Penerimaan Masih Seret, Defisit Anggaran Bengkak Rp764,9 Triliun

Penerimaan Masih Seret, Defisit Anggaran Bengkak Rp764,9 Triliun Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, realisasi defisit anggaran dalam APBN hingga Oktober 2020 mencapai Rp764,9 triliun atau 4,67% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Jumlah defisit tersebut meningkat dari posisi bulan sebelumnya yang mencapai Rp682,1 triliun atau 4,16% terhadap PDB.

Baca Juga: Defisit APBN Tembus Rp682,1 T, Sri Mulyani: Indonesia Lebih Baik Dibanding Negara Lain

"Perpres kita menggambarkan untuk keseluruhan tahun defisit diperkirakan akan mencapai Rp1.039 triliun atau 6,34% dari GDP," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Sri mengungkapkan, realisasi defisit anggaran ini berasal dari pendapatan negara sebesar Rp1.276,9 triliun atau 75,1% dari APBN-Perpres 72/2020 serta belanja negara Rp2.041,8 triliun atau sekitar 74,5% dari APBN-Perpres 72/2020.

"Pendapatan kita mengalami kontraksi 15,4% (yoy). Di sisi lain, belanja negara mengalami pertumbuhan 13,6% dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp1.797 triliun. Dengan capaian pendapatan serta belanja tersebut, defisit mencapai Rp764,9 triliun," tambahnya.

Ia mengatakan, pendapatan negara tersebut mencakup penerimaan perpajakan Rp991 triliun atau 70,6% dari target Rp1.404,5 triliun; penerimaan negara bukan pajak Rp270 triliun atau 94,8% dari target; serta penerimaan hibah sebesar Rp7,1 triliun atau 548% dari target sebesar Rp1,3 triliun.

Untuk penerimaan perpajakan berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp826,9 triliun atau 69% dari APBN-Perpres 72/2020 dan penerimaan kepabeanan dan cukai Rp164 triliun atau 79,7% dari APBN-Perpres 72/2020.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini