Menyambut Era Baru Pengurus MUI: Sehati dengan Jokowi

Menyambut Era Baru Pengurus MUI: Sehati dengan Jokowi Foto: Minews

Saat membuka Munas, Jokowi menyampaikan bahwa Islam di Indonesia memiliki corak yang identik dengan pendekatan dakwah kultural yang persuasif dan damai. Dakwah agama Islam di Indonesia juga tidak menebarkan kebencian serta jauh dari karakter ekstrem dan merasa benar sendiri.

"Hal ini menunjukkan bahwa semangat dakwah ke-Islaman kita adalah merangkul bukan memukul. Karena hakikat berdakwah adalah mengajak umat ke jalan kebaikan sesuai akhlak mulia Rasulullah SAW," kata Jokowi.

Baca Juga: Munas MUI Akhirnya Menetapkan KH Miftachul Akhyar Pengganti Kyai Ma'ruf Amin

Isi pidato KH Miftachul Akhyar kurang lebih sama. Ia mengingatkan para ulama agar menjadi teladan bagi umat Islam saat berdakwah. Menurut dia, dakwah itu mengajak, bukan mengejek.

"Merangkul bukan memukul, menyayangi bukan menyaingi, mendidik bukan membidik, membina bukan menghina, mencari solusi bukan mencari simpati, membela bukan mencela," ujar Miftachul.

Ia lalu mengutip pernyataan Imam Syafii soal ulama. Menurut Imam Syafii, seorang alim adalah orang yang semua urusan, perilaku, dan sepak terjangnya selalu berkesinambungan dengan agamanya.

Miftachul berharap, para ulama di Indonesia punya dasar hukum atas apa yang mereka sampaikan ke umat. Ia juga berharap para ulama Indonesia bersandar pada bayyinah atau pembuktian, bukan sekadar ikut-ikutan.

Baca Juga: Menteri Agama Minta MUI Kuatkan Posisi Islam Moderat

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini