Bangun 300 Jembatan Gantung, Pemerintah Habiskan Rp1,4 Triliun

Bangun 300 Jembatan Gantung, Pemerintah Habiskan Rp1,4 Triliun Foto: Kementerian PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun 300 jembatan gantung di seluruh Indonesia dengan anggaran Rp1,4 triliun dalam kurun waktu lima tahun sepanjang 2015-2019.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pada 2015 dibangun 10 jembatan. Kemudian, 7 jembatan dibangun pada 2016; 13 jembatan di 2017; pada 2018 dan 2019 masing-masing dibangun 130 jembatan dan 140 jembatan.

Baca Juga: Permudah Mobilitas Warga, Kementerian PUPR Bangun Jembatan Gantung Mekar Baru

"Tahun ini, pembangunan jembatan gantung kembali dilanjutkan. Hingga saat ini, ada 44 lokasi jembatan gantung yang sudah mendapat persetujuan untuk dibangun," kata Basuki pada Senin (23/11/2020).

Dari 44 lokasi jembatan gantung, enam di antaranya direncanakan dibangun di Pulau Papua. Secara umum, jembatan gantung yang dibangun tersebut memiliki bentang antara 30 meter hingga 120 meter.

Basuki menekankan bahwa jembatan gantung merupakan salah satu wujud kebijakan pemerintah untuk membangun infrastruktur daerah perdesaan terutama yang sulit dijangkau sehingga lebih terbuka. Kehadiran jembatan gantung sangat dibutuhkan masyarakat karena kondisi geografi wilayah Indonesia yang memiliki banyak gunung, lembah, dan sungai.

Secara fisik, lanjutnya, kondisi ini kerap menjadi pemisah antara lokasi tempat tinggal penduduk dengan berbagai fasilitas pelayanan publik seperti sekolah, pasar, dan kantor pemerintahan.

"Hadirnya jembatan akan mempermudah dan mempersingkat waktu perjalanan masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, menyelesaikan urusan administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan, dan akses silaturahmi antarwarga," ucap Basuki.

Terbaru, PUPR tengah menyelesaikan pembangunan Jembatan Gantung Mekar Baru yang terletak di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Jembatan Gantung Mekar Baru dibangun sepanjang 42 meter dengan lebar 1,5 meter untuk menghubungkan Desa Mekar Baru dan Desa Cikokok, Kecamatan Petir. Anggaran pembangunannya sebesar Rp2,6 miliar.

"Saat ini, progres konstruksi sudah mencapai 72%. Sesuai kontrak, selesai 30 Desember 2020, tetapi kami targetkan selesai lebih cepat pada 21 Desember 2020 agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat," ujar Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Banten, Wida Nurfaida.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini