Portal Berita Ekonomi Jum'at, 04 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:03 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,07% pada level 26.748.
  • 09:02 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka melemah 0,41% pada level 3.427.
  • 09:02 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka menguat 0,14% pada level 2.826.
  • 09:01 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Yuan pada level 6,5508 CNY/USD.
  • 08:29 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup menguat 0,23% pada level 12.377.
  • 08:29 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 45,92 USD/barel.
  • 08:28 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 49,01 USD/barel.
  • 08:28 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Euro pada level 1,2150 USD/EUR.
  • 08:27 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Poundsterling pada level 1,3457 USD/GBP.
  • 08:27 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,29% pada level 29.969.
  • 08:26 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka menguat 1,34% pada level 2.732.
  • 08:25 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup melemah 0,06% pada level 3.666.
  • 08:25 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka melemah 0,14% pada level 26.772.
  • 08:24 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup menguat 0,42% pada level 6.490.
  • 08:24 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Yen pada level 103,79 JPY/USD.

Pasukan Khusus Australia Diduga Bunuh 39 Tahanan Afghanistan

Pasukan Khusus Australia Diduga Bunuh 39 Tahanan Afghanistan
WE Online, Sydney -

Australia mengatakan 19 tentara dan mantan tentara mereka berpotensi dituntut secara pidana karena diduga membunuh 39 penduduk Afghanistan, sebagian besar dari mereka telah ditangkap dan tidak bersenjata.

Merinci temuan dari penyelidikan yang telah lama ditunggu-tunggu tentang perilaku personel pasukan khusus Australia di Afghanistan antara tahun 2005 dan 2016, Jenderal Angus John Campbell mengatakan mempunyai informasi yang dapat dipercaya dari 39 pembunuhan di luar hukum oleh 25 personel Pasukan Khusus Australia dalam 23 insiden terpisah.

Baca Juga: Waspadai Armada Xi Jinping, Jepang Gandeng Kekuatan Australia

Campbell mengatakan semua pembunuhan itu berada di luar "panasnya pertempuran."

"Hasil penyelidikan ini menduga terjadi pelanggaran paling serius atas tingkah laku militer dan nilai-nilai profesional," kata Campbell kepada wartawan di Canberra.

"Pembunuhan di luar hukum, terhadap warga sipil dan tahanan tidak pernah dapat diterima," tegasnya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/11/2020).

Laporan itu mengatakan mayoritas dari mereka yang terbunuh, termasuk tahanan, petani dan penduduk lokal Afghanistan lainnya, ditangkap ketika mereka dibunuh dan karenanya dilindungi oleh hukum internasional.

Akibatnya, Campbell mengatakan, 19 anggota dan mantan militer Australia akan dirujuk ke penyelidik khusus yang akan segera ditunjuk untuk menentukan apakah ada cukup bukti untuk dilakukannya penuntutan.

Menteri Pertahanan Australia Linda Reynolds pekan lalu mengatakan bahwa Canberra telah diberitahu bahwa penuntutan lokal akan meniadakan dakwaan di Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison sebelumnya telah memperingatkan bahwa laporan itu akan mencakup "berita sulit dan berat bagi warga Australia", tetapi hanya sedikit yang mengharapkan pengungkapan yang paling mengejutkan.

Sementara laporan itu dihapus secara besar-besaran, termasuk tuduhan bahwa personel pasukan khusus senior memerintahkan pembunuhan orang-orang Afghanistan yang tidak bersenjata.

"Ada informasi yang dapat dipercaya bahwa tentara junior diminta oleh komandan patroli mereka untuk menembak seorang tahanan, untuk mendapatkan pembunuhan pertama prajurit tersebut, dalam praktik yang dikenal sebagai 'blooding'," bunyi laporan itu.

"Begitu seseorang terbunuh, mereka yang diduga bertanggung jawab akan melakukan adegan perkelahian dengan senjata atau peralatan asing untuk membenarkan tindakan mereka," laporan itu menyimpulkan.

Tindakan tersebut tidak segera terungkap karena apa yang disimpulkan oleh laporan itu sebagai budaya kerahasiaan dan kompartementalisasi di mana informasi disimpan dan dikendalikan dalam patroli.

Laporan Australia merekomendasikan Canberra untuk memberi kompensasi kepada keluarga korban bahkan tanpa penuntutan yang berhasil.

Scott Morrison telah berbicara dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menjelang laporan tersebut dirilis, kata sumber yang mengetahui percakapan tersebut.

Australia telah menempatkan pasukan di Afghanistan sejak 2002 sebagai bagian dari koalisi pimpinan AS yang memerangi milisi Taliban.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Australia, Afghanistan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Kredit Foto: Getty Images

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,800.27 3,762.36
British Pound GBP 1.00 19,180.14 18,985.06
China Yuan CNY 1.00 2,176.95 2,154.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,252.91 14,111.09
Dolar Australia AUD 1.00 10,591.34 10,484.54
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.73 1,820.41
Dolar Singapura SGD 1.00 10,686.74 10,574.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,308.73 17,133.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,505.39 3,466.25
Yen Jepang JPY 100.00 13,729.80 13,586.65
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5822.942 8.955 705
2 Agriculture 1382.205 50.811 24
3 Mining 1746.787 22.472 47
4 Basic Industry and Chemicals 904.323 -1.116 80
5 Miscellanous Industry 1008.199 -13.656 53
6 Consumer Goods 1877.536 -11.029 60
7 Cons., Property & Real Estate 385.659 0.493 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 968.238 -1.335 79
9 Finance 1314.749 8.115 93
10 Trade & Service 703.520 -1.339 174
No Code Prev Close Change %
1 POLA 56 75 19 33.93
2 HKMU 84 109 25 29.76
3 WOWS 63 79 16 25.40
4 ABMM 850 1,045 195 22.94
5 BUMI 59 71 12 20.34
6 BAYU 1,020 1,200 180 17.65
7 SSMS 780 915 135 17.31
8 FIRE 700 820 120 17.14
9 MBTO 86 100 14 16.28
10 AISA 298 344 46 15.44
No Code Prev Close Change %
1 KOTA 200 186 -14 -7.00
2 MPRO 1,730 1,610 -120 -6.94
3 TRIM 116 108 -8 -6.90
4 SINI 378 352 -26 -6.88
5 HITS 500 466 -34 -6.80
6 KIOS 148 138 -10 -6.76
7 INDR 3,120 2,910 -210 -6.73
8 DMAS 268 250 -18 -6.72
9 VICO 90 84 -6 -6.67
10 VRNA 105 98 -7 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 PPRO 109 108 -1 -0.92
2 ANTM 1,245 1,255 10 0.80
3 AGRO 605 660 55 9.09
4 TINS 1,135 1,225 90 7.93
5 GIAA 416 436 20 4.81
6 WSBP 228 242 14 6.14
7 BBRI 4,300 4,400 100 2.33
8 WSKT 1,135 1,165 30 2.64
9 HKMU 84 109 25 29.76
10 HMSP 1,655 1,665 10 0.60