Pernyataan Keras Jenderal Dudung Ada Kesan Arogan dan Menakut-nakuti

Pernyataan Keras Jenderal Dudung Ada Kesan Arogan dan Menakut-nakuti Foto: Antara

Pernyataan Panglima Kodam Jaya dan Panglima TNI soal kerisauan terhadap keutuhan bangsa dan negara belakangan ini dinilai sangat kental dengan nuansa masa lalu dan menunjukkan arogansi tentara. Terlebih kerisauan itu tak disertai bukti konkret mengenai bentuk dan tensi ancaman yang dimaksud.

"Pernyataan Pangdam Jaya maupun sebelumnya oleh Panglima TNI memang terkesan sangat kental nuansa masa lalu. Ada kesan arogansi, menakut-nakuti dan menunjukkan lembaga-lembaga lain lemah sehingga TNI harus turun tangan di situ," ungkap Peneliti militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi dikutip dari Republika, Senin (23/11).

Menurutnya, kerisauan terhadap keutuhan bangsa dan negara itu tak disertai hal-hal yang konkret dan spesifik mengenai bentuk dan tensi ancaman, selain problem politik, hukum, dan keamanan. Dia mengatakan, tiga problem terakhir sebetulnya juga merupakan domain lembaga-lembaga lain, bukan TNI.

"TNI tetap harus diingatkan agar tak terlalu jauh masuk ke ruang politik melampaui mandatnya," kata dia.

Sebelumnya, Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman, mengingatkan, agar jangan ada yang berani mengganggu persatuan di Jakarta. Hal itu ia sampaikan ketika merespons pertanyaan terkait pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).

"Jangan coba-coba mengganggu persatuan dan kesatuan yang ada di Jakarta. Kalau mencoba-coba mengganggu, itu akan saya hajar nanti," kata Dudung saat memimpin Gelar Pasukan Kesiapan Menghadapi Pilkada Serentak Tahun 2020 dan Penanggulangan Bencana Banjir di Jakarta di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11).

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini