Portal Berita Ekonomi Kamis, 03 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:19 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,74% pada level 26.728.
  • 16:18 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,76% pada level 2.696.
  • 16:18 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,03% pada level 26.809.
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,21% pada level 3.442.
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,28% pada level 2.818.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,06% pada level 6.466.
  • 16:16 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Yuan pada level 6,5590 CNY/USD.
  • 16:15 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,11% terhadap Dollar AS pada level 14.140 IDR/USD.

Laporan 350 Halaman Milik Intel Lebanon Buka Topeng Aktor di Ledakan Beirut

Laporan 350 Halaman Milik Intel Lebanon Buka Topeng Aktor di Ledakan Beirut
WE Online, Beirut -

Sebuah laporan rinci dibuat oleh badan intelijen elite Lebanon, Information Branch, yang melaporkan pihak bertanggung jawab atas ledakan besar di pelabuhan Beirut Agustus lalu. Laporan setebal 350 halaman telah diserahkan ke kantor kejaksaan meski tidak dipublikasikan.

Laporan tersebut diselidiki oleh Information Branch itu sendiri. Penyelidikan ini sebelumnya juga telah dilakukan oleh polisi militer dan pengadilan negara beberapa hari usai ledakan terjadi.

Baca Juga: Nah Lho! Upaya Singkap Penyebab Ledakan Dahsyat Beirut oleh FBI Kandas karena...

Information Branch adalah sayap intelijen Pasukan Keamanan Dalam Negeri Lebanon. Badan tersebut merupakan sebuah badan keamanan terkemuka yang telah memimpin penyelidikan atas pengeboman dan serangan sejak pembunuhan mantan Perdana Menteri Rafik Hariri pada 2005.

Salah satu sumber peradilan senior yang mengetahui laporan Information Branch, yang tidak menyebutkan jati dirinya, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pihaknya menyalahkan otoritas pelabuhan Beirut dan Bea Cukai Lebanon.

Kedua pihak dituding bersalah sebab meninggalkan sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang sangat berpotensi meledak di Hangar 12 selama hampir tujuh tahun dalam kondisi tak aman.

Laporan juga membuat catatan khusus dari kepala bea cukai saat ini dan sebelumnya, Badri Daher dan Shafik Merhi. Catatan itu mengatakan mereka bisa bertindak sendiri untuk mengeluarkan bahan peledak dan dengan demikian mencegah ledakan.

Laporan tersebut kemudian mengeklaim pihak yang bertanggung jawab sekunder atas ledakan kepada pengacara negara yang dikenal sebagai Otoritas Kasus, direktorat transportasi darat dan laut di kementerian pekerjaan umum (bertugas mengawasi pelabuhan), serta Intelijen Angkatan Darat dan badan Keamanan Negara yang keduanya berkantor di pelabuhan.

"Sementara badan keamanan mengetahui tentang potensi bahaya menyimpan bahan peledak di pelabuhan Beirut, mereka tidak menghargai kenyataan bahwa nyawa mereka dalam bahaya," tulis kesimpulan laporan itu mengacu pada interogasi terhadap pegawai dan pejabat negara.

Petugas Keamanan Umum, tentara, dan Keamanan Negara termasuk di antara mereka yang tewas dalam ledakan Beirut Agustus lalu. Menurut laporan itu ledakan adalah akibat dari api yang dipicu oleh percikan api dari pekerjaan pengelasan di pintu besi.

Sekitar 25 pejabat pemerintahan dan keamanan tingkat rendah dan menengah telah ditahan sehubungan dengan ledakan tersebut. Sekitar 50 lainnya telah diinterogasi. Ledakan pada Agustus di Lebanon adalah salah satu ledakan non-nuklir terbesar dalam sejarah.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Lebanon, Ledakan Besar Lebanon, Timur Tengah

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Kredit Foto: Antara/REUTERS/Mohamed Azakir

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,798.93 3,761.03
British Pound GBP 1.00 19,050.85 18,858.47
China Yuan CNY 1.00 2,171.50 2,149.70
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,247.89 14,106.12
Dolar Australia AUD 1.00 10,556.26 10,449.81
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,837.99 1,819.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,649.44 10,539.54
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,262.74 17,089.56
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,498.13 3,459.93
Yen Jepang JPY 100.00 13,638.26 13,501.26
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5822.942 8.955 705
2 Agriculture 1382.205 50.811 24
3 Mining 1746.787 22.472 47
4 Basic Industry and Chemicals 904.323 -1.116 80
5 Miscellanous Industry 1008.199 -13.656 53
6 Consumer Goods 1877.536 -11.029 60
7 Cons., Property & Real Estate 385.659 0.493 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 968.238 -1.335 79
9 Finance 1314.749 8.115 93
10 Trade & Service 703.520 -1.339 174
No Code Prev Close Change %
1 POLA 56 75 19 33.93
2 HKMU 84 109 25 29.76
3 WOWS 63 79 16 25.40
4 ABMM 850 1,045 195 22.94
5 BUMI 59 71 12 20.34
6 BAYU 1,020 1,200 180 17.65
7 SSMS 780 915 135 17.31
8 FIRE 700 820 120 17.14
9 MBTO 86 100 14 16.28
10 AISA 298 344 46 15.44
No Code Prev Close Change %
1 KOTA 200 186 -14 -7.00
2 MPRO 1,730 1,610 -120 -6.94
3 TRIM 116 108 -8 -6.90
4 SINI 378 352 -26 -6.88
5 HITS 500 466 -34 -6.80
6 KIOS 148 138 -10 -6.76
7 INDR 3,120 2,910 -210 -6.73
8 DMAS 268 250 -18 -6.72
9 VICO 90 84 -6 -6.67
10 VRNA 105 98 -7 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 PPRO 109 108 -1 -0.92
2 ANTM 1,245 1,255 10 0.80
3 AGRO 605 660 55 9.09
4 TINS 1,135 1,225 90 7.93
5 GIAA 416 436 20 4.81
6 WSBP 228 242 14 6.14
7 BBRI 4,300 4,400 100 2.33
8 WSKT 1,135 1,165 30 2.64
9 HKMU 84 109 25 29.76
10 HMSP 1,655 1,665 10 0.60