Putin Turun Tangan, Konflik Azerbaijan-Armenia Langsung Beres, Terus Dipuji-puji Lagi

Putin Turun Tangan, Konflik Azerbaijan-Armenia Langsung Beres, Terus Dipuji-puji Lagi Foto: Kremlin.ru

Pemimpin yang ingin memproklamirkan Republik Nagorno-Karabakh, Arayik Harutyunyan, Minggu  kemarin berterima kasih kepada Rusia dan Vladimir Putin karena memberikan bantuan untuk mengakhiri konflik enam pekan antara pasukan Armenia dan Azerbaijan. Khususnya, atas wilayah yang disengketakan tersebut. 

"Berkat upaya dan tindakan yang dilakukan pimpinan tertinggi Federasi Rusia, pertumpahan darah di zona konflik Azerbaijan-Karabakh dapat dihentikan. Kami menyampaikan penghargaan kami kepada Federasi Rusia dan mengucapkan terima kasih khusus kepada Presiden Vladimir Putin yang telah melakukan mediasi,’’ tulis Harutyunyan di halaman Facebook-nya mengutip Sputnik, Selasa (24/11/2020).

Baca Juga: Baru Lepas dari Armenia, Presiden Ilham Aliyev Datangi Wilayah yang Jadi Milik Azerbaijan

Dia menambahkan, selain upaya untuk menstabilkan situasi dan bantuan dalam menghentikan konflik dan perang, Rusia, kata dia, juga berhasil memulihkan perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.

Menurutnya, pengerahan pasukan penjaga perdamaian Rusia saat ini telah selesai, dan misinya sekarang, tinggal pekerjaan di lapangan. 

"Sebuah Pusat Respon Kemanusiaan Antar Departemen sedang didirikan dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan dan memulihkan infrastruktur sipil. Atas perintah Menteri Pertahanan Federasi Rusia, lima pusat tambahan telah dibentuk sebagai bagian dari Pusat Respon Kemanusiaan Antar Departemen untuk menyelesaikan keseluruhan kompleks tugas kemanusiaan di Nagorno-Karabakh," tambah Harutyunyan.

Dirinya juga kembali menghaturkan terimakasih pada Putin, atas upaya pribadinya untuk melindungi situs keagamaan dan benda cagar budaya di Nagorno-Karabakh.

Sejauh ini, kerja sama yang efektif dia akui telah terjalin dengan staf komando kontingen penjaga perdamaian Rusia di Nagorno-Karabakh, yang dipimpin oleh Letnan Jenderal Rustam Muradov. 

“Pemenuhan tugas utama menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan warga negara kita membutuhkan profesionalisme dan ketahanan yang tinggi, dari personel kontingen penjaga perdamaian, terkadang dikaitkan dengan risiko terhadap nyawa," kata Harutyunyan. 

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini