Dinilai Prospektif, PCP Express dan Janio Bidik Pasar Ekspor Hingga Enam Negara Lebih

Dinilai Prospektif, PCP Express dan Janio Bidik Pasar Ekspor Hingga Enam Negara Lebih Foto: Janio

Booming e-commerce membawa berkah bagi industri logistik di tengah pandemi. Sejumlah perusahaan logistik memanfaatkan momentum booming e-commerce untuk melakukan ekspansi. Misalnya saja kolaborasi antara Janio dan PCP Express yang membidik pasar ekspor bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

PCP Express dengan Janio meluncurkan layanan terbaru yang memampukan pebisnis UMKM mengirimkan produk mereka ke pasar ekspor, khususnya Malaysia dan Singapura. Lewat layanan ini, PCP Express membidik kenaikan volume transaksi mencapai 50 persen di kuartal IV-2020. Di tahun depan, PCP Express meyakini layanan ekspor bisa memacu kenaikan volume pengiriman barang hingga 200 persen.

Baca Juga: Perlebar Jaringan, PCP Express Gandeng Janio

"Kami juga berencana untuk ekspansi layanan ekspor ke negara lain yang prospektif. Periode post-pandemic di tahun depan akan memacu pertumbuhan sektor logistik lebih tinggi," ujar Dennis Soemarno, CEO PCP Express, Selasa (24/11/2020).

Sementara itu, sebagai startup yang melayani logistik lintas negara, Janio meyakini pertumbuhan transaksi digital di Asia Tenggara akan membawa berkah bagi pebisnis UMKM Indonesia. Janio optimis tren volume pengiriman barang ekspor akan terus tumbuh seiring dengan pemulihan ekonomi global pascapandemi.

Setelah Singapura dan Malaysia, Janio akan menambahkan rute perdagangan ekspor kerja sama ini ke negara lainnya seperti Australia, US, Thailand, Hongkong, dan lain lain. Saat ini, jaringan Janio sudah mencakup 75 rute perdagangan di 15 negara.

"Pasar ekspor Indonesia akan terus tumbuh karena e-commerce Indonesia berkonstribusi 50% dari pasar ekonomi digital Asia Tenggara yang terus membesar," ujar Syed Ali Ridha Madihid, COO Janio.

Potensi pasar ekspor juga seiring dengan upaya pemerintah mendorong UMKM untuk merambah ekosistem digital saat pandemi virus corona. Digitalisasi dinilai dapat meningkatkan keuntungan pelaku usaha dan menghemat biaya ekspor.

Selain itu, teknologi digital menghemat waktu untuk ekspor 29% dan mereduksi biayanya hingga 82%.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini