8 RELI 332 310 -22 -6.63
9 EPAC 197 184 -13 -6.60
10 DAYA 456 426 -30 -6.58
No Code Prev Close Change %
1 PPRO 70 94 24 34.29
2 FREN 70 74 4 5.71
3 SMBR 795 985 190 23.90
4 BBRI 4,080 4,200 120 2.94
5 TOWR 1,070 1,045 -25 -2.34
6 KBAG 60 57 -3 -5.00
7 KRAS 436 444 8 1.83
8 TLKM 3,320 3,350 30 0.90
9 WSBP 216 224 8 3.70
10 AISA 270 294 24 8.89