2 Orang Terinfeksi, 300 Ribu Warga China Langsung Dites Corona, Sayang Bukan di Indonesia Ya!

2 Orang Terinfeksi, 300 Ribu Warga China Langsung Dites Corona, Sayang Bukan di Indonesia Ya! Foto: Antara/REUTERS/Tingshu Wang

Upaya besar-besaran untuk menahan penyebaran Covid-19 digelar di Kota Manzhouli, China setelah dua penduduk setempat tertular penyakit tersebut. Selain tindakan pembatasan, sebanyak 300 ribu penduduk kota juga diharuskan menjalani pengujian virus corona.

Aturan karantina ketat diberlakukan di kota yang terletak di perbatasan China dengan Rusia itu setelah dua kasus virus corona terdeteksi pada Sabtu (21/11/2020).

Baca Juga: Strategi 'Anti-China' Trump Gagal Total, Ekonom: Biden, Setop Perang Teknologi dan Perang Dagang

Diwartakan media lokal, dua warga, seorang pekerja sanitasi dan istrinya, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dinyatakan positif mengidap virus tersebut, namun masih belum jelas dari mana mereka tertular.

Pihak berwenang langsung meluncurkan operasi skala besar untuk membendung virus tersebut segera setelah diagnosis dikonfirmasi. Mereka menutup lokasi baru-baru ini yang dikunjungi pasangan itu, termasuk kantor polisi setempat, dan mendisinfeksi mereka.

Tempat-tempat yang dikunjungi oleh kontak dekat dari pasangan yang terinfeksi juga telah ditutup.

Akses ke kota, yang merupakan pusat perdagangan dan logistik utama, dan pergerakan di dalamnya sangat dibatasi. Semua operasi di stasiun bus dan kereta Manzhouli telah ditangguhkan, sementara sekolah dan tempat umum lainnya ditutup. Meski warga belum diberlakukan jam malam, mereka “didorong” untuk membatasi perjalanan mereka.

Sebuah rencana ambisius untuk menguji semua penduduk kota, sekitar 300.000 orang, sedang berlangsung. Pengujian dimulai Minggu (22/11/2020) pagi dan diharapkan selesai dalam tiga hari.

China telah berulang kali memperkenalkan tindakan keras dan skala besar yang mengesankan selama tahun ini untuk menyingkirkan kelompok infeksi virus korona yang terdeteksi.

Yang terbesar terjadi di Kota Wuhan, yang masih secara luas disebut sebagai 'titik nol' dari pandemi yang telah melanda seluruh dunia sepanjang 2020.

Bukti ilmiah yang meningkat, bagaimanapun, menunjukkan Covid-19 sebenarnya baru pertama kali terdeteksi dan diidentifikasi di China, sementara virus itu sendiri beredar di seluruh dunia pada awal musim panas lalu, dengan jejak virus paling awal ditemukan dalam sampel air limbah Spanyol yang dikumpulkan pada Maret 2019.

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini