Portal Berita Ekonomi Rabu, 25 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,39% pada level 26.588.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,58% pada level 2.617.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 2,50% pada level 26.165.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,34% pada level 3.402.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 1,15% pada level 2.881.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,62% pada level 6.373.
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,16% terhadap Yuan pada level 6,5756 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,04% terhadap Dollar AS pada level 14.155 IDR/USD.

TNI Mau Lawan Pasukan Habib Rizieq? Masak, Durian Nantang Mentimun?

TNI Mau Lawan Pasukan Habib Rizieq? Masak, Durian Nantang Mentimun?
WE Online, Jakarta -

Budayawan Sujiwo Tejo membuat pernyataan yang mengundang tanda tanya di akun Twitter-nya. Di tengah ramainya perbincangan soal pencopotan baliho raksasa bergambar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq, oleh sejumlah orang berbaju loreng hijau yang belakangan diakui atas perindah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Sujiwo Tejo tiba-tiba membuat pernyataan yang mengarah pada aksi tersebut.

"Durian jangan diperintah nantang mentimun. Menang gak kondang. Kalah malu2in. Gak ada harga. Durian baiknya dihadap2kan dengan durian dari negeri lain. Ini baru bermartabat. Harga melawan harga," kicau pria bernama lengkap Agus Hadi Sudjiwo itu, dikutip SINDOnews, Jumat (20/11/2020).

Baca Juga: Koopssus TNI Malah 'Mejeng' Dekat Markas FPI, HNW: Harusnya Fokus KKB Papua

Dirinya tidak menjelaskan apa maksud dari pernyataannya tersebut. Namun, sejumlah netizen memberikan komentar yang memang mengarah pada pencopotan baliho Habib Rizieq oleh sejumlah personel TNI.

Pernyataan budayawan yang juga dalang wayang ini mirip dengan pernyataan Politikus Partai Gerindra Fadli Zon di akun Twitter-nya, @FadliZon. "Bukan bersaing dengan negara asing, Pemerintah RI malah saingi Petamburan," kicaunya.

Lebih jauh mantan Wakil Ketua DPR itu mengatakan bahwa pencopotan baliho bukan menjadi wewenang TNI. Dia juga menyebut kembali istilah Dwifungsi ABRI yang ada pada era Orde Baru.

"Apa urusannya Pangdam Jaya memerintahkan mencopot baliho? Di luar kewenangan n tupoksi TNI. Sebaiknya jgn semakin jauh terseret politik, kecuali mau hidupkan lg 'dwifungsi ABRI' imbangi 'dwifungsi polisi'," kicau Fadli Zon.

Dalam kicauan sebelumnya, Fadli Zon juga menyebut bahwa langkah TNI mencopot baliho FPI justru merusak nama baik TNI sendiri. "Apa benar video-video ini? Kalau benar apa maksudnya? Jelas merusak nama baik TNI. Apalagi klu tujuannya menakut-takuti rakyat. Harus diusut!" kata Fadli Zon.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) pun ikut mengomentari langkah Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang mengakui memerintahkan anak buahnya untuk mencopot baliho raksasa Habib Rizieq Shihab.

Melalui akun Twitter-nya, @hnurwahid, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu membenarkan kicauan politikus Partai Gerindra Fadli Zon yang menyebutkan bahwa seharusnya kekuatan pertahanan RI sudah waktunya untuk bersaing dengan negara-negara lainnya, bukan malah bersaing dengan FPI yang bermarkas di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Betul. Kalau komitmennya adalah untuk pelaksanaan protokol kesehatan dan efektifitas atasi covid-19, mestinya Pemerintah tidak bersaing dg Gubernur DKI maupun dg HRS di Petamburan. Tapi mestinya satukan potensi unt menangkan kompetisi minimal samai New Zealand, Taiwan, German," kicau HNW.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: Tentara Nasional Indonesia (TNI), Front Pembela Islam (FPI), Sujiwo Tejo, Muhammad Rizieq Shihab (Habib Rizieq)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,804.02 3,766.07
British Pound GBP 1.00 19,013.60 18,818.76
China Yuan CNY 1.00 2,167.61 2,145.84
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,266.98 14,125.02
Dolar Australia AUD 1.00 10,432.02 10,325.39
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,840.50 1,822.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,620.84 10,512.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,899.24 16,725.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,488.26 3,449.33
Yen Jepang JPY 100.00 13,646.08 13,509.01
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5701.029 48.265 705
2 Agriculture 1243.626 1.307 24
3 Mining 1600.366 -4.672 47
4 Basic Industry and Chemicals 875.363 12.303 80
5 Miscellanous Industry 1022.042 2.778 53
6 Consumer Goods 1879.341 12.169 60
7 Cons., Property & Real Estate 364.382 5.701 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 970.914 11.627 79
9 Finance 1295.026 9.285 93
10 Trade & Service 675.818 9.092 174
No Code Prev Close Change %
1 PANR 124 167 43 34.68
2 PPRO 70 94 24 34.29
3 TIFA 380 474 94 24.74
4 MLPL 54 67 13 24.07
5 SMBR 795 985 190 23.90
6 LRNA 138 168 30 21.74
7 ALMI 238 282 44 18.49
8 LMSH 298 348 50 16.78
9 ELSA 266 306 40 15.04
10 LPCK 1,250 1,430 180 14.40
No Code Prev Close Change %
1 PORT 490 456 -34 -6.94
2 AIMS 145 135 -10 -6.90
3 BALI 1,090 1,015 -75 -6.88
4 IFSH 380 354 -26 -6.84
5 POLU 815 760 -55 -6.75
6 JSPT 965 900 -65 -6.74
7 DPUM 60 56 -4 -6.67
8 RELI 332 310 -22 -6.63
9 EPAC 197 184 -13 -6.60
10 DAYA 456 426 -30 -6.58
No Code Prev Close Change %
1 PPRO 70 94 24 34.29
2 FREN 70 74 4 5.71
3 SMBR 795 985 190 23.90
4 BBRI 4,080 4,200 120 2.94
5 TOWR 1,070 1,045 -25 -2.34
6 KBAG 60 57 -3 -5.00
7 KRAS 436 444 8 1.83
8 TLKM 3,320 3,350 30 0.90
9 WSBP 216 224 8 3.70
10 AISA 270 294 24 8.89