Libur Akhir Tahun Dikurangi, Bos Garuda dan AirAsia Bereaksi

Libur Akhir Tahun Dikurangi, Bos Garuda dan AirAsia Bereaksi Foto: Sufri Yuliardi

Pemerintah memutuskan untuk memangkas hari libur akhir tahun. Keputusan tersebut diputuskan langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas tentang libur akhir tahun kemarin. Menanggapi hal tersebut, pihak maskapai masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah. Khususnya mengenai kapan saja tanggal-tanggal yang ditetapkan sebagai hari libur.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya masih menunggu pengumuman dari pemerintah. Sambil menunggu, pihaknya melakukan review pada beberapa rute termasuk pembukaan jalur penerbangan baru.

Baca Juga: Garuda Indonesia Sediakan Rujukan Tes Usap hingga 150 Titik Lebih

"Kita tunggu ya. Kita review terus. Nanti kalah sudah pasti akan kita beri tahukan," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (24/11/2020).

Senada dengan Irfan, Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine Sinaga masih belum bisa menanggapi lebih jauh terkait pemangkasan hari libur akhir tahun. Dirinya menyebutkan, perseroan akan mengumumkan segera kepada publik terkait persiapan dalam menghadapi Natal dan tahun baru.

"Kami akan mengumumkan segera persiapan AirAsia Indonesia untuk mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru segera, termasuk rute-rute baru dan lama yang akan dioperasikan kembali setelah sempat terdampak oleh pandemi," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Keselamatan Penerbangan AirAsia Indonesia, Capt. Achmad Sadikin mengatakan, pihaknya akan terus menerapkan protokol kesehatan dengan tertib di masa pandemi Covid-19. Bahkan, penerapan protokol kesehatan tidak hanya dilakukan oleh penumpang, tapi juga kepada para awak kabin yang bertugas.

"Setiap awak kabin dan petugas darat AirAsia Indonesia kami wajibkan menggunakan APD secara disiplin seperti masker, face shield, mencuci tangan dengan hand sanitizer, menggunakan sarung tangan, serta melakukan proses disinfeksi di setiap masa transit pesawat kami," ucapnya.

Menurutnya, ada hal yang menarik yang dilakukan oleh pihaknya dibandingkan maskapai lainnya. Saat proses keberangkatan penumpang untuk masuk ke pesawat dan saat proses kedatangan penumpang untuk keluar pesawat, AirAsia menerapkan sistem Jaga Jarak, yaitu pengaturan per tiga baris penumpang agar dapat menghindari penumpukan penumpang.

"Penumpang tidak diperkenankan untuk langsung keluar pesawat secara bersamaan. Harus bergiliran, Petugas atau pramugari yang akan memanggil penumpang di tiga baris pertama dulu untuk turun. Sementara, penumpang yang lain menunggu dengan sambil berdiri," jelasnya.

Untuk di dalam pesawat, sesuai dengan surat edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub), maskapai hanya dapat mengisi kursi yang tersedia dengan kapasitas 70% dari total kursi yang ada di pesawat. Hal ini juga dilakukan oleh pihaknya demi mengedepankan upaya pencegahan penyebaran dari Covid-19 serta memenuhi standar prosedur.

"Pada hal lain, kami juga tetap menjalankan prosedur-prosedur keselamatan lainnya sesuai aturan khususnya pada pengoperasian pesawat kami seperti Pemeriksaan kelayakan armada (Maintenance Preflight Check dan Pilot Walk Around), membersihkan area parkir pesawat terbang (Aircraft Parking Foreign Object Debris Check), dan pemeriksaan peralatan operasional (Operational Vehicles Monitoring dan Operator Certification check)," jelasnya.

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini