Portal Berita Ekonomi Jum'at, 27 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,56% pada level 26.819.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,94% pada level 2.625.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,91% pada level 26.537.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,22% pada level 3.369.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,64% pada level 2.851.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,28% pada level 6.373.
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Yuan pada level 6,5769 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,31% terhadap Dollar AS pada level 14.100 IDR/USD.

Sorotan Dunia terhadap KEL karena Isu Ekpansi Sawit, Ini Komitmen Wilmar

Sorotan Dunia terhadap KEL karena Isu Ekpansi Sawit, Ini Komitmen Wilmar
WE Online, Jakarta -

PT Multimas Nabati Asahan, anak perusahaan Wilmar International bekerja sama dengan pemerintah dan mitranya, mengadakan worskhop virtual bertema "Perlindungan terhadap Leuser melalui Kebijakan NDPE" yang ditujukan bagi pemasoknya di wilayah Leuser.

Acara yang diikuti 26 pemasok yang beroperasi dalam jarak 50 km dari Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di Sumatera Utara tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa semua pemasok Wilmar di sekitar kawasan lindung tersebut dapat menerapkan dan mempraktikkan komitmen Nol Deforestasi, Nol Gambut, Nol Eksploitasi (NDPE) Wilmar.

Baca Juga: Tantangan Industri Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia

Berdasarkan survei tahun 2020 oleh Forum Konservasi Leuser (FKL), KEL merupakan kawasan lindung seluas 2,6 juta hektare dan menjadi habitat terbesar bagi 21 spesies mamalia, 65 spesies burung, dan 109 spesies tumbuhan berkayu di Sumatera. KEL juga merupakan satu-satunya tempat di dunia di mana terdapat populasi orang utan, badak, gajah, dan harimau hidup yang berdampingan di alam liar.

Namun, KEL telah menjadi sorotan dunia karena isu perambahan dari ekspansi perkebunan kelapa sawit yang membutuhkan tindakan segera dan berkelanjutan. Terkait hal tersebut, Wilmar telah mengembangkan Alat Pelaporan Pemasok Leuser (Leuser Supplier Reporting Tool) untuk membantu dan menyelaraskan praktik bisnis pemasok dengan komitmen NDPE. Materi penilaian disusun dalam bentuk kuesioner yang mencakup kebijakan keberlanjutan dan kemampu-telusuran rantai pasok (traceability).

Head of Sustainability Wilmar untuk Indonesia, Pujuh Kurniawan, mengatakan, "Kami berkomitmen untuk bertransformasi di tingkat rantai pasokan, terutama di Kawasan Ekosisterm Leuser melalui Pendekatan Proaktif Pemasok (Supplier Proactive Approach), seperti Penilaian Mandiri Pemasok (Supplier Self-Assessment) dan Workshop Pemasok Wilmar."

Perwakilan Dewan Pembina FKL, Rudi Putra, menyatakan bahwa beberapa upaya dapat dilakukan untuk menjaga KEL, yaitu dengan menerapkan NDPE, menetapkan dan menjaga high conservation value (HCV) dan high carbon stock (HCS) untuk tujuan konservasi, serta perkebunan yang bertanggung jawab sosial.

"Bagi industri kelapa sawit, menjaga KEL dapat ditempuh dengan memastikan rantai pasok kelapa sawit tidak berasal dari kawasan hutan, pelaku deforestasi, dan terlibat konflik sosial. Industri dapat berkontribusi dengan menerapkan pengolahan yang tidak mencemari lingkungan," ungkap Rudi.

Baca Juga

Tag: Agribisnis, Sawit

Penulis: Ellisa Agri Elfadina

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Wahdi Septiawan

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,786.34 3,748.56
British Pound GBP 1.00 19,013.25 18,821.25
China Yuan CNY 1.00 2,162.10 2,140.42
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,200.65 14,059.35
Dolar Australia AUD 1.00 10,454.52 10,347.68
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,832.11 1,813.85
Dolar Singapura SGD 1.00 10,610.96 10,499.10
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,932.86 16,762.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,480.55 3,442.54
Yen Jepang JPY 100.00 13,612.59 13,470.68
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5759.916 80.669 705
2 Agriculture 1231.325 -1.049 24
3 Mining 1637.002 32.633 47
4 Basic Industry and Chemicals 895.382 24.112 80
5 Miscellanous Industry 1009.041 15.971 53
6 Consumer Goods 1874.319 16.407 60
7 Cons., Property & Real Estate 368.617 5.657 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 987.173 31.451 79
9 Finance 1307.148 9.800 93
10 Trade & Service 690.456 6.771 174
No Code Prev Close Change %
1 ABBA 55 74 19 34.55
2 PNSE 790 980 190 24.05
3 KAYU 61 75 14 22.95
4 DAYA 398 488 90 22.61
5 ACST 230 282 52 22.61
6 VIVA 50 61 11 22.00
7 ALKA 252 306 54 21.43
8 TGRA 102 123 21 20.59
9 BCIP 55 66 11 20.00
10 SONA 5,400 6,325 925 17.13
No Code Prev Close Change %
1 FORU 100 93 -7 -7.00
2 EPAC 172 160 -12 -6.98
3 SKLT 1,600 1,490 -110 -6.88
4 TRIM 117 109 -8 -6.84
5 HITS 498 464 -34 -6.83
6 TIFA 442 412 -30 -6.79
7 CBMF 595 555 -40 -6.72
8 NFCX 1,720 1,605 -115 -6.69
9 RONY 240 224 -16 -6.67
10 BKSL 60 56 -4 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 3,280 3,470 190 5.79
2 IMAS 1,175 1,180 5 0.43
3 DOID 300 342 42 14.00
4 KBAG 54 51 -3 -5.56
5 ACST 230 282 52 22.61
6 TOWR 1,045 1,075 30 2.87
7 BBRI 4,320 4,290 -30 -0.69
8 BUMI 72 76 4 5.56
9 MEDC 474 515 41 8.65
10 PPRO 102 98 -4 -3.92