Ketua Umum Gapki: Kampanye Negatif Sawit Tidak Rasional

Ketua Umum Gapki: Kampanye Negatif Sawit Tidak Rasional Foto: Antara/Wahdi Septiawan

Sejak 1980, kampanye negatif terhadap kelapa sawit sudah dimulai lewat tuduhan minyak sawit mengandung kolesterol. Namun, tuduhan tersebut berhasil dibantah melalui sejumlah riset yang dilakukan oleh peneliti nasional dan internasional yang membuktikan bahwa minyak sawit tidak mengandung kolesterol.

Kolesterol hanya dihasilkan dari lemak hewani bukan nabati, apalagi minyak kelapa sawit. Kendati demikian, bentuk kampanye negatif tersebut tidak hanya berhenti soal kandungan minyak sawit, tetapi berlanjut menyoal dampak lingkungan yang ditimbulkan perkebunan sawit. 

Puncaknya, sejak 1990 hingga sekarang, tuduhan terhadap kelapa sawit dari aspek lingkungan semakin masif dilakukan sejumlah LSM antisawit dan negara barat produsen minyak nabati lain seperti Uni Eropa.

Baca Juga: Bukti Nol Limbah, Ampas Sawit Kaltim Mengudara ke Mancanegara

Tak main-main, kampanye negatif tersebut bahkan melibatkan sejumlah orang penting dan data yang apabila ditelisik akan banyak ditemukan keganjilan dan manipulasi. Kondisi ini tentu berdampak nyata terhadap perkembangan industri perkebunan kelapa sawit Indonesia di mata dunia.

Melihat kondisi tersebut, Ketua Umum Gapki, Joko Supriyono menyatakan kegeramannya terhadap kampanye negatif yang ditujukan kepada industri sawit Indonesia.

"Kampanye negatif terus dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif, khususnya publikasi dan pemberitaan. Konten kampanye sudah tidak rasional dan sangat tendensius," ungkap Joko dalam keterangan tertulis, Kamis (26/11).

Joko meminta agar masyarakat untuk tidak ikut memviralkan berita negatif yang memojokkan industri sawit Indonesia karena akan sangat merugikan banyak orang. "Mari kita viralkan yang positif-positif saja. Kita jaga kepentingan nasional bangsa Indonesia," ajak Joko.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini