Portal Berita Ekonomi Kamis, 26 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:29 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup negatif 0,64% pada level 6.391.
  • 08:29 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,13% terhadap Yen pada level 104,32 JPY/USD.
  • 08:28 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.811 USD/troy ounce.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,31% pada level 26.669.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,19% pada level 3.362.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,94% pada level 2.864.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,17% terhadap Yuan pada level 6,5802 CNY/USD.
  • 16:01 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,08% terhadap Dollar AS pada level 14.144 IDR/USD.

Riset EIU: Tekanan Harga Belum Akan Reda Hingga 2021

Riset EIU: Tekanan Harga Belum Akan Reda Hingga 2021
WE Online, Jakarta -

Hasil riset The Economist Intelligence Unit (The EIU) menyebutkan, tekanan terhadap harga-harga barang dan jasa diperkirakan akan berlanjut hingga 2021. Hal ini akan berimbas pada penurunan aktivitas pengeluaran.

"Meskipun banyak yang akan bergantung pada jalannya pandemi, kami memperkirakan banyak dari tren harga di atas akan berlanjut hingga 2021. Dengan ekonomi global yang tidak mungkin kembali ke tingkat sebelum pandemi, pengeluaran akan tetap dibatasi dan harga berada di bawah tekanan," kata Head of Worldwide Cost of Living The EIU, Upasana Dutt, pada Rabu (18/11/2020).

Baca Juga: Sayonara! Singapura Tak Lagi Jadi Kota Termahal

Upasana mengungkapkan, banyak konsumen akan memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan pokok, hiburan rumah, dan akses internet. Sementara, barang-barang mahal serta pakaian dan rekreasi di luar rumah belum menjadi prioritas.

"Harga laptop dan smartphone juga akan menanggung beban perang tarif. Sementara, barang impor akan tetap rentan terhadap fluktuasi mata uang. Kami berharap penjualan online akan terus meningkatkan pangsa mereka dari total penjualan eceran pada tahun 2021. Namun, pengecer online akan kesulitan untuk menemukan sumber pendapatan baru dan akan mengandalkan persaingan harga untuk meningkatkan volume," ucapnya.

Maka dari itu, bagi perusahaan konsumen yang ingin membuat strategi penetapan harga harus mengevaluasi apakah kerja jarak jauh akan menjadi tren sementara atau permanen di pasar mereka. "Karena ini akan menentukan bagaimana mereka mengemas atau menjual produk," katanya.

Menurut dia, strategi penetapan harga dan penjualan akan ditentukan oleh aturan penguncian. Jika hanya ritel penting yang diizinkan, tujuan belanja serba ada yang kompetitif, termasuk pasar online (seperti Tmall, Shopee, dan Amazon) dan superstore dunia nyata (seperti Walmart, Costco, dan Carrefour) akan berhasil.

Hingga saat ini, kata dia, retail online telah mengambil bagian dari merek internasional. Namun, keunggulan tersebut kini sedang terkikis. "Penjualan langsung ke pelanggan akan memberi perusahaan melakukan kontrol yang lebih baik atas harga dan inventaris. Bekerja sama dengan pengecer dengan kehadiran omnichannel akan menjadi kunci bagi pembuat barang dalam kemasan," pungkasnya.

Baca Juga

Tag: Bisnis, Ritel

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Raisan Al Farisi

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,797.09 3,758.81
British Pound GBP 1.00 19,025.86 18,835.14
China Yuan CNY 1.00 2,163.81 2,142.22
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,239.85 14,098.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,476.26 10,370.61
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,837.04 1,818.74
Dolar Singapura SGD 1.00 10,614.87 10,505.34
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,949.69 16,775.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,484.18 3,446.98
Yen Jepang JPY 100.00 13,621.44 13,482.03
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5679.247 -21.782 705
2 Agriculture 1232.374 -11.252 24
3 Mining 1604.369 4.003 47
4 Basic Industry and Chemicals 871.270 -4.093 80
5 Miscellanous Industry 993.070 -28.972 53
6 Consumer Goods 1857.912 -21.429 60
7 Cons., Property & Real Estate 362.960 -1.422 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 955.722 -15.192 79
9 Finance 1297.348 2.322 93
10 Trade & Service 683.685 7.867 174
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 57 72 15 26.32
2 IMAS 940 1,175 235 25.00
3 BKSL 50 60 10 20.00
4 JSKY 224 268 44 19.64
5 YULE 318 380 62 19.50
6 HRME 58 69 11 18.97
7 IMJS 304 360 56 18.42
8 GGRP 400 470 70 17.50
9 DADA 60 70 10 16.67
10 ENRG 75 87 12 16.00
No Code Prev Close Change %
1 PPGL 200 186 -14 -7.00
2 KONI 430 400 -30 -6.98
3 YPAS 382 356 -26 -6.81
4 INCF 74 69 -5 -6.76
5 TIFA 474 442 -32 -6.75
6 PAMG 119 111 -8 -6.72
7 KOTA 210 196 -14 -6.67
8 ALKA 270 252 -18 -6.67
9 DAYA 426 398 -28 -6.57
10 LRNA 168 157 -11 -6.55
No Code Prev Close Change %
1 PPRO 94 102 8 8.51
2 BBCA 32,825 32,050 -775 -2.36
3 BBRI 4,200 4,320 120 2.86
4 BKSL 50 60 10 20.00
5 TLKM 3,350 3,280 -70 -2.09
6 BUMI 57 72 15 26.32
7 SMBR 985 985 0 0.00
8 ASII 5,800 5,550 -250 -4.31
9 TOWR 1,045 1,045 0 0.00
10 BBNI 5,950 6,050 100 1.68