Portal Berita Ekonomi Sabtu, 05 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Akhir Tahun, Jokowi Mau Belanja Pemerintah Dikebut

Akhir Tahun, Jokowi Mau Belanja Pemerintah Dikebut
WE Online, Jakarta -

Presiden Joko Widodo mengatakan, belanja pemerintah menjadi pendorong utama pertumbuhan menjelang akhir tahun. Jokowi menilai pada situasi ekonomi saat ini yang dibutukan ialah peredaran uang makin banyak di masyarakat. Itu berasal dari konsumsi dan belanja pemerintah.

Hal itu dikatakan Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) secara virtual pada Rabu (18/11/2020).

Baca Juga: Jokowi Ingin Sektor Pangan Dikembangkan Lebih Inovatif

"Untuk pengadaan barang dan jasa yang praktis tinggal sampai 22 Desember 2020 harus betul-betul kita belanjakan sesuai dengan rencana baik dari ABPN maupun APBD yang ada," kata Jokowi.

Jokowi pun menyesalkan masih adanya sejumlah kementerian maupun lembaga yang penyerapan anggarannya masih rendah. Seperti diketahui total realisasi nilai belanja pada 2020 belum mencapai 50 %. Nilainya hingga 9 November 2020 baru sebesar Rp289,34 triliun dari nilai Rp1.027,1 triliun.

"Ini bulan November. Tinggal sebulan. Ingat tanggal 22 Desember kita sudah tutup. Masuk libur panjang akhir tahun," tegasnya.

Untuk itu, ia mendorong kepada semua pihak agar melakukan perubahan fundamental dalam pengadaan barang dan jasa. "Kita harus memiliki bukan hanya sistem pengadaan barang dan jasa yang cepat, transparan, dan akuntabel, tetapi juga dapat meningkatkan value for money dengan memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada rakyat," ucapnya.

Jokowi menilai, LKPP harus banyak melakukan terobosan terutama dengan memanfaatkan teknologi super modern. "Bangun sistem pengadaan yang real time. Lakukan transformasi ke arah 100% e-procurement. Lalu manfaatkan teknologi untuk memanfaatkan fasilitas pengolahan data pengadaan agar lebih cepat," ujarnya.

Dengan bantuan teknologi-teknologi terkini diharapkan akan bisa memonitor secara real time nilai realisasi transaksi yang dilakukan setiap kementerian, lembaga, pemerintah daerah.

Baca Juga

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Ekonomi Indonesia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,800.27 3,762.36
British Pound GBP 1.00 19,180.14 18,985.06
China Yuan CNY 1.00 2,176.95 2,154.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,252.91 14,111.09
Dolar Australia AUD 1.00 10,591.34 10,484.54
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.73 1,820.41
Dolar Singapura SGD 1.00 10,686.74 10,574.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,308.73 17,133.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,505.39 3,466.25
Yen Jepang JPY 100.00 13,729.80 13,586.65
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5810.483 -12.459 705
2 Agriculture 1349.078 -33.127 24
3 Mining 1757.336 10.549 47
4 Basic Industry and Chemicals 905.302 0.979 80
5 Miscellanous Industry 1017.388 9.189 53
6 Consumer Goods 1875.745 -1.791 60
7 Cons., Property & Real Estate 381.217 -4.442 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 963.016 -5.222 79
9 Finance 1308.754 -5.995 93
10 Trade & Service 705.473 1.953 174
No Code Prev Close Change %
1 POLA 75 101 26 34.67
2 SMMT 90 121 31 34.44
3 ICON 54 72 18 33.33
4 FIRE 820 1,025 205 25.00
5 IRRA 925 1,155 230 24.86
6 PCAR 390 486 96 24.62
7 CASS 222 276 54 24.32
8 ARTO 3,300 4,050 750 22.73
9 FITT 58 70 12 20.69
10 SOCI 145 174 29 20.00
No Code Prev Close Change %
1 KOTA 186 173 -13 -6.99
2 BOLT 790 735 -55 -6.96
3 RELI 434 404 -30 -6.91
4 JSKY 264 246 -18 -6.82
5 PTIS 162 151 -11 -6.79
6 DIVA 2,210 2,060 -150 -6.79
7 ARII 444 414 -30 -6.76
8 DFAM 240 224 -16 -6.67
9 ARGO 1,800 1,680 -120 -6.67
10 CBMF 600 560 -40 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 ADRO 1,375 1,435 60 4.36
2 BBRI 4,400 4,300 -100 -2.27
3 TLKM 3,300 3,250 -50 -1.52
4 ELSA 364 370 6 1.65
5 TRIN 212 222 10 4.72
6 KAEF 3,500 3,550 50 1.43
7 IRRA 925 1,155 230 24.86
8 PPRO 108 105 -3 -2.78
9 BBKP 332 332 0 0.00
10 BUMI 71 68 -3 -4.23