Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,13% pada level 26.486.
  • 17:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,92% pada level 2.602.
  • 17:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,09% pada level 3.414.
  • 17:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 1,27% pada level 2.848.
  • 17:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,25% pada level 6.367.
  • 17:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yuan pada level 6,5655 CNY/USD.
  • 17:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,11% terhadap Dollar AS pada level 14.149 IDR/USD.

Pakai Senjata Microwave, China Mau Patahkan Dominasi India

Pakai Senjata Microwave, China Mau Patahkan Dominasi India
WE Online, Beijing -

China mengklaim telah menggunakan senjata microwave atau gelombang mikro saat menghadapi tentara India di perbatasan yang disengketakan kedua negara di Himalaya. Senjata itu disebut telah membuat tentara India muntah-muntah dan melarikan diri dari posisi yang mereka tempati.

Klaim itu diumumkan surat kabar The Times pada Selasa (17/11/2020) mengutip ceramah dari Jin Canrong, seorang Profesor Hubungan Internasional di Universitas Renmin di Beijing, China.

Baca Juga: Gak Pedulikan China, AS dan India Mantap Latihan Militer Bareng

Dia dilaporkan mengklaim bahwa pada 29 Agustus pasukan India yang maju menghadapi pasukan China di wilayah perbatasan di Himalaya dipukul mundur setelah China mengubah puncak gunung tersebut menjadi oven microwave.

"Dalam 15 menit, mereka yang menempati puncak bukit semuanya mulai muntah," kata Jin Canrong sebagaimana dilansir RT. “Mereka tidak bisa berdiri, jadi mereka lari. Begitulah cara kami merebut kembali posisi tersebut. "

“Kami tidak mempublikasikannya karena kami menyelesaikan masalah dengan indah,” katanya. "Mereka tidak mempublikasikannya juga karena mereka kalah dengan sangat menyedihkan."

Senjata gelombang mikro menembakkan pulsa atau sinar elektromagnetik frekuensi tinggi yang menyebabkan sensasi nyeri dengan memanaskan permukaan kulit.

Militer India dengan tegas menolak klaim tersebut, menyebutnya "tidak berdasar" karena "tidak ada insiden seperti itu yang terjadi". Angkatan Darat India juga menyebut berita dari The Times sebagai “berita palsu”.

Saluran NDTV mengutip seorang pejabat India yang selanjutnya menepis cerita tentang China yang diduga menggunakan senjata microwave melawan pasukan India sebagai "psyop murni dan malang dari China."

Pemerintah India sebelumnya menuduh Beijing membuat "gerakan militer provokatif" pada 29 Agustus malam dan mengatakan mengambil tindakan untuk "menggagalkan" upaya China mengubah perbatasan de facto.

Seorang juru bicara pemerintah China, Zhao Lijian, membantah klaim tersebut, dengan mengatakan bahwa pasukan China tidak pernah melintasi perbatasan.

Pada Juni, dua negara besar Asia itu terlibat dalam kebuntuan kekerasan di daerah sengketa di Himalaya, di mana 20 tentara India tewas dan puluhan lainnya terluka. China mengakui bahwa ada korban di kedua belah pihak tetapi tidak mengungkapkan jumlahnya. Setelah bentrokan berdarah, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan deeskalasi.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: China (Tiongkok), India, Militer

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Danish Ismail

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,795.45 3,757.58
British Pound GBP 1.00 18,966.47 18,774.93
China Yuan CNY 1.00 2,170.87 2,148.29
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,234.82 14,093.18
Dolar Australia AUD 1.00 10,422.74 10,311.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,836.06 1,817.75
Dolar Singapura SGD 1.00 10,607.96 10,500.06
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,903.85 16,734.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,482.95 3,444.92
Yen Jepang JPY 100.00 13,720.31 13,582.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5652.764 81.108 705
2 Agriculture 1242.319 3.909 24
3 Mining 1605.038 42.110 47
4 Basic Industry and Chemicals 863.060 26.748 80
5 Miscellanous Industry 1019.264 10.676 53
6 Consumer Goods 1867.172 10.917 60
7 Cons., Property & Real Estate 358.681 5.810 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 959.287 24.113 79
9 Finance 1285.741 12.086 93
10 Trade & Service 666.726 8.434 174
No Code Prev Close Change %
1 RELI 266 332 66 24.81
2 SMBR 645 795 150 23.26
3 MTSM 184 226 42 22.83
4 GGRP 342 420 78 22.81
5 SKLT 1,425 1,710 285 20.00
6 AKPI 314 370 56 17.83
7 ENRG 60 70 10 16.67
8 YPAS 350 408 58 16.57
9 FORU 98 114 16 16.33
10 INDY 1,170 1,360 190 16.24
No Code Prev Close Change %
1 PPGL 220 198 -22 -10.00
2 KMDS 492 458 -34 -6.91
3 BRAM 5,100 4,750 -350 -6.86
4 YULE 350 326 -24 -6.86
5 NICK 322 300 -22 -6.83
6 TAMA 179 167 -12 -6.70
7 PGLI 240 224 -16 -6.67
8 GLVA 394 368 -26 -6.60
9 RONY 274 256 -18 -6.57
10 CSMI 540 505 -35 -6.48
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,030 1,070 40 3.88
2 TLKM 3,220 3,320 100 3.11
3 SMBR 645 795 150 23.26
4 PPRO 67 70 3 4.48
5 BRPT 955 1,045 90 9.42
6 BBNI 5,675 5,900 225 3.96
7 FREN 68 70 2 2.94
8 BBRI 4,020 4,080 60 1.49
9 ADHI 920 1,025 105 11.41
10 ANTM 1,210 1,255 45 3.72