Portal Berita Ekonomi Jum'at, 27 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:12 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,41% pada penutupan sesi II.
  • 13:05 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 44,86 USD/barel.
  • 13:04 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 47,69 USD/barel.
  • 13:04 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,13% terhadap Euro pada level 1,1928 USD/EUR.
  • 13:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,11% terhadap Poundsterling pada level 1,3373 USD/GBP.
  • 13:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,32% terhadap Yen pada level 103,93 JPY/USD.
  • 13:01 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.810 USD/troy ounce.

5 Provinsi dengan Kontraksi Pertumbuhan Ekonomi Paling Dalam: Bali yang Terparah!

5 Provinsi dengan Kontraksi Pertumbuhan Ekonomi Paling Dalam: Bali yang Terparah!
WE Online, Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 3,49% secara tahun ke tahun (yoy) pada kuartal ketiga tahun 2020. Angka pertumbuhan ekonomi tersebut membaik dari kuartal sebelumnya yang tercatat -5,32%.

"Secara kumulasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I sampai III masih terkontraksi 2,03% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ungkap Kepala BPS, Suhariyanto, Kamis, 5 November 2020. 

Pada triwulan III tahun 2020, Pulau Jawa masih menjadi penyumpang terbesar terhadap perekonomian Indonesia dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 58,88%. Sumatra menempati posisi kedua dengan kontribusi sebesar 21,53% terhadap PDB. Posisi berikutnya ditempati oleh Kalimantan sebesar 7,70%, Sulawesi sebesar 6,60%, Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) sebesar 2,92%, serta Maluku dan Papua sebesar 2,37%.

Suhariyanto mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi dengan besaran yang bervariasi. Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan provinsi lainnya, Balinusra menjadi kelompok dengan kontraksi yang paling dalam. Lantas, provinsi mana saja yang mengalami pertumbuhan ekonomi terendah pada triwulan III 2020? Berikut adalah daftarnya.

1. Bali

Sebagaimana disinggung sebelumnya, Balinustra menjadi kelompok provinsi dengan kontraksi pertumbuhan paling dalam pada triwulan III 2020. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Bali pada periode tersebut tumbuh -12,28% yoy. Meskipun begitu, jika dibandingkan dengan triwulan II 2020, ekonomi Bali tercatat tumbuh positif sebesar 1,66%. 

Total perekonomian Bali pada triwulan III-2020 yang diukur berdasarkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp55,37 triliun, sedangkan menurut dasar harga konstan (ADHK) tahun 2010, PDRB Bali tersebut tercatat sebesar Rp36,44 triliun.

BPS menyebut, dari segi produksi, sisi ekonomi Bali pada triwulan III 2020 masih didominasi oleh kategori penyediaan akomodasi dan makan minum dengan kontribusi mencapai 17,46%. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, kontribusi terbesar disumbang oleh komponen konsumsi rumah tangga, yakni mencapai 54,06%.

"Capaian ini mencerminkan ekonomi Bali yang secara perlahan kembali berdenyut di tengah tekanan pandemi Covid-19," tulis BPS dalam laman resminya.

Baca Juga

Tag: Pertumbuhan Ekonomi, Produk Domestik Bruto (PDB), Badan Pusat Statistik (BPS), Ekonomi Indonesia

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,790.36 3,752.54
British Pound GBP 1.00 18,989.37 18,799.02
China Yuan CNY 1.00 2,159.95 2,138.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,215.73 14,074.28
Dolar Australia AUD 1.00 10,461.36 10,354.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,834.03 1,815.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,619.85 10,510.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,938.04 16,763.87
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,492.81 3,452.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,662.40 13,522.56
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5759.916 80.669 705
2 Agriculture 1231.325 -1.049 24
3 Mining 1637.002 32.633 47
4 Basic Industry and Chemicals 895.382 24.112 80
5 Miscellanous Industry 1009.041 15.971 53
6 Consumer Goods 1874.319 16.407 60
7 Cons., Property & Real Estate 368.617 5.657 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 987.173 31.451 79
9 Finance 1307.148 9.800 93
10 Trade & Service 690.456 6.771 174
No Code Prev Close Change %
1 ABBA 55 74 19 34.55
2 PNSE 790 980 190 24.05
3 KAYU 61 75 14 22.95
4 DAYA 398 488 90 22.61
5 ACST 230 282 52 22.61
6 VIVA 50 61 11 22.00
7 ALKA 252 306 54 21.43
8 TGRA 102 123 21 20.59
9 BCIP 55 66 11 20.00
10 SONA 5,400 6,325 925 17.13
No Code Prev Close Change %
1 FORU 100 93 -7 -7.00
2 EPAC 172 160 -12 -6.98
3 SKLT 1,600 1,490 -110 -6.88
4 TRIM 117 109 -8 -6.84
5 HITS 498 464 -34 -6.83
6 TIFA 442 412 -30 -6.79
7 CBMF 595 555 -40 -6.72
8 NFCX 1,720 1,605 -115 -6.69
9 RONY 240 224 -16 -6.67
10 BKSL 60 56 -4 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 3,280 3,470 190 5.79
2 IMAS 1,175 1,180 5 0.43
3 DOID 300 342 42 14.00
4 KBAG 54 51 -3 -5.56
5 ACST 230 282 52 22.61
6 TOWR 1,045 1,075 30 2.87
7 BBRI 4,320 4,290 -30 -0.69
8 BUMI 72 76 4 5.56
9 MEDC 474 515 41 8.65
10 PPRO 102 98 -4 -3.92