Berkat Covid-19, 65% Milenial Kini Akrab dengan Aplikasi Keuangan Digital

Berkat Covid-19, 65% Milenial Kini Akrab dengan Aplikasi Keuangan Digital Foto: Sufri Yuliardi

Sebanyak 50% generasi Milenial di Indonesia lebih mungkin dibandingkan mereka yang berusia di atas 45 tahun untuk memulai tabungan digital. Kemudian 30% lebih cenderung mulai menggunakan aplikasi tabungan atau investasi; dan 16% lebih cenderung mulai menggunakan chatbot online atau robo-advisor untuk pertama kalinya selama COVID-19.

Demikian hasil survei global terbaru dari Standard Chartered yang dikutip Jumat (27/11/2020) di Jakarta. Adapun studi yang dilakukan terhadap 12.000 orang dewasa di 12 negara - Hongkong, India, Indonesia, Kenya, China Daratan, Malaysia, Pakistan, Singapura, Taiwan, UEA, Inggris, dan AS - adalah yang ketiga dari rangkaian tiga bagian untuk melihat bagaimana COVID-19 telah mengubah cara hidup konsumen, dan perubahan apa yang akan terus ada.

Studi menyebutkan, mayoritas orang yang telah menggunakan cara-cara baru untuk mengelola uang mereka sejak dimulainya COVID-19 memiliki pengalaman yang positif. "Di Indonesia, 64% pengguna baru (atau 65% pada generasi Milenial) telah menikmati layanan aplikasi baru tersebut," tulis laporan studi tersebut.

Baca Juga: Hikmah Covid-19, Milenial Jangan Boros-Boros Lagi ya

Penerapan teknologi baru untuk membantu mengelola keuangan di tengah gejolak ekonomi saat ini mungkin menjadi alasan banyak generasi Milenial tetap yakin bahwa mereka dapat mencapai tujuan keuangan jangka panjang mereka.

Hampir setengah di Indonesia (45%) lebih percaya diri dalam mencapai tujuan keuangan mereka daripada sebelum pandemi dimulai. Sebaliknya, hanya 36% dari mereka yang berusia di atas 45 tahun merasa percaya diri bahwa mereka akan mencapai tujuan keuangan mereka.

Generasi berusia di atas 45 tahun inilah yang paling tidak percaya diri di antara generasi-generasi lainnya tentang pencapaian tujuan keuangan mereka sejak wabah COVID-19 dimulai.

Sementara itu, di semua generasi, pandemi telah membuat orang lebih berhati-hati dengan tabungan dan pengeluaran, serta membuat mereka cenderung tidak berbelanja secara royal. Ketika ditanya apa yang akan mereka lakukan jika diberikan uang setara dengan 1.000 Pound sterling (sekitar Rp 18.6 juta) oleh pemerintah tanpa kondisi, hampir setengah (46%) orang Indonesia menjawab bahwa mereka akan
menggunakannya untuk tabungan jangka panjang.

Secara global, orang-orang paling tidak mungkin membelanjakan uangnya untuk liburan, baik di luar negeri atau di dalam negara mereka, dengan hanya 13% orang Indonesia yang memilih opsi tersebut.

Andrew Chia, CEO, Standard Chartered Bank Indonesia, mengatakan, pandemi telah menjadi katalisator yang tidak terduga, namun sangat nyata bagi para klien Retail Banking kami karena mereka lebih terkondisikan untuk memilih jalur digital dalam melakukan aktivitas perbankan harian mereka.

"Dengan alat perencanaan keuangan pribadi (SmartGoals) dan fitur investasi online (Online Mutual Fund/OMF) yang sudah tersedia di layanan perbankan online dan mobile banking Standard Chartered (SCmobile), klien dapat dengan mudah mengakses perangkat yang berguna untuk membantu mereka memegang kendali lebih besar atas keuangan pribadi mereka," tukasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini