Bea Cukai Lepas Ekspor Perdana di Makassar dan Ternate

Bea Cukai Lepas Ekspor Perdana di Makassar dan Ternate Foto: Bea Cukai

Kantor Bea Cukai Makassar dan Bea Cukai Ternate di masing-masing daerah kembali melakukan pelepasan ekspor. Hal ini dilakukan Bea Cukai untuk mengembangkan sektor industri dalam negeri, mendukung investasi dan menambah devisa, serta memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Kepala Kantor Bea Cukai Makassar, Eva Arifah Aliyah, mengawal langsung ekspor perdana 11,5 ton cabai kering ke Pakistan oleh PT Ransu Navigasi Nusantara di Pelabuhan Soekarno Hatta, Minggu (22/11/2020).

Baca Juga: Bea Cukai Musnahkan Rokok Ilegal Senilai Rp15 Miliar

Eva menyampaikan bahwa Bea Cukai menyediakan fasilitas untuk menunjang industri dalam negeri sehingga mampu bersaing dengan industri luar negeri. "Sehingga diharapkan pandemi ini tidak menyurutkan eksportir-eksportir baru yang lainnya untuk tetap produktif," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Acara pelepasan ekspor perdana tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

"Ini sesuatu yang menggembirakan karena pertanian tidak hanya tumbuh secara masif untuk kepentingan ketahanan pangan, tetapi juga ekspor kita terus berkembang. Bahkan tidak hanya dalam bentuk kuantitasnya, tapi juga beragam komoditas seperti cabai bisa diekspor ke Pakistan untuk campuran pewarna tekstil mereka," ungkap Syahrul.

Selain Bea Cukai Makassar, pelepasan ekspor perdana juga sebelumnya telah direalisasikan oleh Bea Cukai Ternate, Kamis (19/11/2020). Bertempat di Bandara Sultan Baabullah Ternate, UD Akkir Lobster melaksanakan kegiatan ekspor perdana produk perikanan berupa kepiting bakau hidup sejumlah 60 kg yang dikirim ke Singapura.

"Di tengah kesulitan akibat pandemi Covid-19 yang berimbas pada kontraksi perekonomian nasional, Bea Cukai Ternate bersama beberapa instansi terkait berhasil mewujudkan realisasi ekspor perdana dari Maluku Utara," ujar Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, Dicky Hadi Pratama.

Berawal dari koordinasi antara Bea Cukai bersama Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Ternate, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Ternate, PT Garuda Indonesia, dan Pemprov Maluku Utara, ekspor perdana berhasil direalisasikan. Bea Cukai Ternate kemudian melaksanakan asistensi secara bertahap hingga tujuan mendorong peningkatan ekspor dapat terwujud.

Dicky mengungkapkan, ekspor langsung kepiting bakau hidup merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Bandara Sultan Baabullah. Ekspor ini juga merupakan kelas terkecil sebagai badan usaha, yakni usaha dagang yang dibina secara bersama-sama. Sebelumnya, UD Akkir Lobster hanya sebagai pengumpul produk hingga sekarang telah berhasil menjadi eksportir baru di Maluku Utara.

Hal ini, lanjut Dicky, menunjukkan bahwa ekspor itu mudah, selama ada komitmen yang kuat antara seluruh pihak serta kualitas produk yang dihasilkan terjamin.

"Semoga dengan pelaksanaan kegiatan ini dapat menjadi pelecut semangat bagi para pelaku usaha lainnya untuk menjadi eksportir baru sehingga kontinuitas kegiatan ekspor langsung dari Maluku Utara meningkat," harap Dicky.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini