Portal Berita Ekonomi Jum'at, 04 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:30 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 46,40 USD/barel.
  • 13:28 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 49,74 USD/barel.
  • 13:26 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Euro pada level 1,2155 USD/EUR.
  • 13:25 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Poundsterling pada level 1,3456 USD/GBP.
  • 13:24 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Yen pada level 103,89 JPY/USD.
  • 13:23 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.841 USD/troy ounce.

BNI-AM Prediksi Ekonomi dan Pasar Modal 2021 Lebih Bergejolak

BNI-AM Prediksi Ekonomi dan Pasar Modal 2021 Lebih Bergejolak
WE Online, Jakarta -

Kondisi perekonomian  domestik dan global di 2021 diprediksikan akan memasuki tahap recovery, meski masih melambat karena masih ada potensi terjadinya second wave tercermin dari situasi pandemi yang masih menyebar dan meningkat di beberapa negara.

Banyak negara menunjukkan slowed reopening dan beberapa negara lainnya partial lockdown. Khusus China yang berhasil menahan virus dan recovery menuju level pre-Covid. Baca Juga: BNI Syariah Bidik Penjualan Sukuk Tabungan ST007 Rp75 Miliar

Sementara itu sentimen positif terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS ke 46 memicu ekspektasi trade policy yang lebih baik karena hubungan perdagangan internasional yang akan lebih dapat diprediksi akan memberikan benefit pada China dan negara dengan ketergantungan ekspor yang tinggi seperti Korea dan Singapore. 

Disamping itu pemerintah Biden masih mendukung kenaikan stimulus fiskal dan suku bunga rendah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonominya yang terpuruk akibat pandemi Covid-19, sehingga di sisi lain berdampak positif bagi emerging market karena akan mendorong investor untuk memburu yield yang lebih tinggi ke sana.  Baca Juga: Bantu Nasabah Terdampak Covid-19, BNI Restrukturisasi Kredit Rp122 Triliun

Hal di atas merupakan pointer presentasi yang disampaikan pembicara di acara BNI-AM Market Outlook 2021 yang diselenggarakan secara virtual dari 17 hingga 19 November 2020. 

Acara ini diselenggarakan PT BNI Asset Management (BNI-AM) dengan tema “Resilience to Counter Economic Turbulence” dalam rangka memberikan apresiasi dan update perkembangan pasar kepada para nasabahnya.

Tema ini dipilih dengan pertimbangan bahwa prediksi ekonomi dan pasar modal di tahun 2021 akan lebih menantang dan bergejolak dibandingkan tahun 2020 sehingga diperlukan informasi yang akurat dan komprehensif untuk menghadapinya.  

Proyeksi ekonomi dunia direvisi menjadi -4,4% pada tahun 2020 (sumber IMF), recovery diestimasi berlanjut di kuartal 4 tahun ini hingga tahun 2021. Kebijakan penerapan protokol Covid-19 hingga risiko kesehatan nampaknya belum berakhir hingga masa pendistribusian vaksin dapat merata menjangkau segenap lapisan masyarakat. 

Hal ini mendorong downgrade estimasi pertumbuhan ekonomi di 2021 dari proyeksi sebelumnya menjadi 5,2% (-0,2%) di tahun 2021. 

Suku bunga diproyeksikan masih bertahan di level rendah (low rate environment), namun stimulus masih dibutuhkan untuk mendorong pemulihan ekonomi menjadi background makro di tahun 2020-2021. 

Hal ini mendorong risiko beban hutang dari negara di Emerging Market di masa mendatang. Tingkat unemployment rate mengalami peningkatan di 2020 dan akan berlanjut di tahun 2021 bila risiko pandemi tidak segera berakhir, sehingga menjadi risiko global supply dalam jangka menengah 

“Memasuki tahun 2021, kami melihat kondisi dalam negeri akan sedikit mengalami inflasi yang sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 seiring meningkatnya penyaluran stimulus pemerintah. Kebijakan suku bunga Bank Indonesia relatif bertahan di level 3,75-4% seiring level inflasi yang mulai meningkat namun masih ada potensi penurunan suku bunga sebesar 25-50 bps dari level saat ini," ujar Putut Endro Andanawarih, Presiden Direktur BNI Asset Management, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/11/2020).

Ditambahkannya, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada level 4 - 5,1% (upside risk di 6%) pada tahun 2021, didorong oleh gradual recovery dari re-opening economy, khususnya bila vaksin sudah dapat terdistribusi. 

Baca Juga

Tag: PT BNI Asset Management (BNI AM), Ekonomi Indonesia

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Kredit Foto: Dok. Panpel Wabinar

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,800.27 3,762.36
British Pound GBP 1.00 19,180.14 18,985.06
China Yuan CNY 1.00 2,176.95 2,154.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,252.91 14,111.09
Dolar Australia AUD 1.00 10,591.34 10,484.54
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.73 1,820.41
Dolar Singapura SGD 1.00 10,686.74 10,574.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,308.73 17,133.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,505.39 3,466.25
Yen Jepang JPY 100.00 13,729.80 13,586.65
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5822.942 8.955 705
2 Agriculture 1382.205 50.811 24
3 Mining 1746.787 22.472 47
4 Basic Industry and Chemicals 904.323 -1.116 80
5 Miscellanous Industry 1008.199 -13.656 53
6 Consumer Goods 1877.536 -11.029 60
7 Cons., Property & Real Estate 385.659 0.493 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 968.238 -1.335 79
9 Finance 1314.749 8.115 93
10 Trade & Service 703.520 -1.339 174
No Code Prev Close Change %
1 POLA 56 75 19 33.93
2 HKMU 84 109 25 29.76
3 WOWS 63 79 16 25.40
4 ABMM 850 1,045 195 22.94
5 BUMI 59 71 12 20.34
6 BAYU 1,020 1,200 180 17.65
7 SSMS 780 915 135 17.31
8 FIRE 700 820 120 17.14
9 MBTO 86 100 14 16.28
10 AISA 298 344 46 15.44
No Code Prev Close Change %
1 KOTA 200 186 -14 -7.00
2 MPRO 1,730 1,610 -120 -6.94
3 TRIM 116 108 -8 -6.90
4 SINI 378 352 -26 -6.88
5 HITS 500 466 -34 -6.80
6 KIOS 148 138 -10 -6.76
7 INDR 3,120 2,910 -210 -6.73
8 DMAS 268 250 -18 -6.72
9 VICO 90 84 -6 -6.67
10 VRNA 105 98 -7 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 PPRO 109 108 -1 -0.92
2 ANTM 1,245 1,255 10 0.80
3 AGRO 605 660 55 9.09
4 TINS 1,135 1,225 90 7.93
5 GIAA 416 436 20 4.81
6 WSBP 228 242 14 6.14
7 BBRI 4,300 4,400 100 2.33
8 WSKT 1,135 1,165 30 2.64
9 HKMU 84 109 25 29.76
10 HMSP 1,655 1,665 10 0.60