Portal Berita Ekonomi Jum'at, 27 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:05 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 44,86 USD/barel.
  • 13:04 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 47,69 USD/barel.
  • 13:04 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,13% terhadap Euro pada level 1,1928 USD/EUR.
  • 13:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,11% terhadap Poundsterling pada level 1,3373 USD/GBP.
  • 13:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,32% terhadap Yen pada level 103,93 JPY/USD.
  • 13:01 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.810 USD/troy ounce.
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,11% pada penutupan sesi I.

Jaga Wilayah, Timur Tengah Bakal Kedatangan Pesawat Bomber B-52 AS

Jaga Wilayah, Timur Tengah Bakal Kedatangan Pesawat Bomber B-52 AS
WE Online, Washington -

Komando Pusat Amerika Serikat (AS) mengerahkan pembom B-52 ke Timur Tengah. Militer AS mengatakan kehadiran pesawat pembom di kawasan itu sebagai sarana untuk mencegah agresi dan meyakinkan mitra dan sekutunya di wilayah itu.

Langkah itu dilakukan sehubungan dengan berita baru-baru ini tentang keputusan Trump untuk menarik pasukannya dari wilayah tersebut pada 15 Januari 2021, yang selanjutnya mengurangi kontingen menjadi sekitar 2.500 di Afghanistan dan di Irak.

Baca Juga: Pertama di Luar AS, Israel Terima Pesawat Uji Coba F-35I ADIR

Pada hari Selasa, pemerintahan Trump mengumumkan pemotongan pasukan di Afghanistan dan Irak pada 15 Januari sebagai akibat dari kesepakatan damai Trump dengan Taliban awal tahun ini. Penarikan pasukan AS juga merupakan janji kampanye Presiden Trump tahun 2016 untuk mengakhiri perang global yang sedang berlangsung oleh pasukan AS.

Komandan Angkatan Udara AS ke-9, Letnan Jenderal Greg Guillot, mengatakan dalam pernyataannya bahwa misi tersebut dilakukan oleh awak udara dengan "pemberitahuan singkat".

"Kemampuan untuk dengan cepat memindahkan pasukan ke dalam, keluar dan sekitar ruang komando untuk merebut, mempertahankan dan mengeksploitasi inisiatif adalah kunci untuk mencegah potensi agresi," katanya.

"Misi ini membantu awak pesawat pembom mendapatkan keakraban dengan wilayah udara dan komando kawasan, dan fungsi kontrol dan memungkinkan mereka untuk berintegrasi dengan pusat komando AS dan aset udara mitra, meningkatkan kesiapan keseluruhan pasukan gabungan," ia menambahkan seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (22/11/2020).

Misi ini bertepatan dengan kehadiran Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada hari Sabtu di babak baru negosiasi perdamaian antara Taliban dan pemerintah Afghanistan, yang diadakan di Qatar.

Selama kampanye kepresidenan 2016, Trump membuat janji untuk mengakhiri "perang tanpa akhir" yang diperjuangkan oleh aset AS di luar negeri. Ia berjanji untuk menarik setidaknya sebagian dari pasukan AS yang ditempatkan di Irak dan Afghanistan.

Trump mencapai kesepakatan dengan Taliban pada Februari lalu dan segera setelah itu AS memulai penarikan pasukan dari wilayah tersebut.(Baca juga:TalibanSambut Baik Pengurangan Pasukan AS di Afghanistan)

Saat ini jumlah personel militer AS sekitar 3.000 di Irak dan 4.500 di Afghanistan. Menurut pernyataan Pentagon, terakhir kali pembom B-52 'Stratofortress' berada di Timur Tengah adalah pada awal 2020.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Amerika Serikat (AS), Militer AS, Pesawat Bomber, Timur Tengah

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: US Air Force/Sgt. Clayton Cupit

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,790.36 3,752.54
British Pound GBP 1.00 18,989.37 18,799.02
China Yuan CNY 1.00 2,159.95 2,138.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,215.73 14,074.28
Dolar Australia AUD 1.00 10,461.36 10,354.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,834.03 1,815.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,619.85 10,510.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,938.04 16,763.87
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,492.81 3,452.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,662.40 13,522.56
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5759.916 80.669 705
2 Agriculture 1231.325 -1.049 24
3 Mining 1637.002 32.633 47
4 Basic Industry and Chemicals 895.382 24.112 80
5 Miscellanous Industry 1009.041 15.971 53
6 Consumer Goods 1874.319 16.407 60
7 Cons., Property & Real Estate 368.617 5.657 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 987.173 31.451 79
9 Finance 1307.148 9.800 93
10 Trade & Service 690.456 6.771 174
No Code Prev Close Change %
1 ABBA 55 74 19 34.55
2 PNSE 790 980 190 24.05
3 KAYU 61 75 14 22.95
4 DAYA 398 488 90 22.61
5 ACST 230 282 52 22.61
6 VIVA 50 61 11 22.00
7 ALKA 252 306 54 21.43
8 TGRA 102 123 21 20.59
9 BCIP 55 66 11 20.00
10 SONA 5,400 6,325 925 17.13
No Code Prev Close Change %
1 FORU 100 93 -7 -7.00
2 EPAC 172 160 -12 -6.98
3 SKLT 1,600 1,490 -110 -6.88
4 TRIM 117 109 -8 -6.84
5 HITS 498 464 -34 -6.83
6 TIFA 442 412 -30 -6.79
7 CBMF 595 555 -40 -6.72
8 NFCX 1,720 1,605 -115 -6.69
9 RONY 240 224 -16 -6.67
10 BKSL 60 56 -4 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 3,280 3,470 190 5.79
2 IMAS 1,175 1,180 5 0.43
3 DOID 300 342 42 14.00
4 KBAG 54 51 -3 -5.56
5 ACST 230 282 52 22.61
6 TOWR 1,045 1,075 30 2.87
7 BBRI 4,320 4,290 -30 -0.69
8 BUMI 72 76 4 5.56
9 MEDC 474 515 41 8.65
10 PPRO 102 98 -4 -3.92