Portal Berita Ekonomi Kamis, 03 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:19 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,74% pada level 26.728.
  • 16:18 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,76% pada level 2.696.
  • 16:18 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,03% pada level 26.809.
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,21% pada level 3.442.
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,28% pada level 2.818.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,06% pada level 6.466.
  • 16:16 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Yuan pada level 6,5590 CNY/USD.
  • 16:15 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,11% terhadap Dollar AS pada level 14.140 IDR/USD.

Film Baru Bikinan Prancis yang Penuh Konspirasi Tuai Banyak Kritik, Soal Apa?

Film Baru Bikinan Prancis yang Penuh Konspirasi Tuai Banyak Kritik, Soal Apa?
WE Online, Paris -

Sebuah film baru di Prancis menjadi kontroversial setelah menuai banyak kritikan lantaran menampilkan dan mempromosikan teori konspirasi tentang pandemi Covid-19. Sejumlah politisi Prancis dan organisasi non-pemerintah mengecam film berjudul Hold Up, yang mengklaim mengungkapkan kesalahan yang dibuat oleh para otoritas publik tertinggi.

Film tersebut dikatakan secara keliru menyimpulkan bahwa sebuah alur konspirasi global telah dibentuk oleh para elit dunia terhadap warga dunia melalui pandemi. Sebagian besar dari klaim-klaim yang ditampilkan dalam film tersebut telah banyak dibantah oleh para pemeriksa fakta.

Baca Juga: Gegara Lidah Tajam Macron, Islamofobia Mengakar dan Muslim Prancis Dikorbankan

Dalam satu contoh, film tersebut menunjukkan bahwa Prancis tidak menerapkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan WHO tidak mengatakan bahwa setiap orang harus memakai masker.

Padahal sebelumnya, anjuran kesehatan terbaru WHO, yang diperbarui pada 20 Oktober 2020, mengimbau warga untuk menjadikan pemakaian masker sebagai hal yang biasa saat berada di sekitar orang lain.

Pada Juni lalu, WHO juga menyarankan pemerintah untuk mendorong pemakaian masker oleh masyarakat umum dalam situasi dan tempat tertentu, sebagai bagian dari pendekatan komprehensif untuk memerangi penularan virus corona.

Wakil presiden partai La Republique En Marche! (LREM), Coralie Dubost, memimpin kecaman terhadap film tersebut dan merupakan kontributor. LREM adalah partai Emmanuel Macron.

"Film Hold Up' bukanlah sebuah dokumenter, bukan pula jurnalisme, itu adalah propaganda konspirasi anggaran blockbuster (film yang sukses dan populer secara finansial)," demikian unggahan Dubost melalui Twitter, dilansir di Euronews, Rabu (18/11/2020).

Politisi lainnya, Laetitia Avia, juga menggambarkan proyek tersebut sebagai sesuatu yang 'luar biasa' dan 'berita palsu tentang berita palsu'.

"Kami bisa menertawakannya jika situasinya tidak begitu serius," demikian unggahan Avia melalui Twitter pada Kamis.

Politisi dan selebriti lain di Prancis telah mempromosikan film tersebut, dan mengkritik pemerintah atas kebijakan terkait kesehatannya selama pandemi. Film Hold Up diluncurkan pada Agustus 2020 melalui kampanye penggalangan dana di Ulule, yang bertujuan untuk mengumpulkan lebih dari 180.000 Euro untuk produksi film tersebut.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Film, Prancis

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Kredit Foto: Antara/REUTERS/Eric Gaillard

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,798.93 3,761.03
British Pound GBP 1.00 19,050.85 18,858.47
China Yuan CNY 1.00 2,171.50 2,149.70
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,247.89 14,106.12
Dolar Australia AUD 1.00 10,556.26 10,449.81
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,837.99 1,819.65
Dolar Singapura SGD 1.00 10,649.44 10,539.54
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,262.74 17,089.56
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,498.13 3,459.93
Yen Jepang JPY 100.00 13,638.26 13,501.26
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5822.942 8.955 705
2 Agriculture 1382.205 50.811 24
3 Mining 1746.787 22.472 47
4 Basic Industry and Chemicals 904.323 -1.116 80
5 Miscellanous Industry 1008.199 -13.656 53
6 Consumer Goods 1877.536 -11.029 60
7 Cons., Property & Real Estate 385.659 0.493 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 968.238 -1.335 79
9 Finance 1314.749 8.115 93
10 Trade & Service 703.520 -1.339 174
No Code Prev Close Change %
1 POLA 56 75 19 33.93
2 HKMU 84 109 25 29.76
3 WOWS 63 79 16 25.40
4 ABMM 850 1,045 195 22.94
5 BUMI 59 71 12 20.34
6 BAYU 1,020 1,200 180 17.65
7 SSMS 780 915 135 17.31
8 FIRE 700 820 120 17.14
9 MBTO 86 100 14 16.28
10 AISA 298 344 46 15.44
No Code Prev Close Change %
1 KOTA 200 186 -14 -7.00
2 MPRO 1,730 1,610 -120 -6.94
3 TRIM 116 108 -8 -6.90
4 SINI 378 352 -26 -6.88
5 HITS 500 466 -34 -6.80
6 KIOS 148 138 -10 -6.76
7 INDR 3,120 2,910 -210 -6.73
8 DMAS 268 250 -18 -6.72
9 VICO 90 84 -6 -6.67
10 VRNA 105 98 -7 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 PPRO 109 108 -1 -0.92
2 ANTM 1,245 1,255 10 0.80
3 AGRO 605 660 55 9.09
4 TINS 1,135 1,225 90 7.93
5 GIAA 416 436 20 4.81
6 WSBP 228 242 14 6.14
7 BBRI 4,300 4,400 100 2.33
8 WSKT 1,135 1,165 30 2.64
9 HKMU 84 109 25 29.76
10 HMSP 1,655 1,665 10 0.60