Pendapatan Negara Turun, Astaga Naga! Aktivis Ini Jadi Pesimis Jokowi Nggak Sampai 2024

Pendapatan Negara Turun, Astaga Naga! Aktivis Ini Jadi Pesimis Jokowi Nggak Sampai 2024 Foto: Antara/Arif Firmansyah

Aktivis Haris Rusly Moti, ikut merespons terkait fakta pendapatan negara yang menurun hingga 15,4 persen. Ia mengatakan hal tersebut harus menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya.

Menurutnya, keuangan negara adalah salah satu faktor terpenting untuk menjalankan pemerintahan. Baca Juga: KSP Sangkal Pencopotan Baliho Habib Rizieq atas Perintah Langsung Jokowi

Sambung dia, bila melihat pendapatan negara yang ditutup Rp1.276,9 triliun pada Oktober 2020 atau lebih kecil dari target sebesar Rp1.699,9 triliun, dikhawatirkan akan mengganggu pemerintahan Jokowi.

"Sobat, yang membentuk kelangsungan kekuasaan itu ada dua, ada trust dan money," cuitnya dalam akun Twitternya, seperti dilihat, Selasa (24/11/2020). Baca Juga: Bela Habib Rizieq, Tokoh Papua Meradang: Saya Diremehkan Presiden Jokowi

Menurut dia, bila kondisi keuangan tersebut terus berlarut, ia khawatir pemerintahan Kabinet Indonesia Maju tak akan berjalan hingga akhir kepemimpinan Presiden Jokowi.

Pasalnya, selain berpengaruh kepada ekonomi dalam negeri, penurunan pendapatan negara juga akan memengaruhi kepercayaan dunia internasional, khususnya investor yang akan menanamkan modalnya di dalam negeri.

"Jokowi sulit melanjutkan pemerintahan hingga 2024, karena baik rakyat maupun internasional tak percaya lagi. Akibatnya sumber APBN kering, ada negara yang pinjamin duit, tapi seupil," tandasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini