Mujahid 212 Juga Sepakat: Idealnya Prabowo Mundur Jadi Pembantu Jokowi, Malu!

Mujahid 212 Juga Sepakat: Idealnya Prabowo Mundur Jadi Pembantu Jokowi, Malu! Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Aktivis Aksi 212 atau Mujahid 212, Damai Hari Lubis mengaku sependapat dengan Politisi Partai Gerindra Arief Poyuono yang meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mundur dari Kabinet Indonesia Maju.

Hal tersebut dikatakan terkait penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (25/11) dini hari. Baca Juga: Edhy Prabowo Diringkus KPK, Netizen Nyentil: Are You Sleeping, Fadli Zon?

Ia pun mengatakan dengan penangkapan Edhy, seharusnya Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra malu. Bahkan, keputusan mundur dinilainya jalan yang tepat. Baca Juga: Edhy Prabowo Meminta Maaf dari Ibu hingga ke Masyarakat

"Sehingga secara moral memang dapat dibenarkan pendapat daripada (pernyataan) Arief Poyuono. Prabowo Subianto (idealnya) mundur karena tidak cakap dalam memimpin dan pastinya manusiawi jika Prabowo Subianto menjadi malu," katanya, dalam keterangannya, Rabu (25/11/2020).

Menurut dia, Prabiwi tidak akan punya beban moral jika saat ini tidak menjadi pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), terkait ditangkapnya Menteri KKP Edhy Prabowo.

Ia juga menilai kans Prabowo di Pilpres 2024. Menurutnya, kasus Menteri KKP ditangkap KPK menjadi tamparan keras bagi Prabowo.

"Untuk pencapresan dirinya di 2024, merupakan pukulan telak atau kalah tanding sebelum gong dipukul. Ibarat bunga memang bisa jadi layu sebelum berkembang," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini