Catat Guys! Ini Alasan Mengapa Sektor Pertanian Sangat Penting Menurut CROWDE

Catat Guys! Ini Alasan Mengapa Sektor Pertanian Sangat Penting Menurut CROWDE Kredit Foto: Dok. CROWDE

Peradaban dimulai dengan pertanian, dan meskipun umat manusia telah berubah secara signifikan, pertanian tetaplah sangat penting. Bahka, di negara-negara tertentu, khususnya Indonesia, signifikansinya lebih jelas, tetapi kenyataannya adalah bahwa setiap negara di dunia bergantung pada pertanian untuk satu atau lain hal. Baca Juga: Kadin Dukung Pembenahan Fundamental Sektor Pertanian

Dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/11/2020), Marketing Creative, CROWDE, Aldy Rahmadiansyah, mengatakan CROWDE merupakan startup pertanian Indonesia dengan sistem pembiayaan peer-to-peer (P2P) yang telah terdaftar di OJK, memberikan 8 alasan mengapa sektor pertanian itu penting:

Itu adalah sumber utama bahan mentah

Banyak bahan mentah, entah itu kapas, gula, kayu, atau minyak sawit, berasal dari pertanian. Bahan-bahan ini penting untuk industri besar dengan cara yang bahkan tidak disadari oleh banyak orang, seperti pembuatan obat-obatan, bahan bakar diesel, plastik, dan lainnya. Oleh karena bahan mentah sangat penting dalam produksi, maka kesehatan ekonomi suatu negara pun sangat bergantung pada berapa banyak bahan mentah yang dimilikinya. Baca Juga: Siapkan Penyuluh Pertanian Andal, Polbangtan Medan Tingkatkan Kelayakan Prodi

Ini penting untuk perdagangan internasional

Bahan mentah dari pertanian merupakan bagian besar dari apa yang diperdagangkan secara internasional. Negara-negara dengan banyak pasokan tersebut mengekspornya dan menukar bahan yang tidak mereka miliki. Jika pertanian suatu negara menderita karena suatu alasan, harga dapat naik dan mengganggu arus perdagangan.

Ini memainkan peran besar dalam pendapatan suatu negara

Berbicara perdagangan, negara berkembang, termasuk Indonesia masih mendapatkan sebagian besar pendapatan nasionalnya dari ekspor pertanian. Meskipun negara-negara maju tidak bergantung pada pertanian seperti dulu, ekonomi mereka pasti akan terpukul jika semua ekspor tiba-tiba berhenti.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini