Portal Berita Ekonomi Jum'at, 04 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:30 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 46,40 USD/barel.
  • 13:28 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 49,74 USD/barel.
  • 13:26 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Euro pada level 1,2155 USD/EUR.
  • 13:25 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Poundsterling pada level 1,3456 USD/GBP.
  • 13:24 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Yen pada level 103,89 JPY/USD.
  • 13:23 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.841 USD/troy ounce.

Ambruk, Kunjungan Wisatawan Turun 80 Persen selama Pandemi Covid-19

Ambruk, Kunjungan Wisatawan Turun 80 Persen selama Pandemi Covid-19
WE Online, Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak Maret 2020 di Tanah Air berdampak pada sejumlah sektor, termasuk pariwisata. Pandemi virus corona berdampak pada penurunan jumlah wisatawan yang sangat drastis.

Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Prabu Revolusi menyebut bahwa jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan sebesar 80 persen.

Baca Juga: Jangan Kaget Ya! Pariwisata Bakal Jadi Sektor yang Paling Sulit Pulih

"Pariwisata sektor yang paling terdampak, turunnya 80 persen. Karena pandemi, terdampak. Karena semua orang enggak boleh bergerak, semua di rumah. Kalau enggak gerak, ya mati," kata Prabu, dalam acara Jurnalisme Pariwisata di Era New Normal.

Dilanjutkan Prabu, sektor pariwisata berbeda dengan pendidikan dan ekonomi, yang masih bisa jalan dengan adanya teknologi.

“Sektor lain seperti pendidikan, ekonomi masih bisa jalan karena teknologi masih bisa membantu. Kalau pariwisata gimana caranya? Berlibur harus ada tempatnya. Sekarang orang enggak boleh bergerak. Wisatawan mancanegara enggak boleh masuk," jelas Prabu.

Di sisi lain, Sekretaris Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri menjelaskan bahwa karena pandemi COVID-19 ini, wisatawan belum banyak berwisata. Meski begitu, kata dia, tetap perlu komunikasi untuk mempromosikan destinasi di Tanah Air, namun dengan konten yang berbeda.

"Kalau lihat negara pesaing sangat gencar mereka tetap mempromosikan destinasi di negara mereka sehingga tidak hilang," jelas dia.

Lebih lanjut, Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf, Agustini Rahayu mengatakan, untuk promosi wisata, saat ini pihaknya fokus pada wisatawan Nusantara. Hal ini mengingat masih belum dibukanya pintu untuk wisatawan mancanegara karena pandemi COVID-19.

Bentuk promosi wisata yang ditekankan oleh pihaknya adalah dengan meyakinkan para wisatawan lokal bahwa destinasi di Tanah Air sudah siap untuk menghadapi new normal.

"Kita mesti meyakinkan bahwa destinasi pariwisata siap, aman dan komitmen bersama. Kalau mau jualan produk, mesti bikin produk bagus dulu. Kemudian yang perlu itu keyakinan konsumen, gaining confidence, mengembalikan kepercayaan pasar atau wisatawan itu penting," jelas Ayu.

Untuk memastikan tentang kesiapan tersebut, Kemenparekraf sudah mengeluarkan sertifikat gratis untuk destinasi wisata yang memang sudah menerapkan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability), atau yang selanjutnya disebut Panduan Pelaksanaan Kesehatan, Kebersihan dan Keselamatan untuk sektor Hotel, Restoran dan Bioskop.

"Kita buat CHSE ini, kita gencarkan sambil meyakinkan wisatawan," tambahnya.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Travel, Pariwisata, Wisatawan Mancanegara (Wisman)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Kredit Foto: Pemkab. Jembrana

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,800.27 3,762.36
British Pound GBP 1.00 19,180.14 18,985.06
China Yuan CNY 1.00 2,176.95 2,154.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,252.91 14,111.09
Dolar Australia AUD 1.00 10,591.34 10,484.54
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.73 1,820.41
Dolar Singapura SGD 1.00 10,686.74 10,574.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,308.73 17,133.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,505.39 3,466.25
Yen Jepang JPY 100.00 13,729.80 13,586.65
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5822.942 8.955 705
2 Agriculture 1382.205 50.811 24
3 Mining 1746.787 22.472 47
4 Basic Industry and Chemicals 904.323 -1.116 80
5 Miscellanous Industry 1008.199 -13.656 53
6 Consumer Goods 1877.536 -11.029 60
7 Cons., Property & Real Estate 385.659 0.493 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 968.238 -1.335 79
9 Finance 1314.749 8.115 93
10 Trade & Service 703.520 -1.339 174
No Code Prev Close Change %
1 POLA 56 75 19 33.93
2 HKMU 84 109 25 29.76
3 WOWS 63 79 16 25.40
4 ABMM 850 1,045 195 22.94
5 BUMI 59 71 12 20.34
6 BAYU 1,020 1,200 180 17.65
7 SSMS 780 915 135 17.31
8 FIRE 700 820 120 17.14
9 MBTO 86 100 14 16.28
10 AISA 298 344 46 15.44
No Code Prev Close Change %
1 KOTA 200 186 -14 -7.00
2 MPRO 1,730 1,610 -120 -6.94
3 TRIM 116 108 -8 -6.90
4 SINI 378 352 -26 -6.88
5 HITS 500 466 -34 -6.80
6 KIOS 148 138 -10 -6.76
7 INDR 3,120 2,910 -210 -6.73
8 DMAS 268 250 -18 -6.72
9 VICO 90 84 -6 -6.67
10 VRNA 105 98 -7 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 PPRO 109 108 -1 -0.92
2 ANTM 1,245 1,255 10 0.80
3 AGRO 605 660 55 9.09
4 TINS 1,135 1,225 90 7.93
5 GIAA 416 436 20 4.81
6 WSBP 228 242 14 6.14
7 BBRI 4,300 4,400 100 2.33
8 WSKT 1,135 1,165 30 2.64
9 HKMU 84 109 25 29.76
10 HMSP 1,655 1,665 10 0.60