Pendidikan Berkualitas: Kunci Pembangunan Berkelanjutan

Pendidikan Berkualitas: Kunci Pembangunan Berkelanjutan Kredit Foto: Screenshot via Youtube

Pendidikan berkualitas dan merata jadi salah satu kunci pembangunan berkelanjutan suatu negara, karena bisa berdampak terhadap berbagai aspek di dalamnya, begitu menurut UNESCO.

Asal tahu saja, dalam laporan Sustainable Development Begins with Education (2015), UNESCO menuliskan, jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan di negara berpenghasilan rendah akan menurun 12%, jika masyarakatnya belajar keterampilan membaca dasar.

"Menurut studi UNICEF pada 2015, penambahan satu tahun sekolah mampu meningkatkan pendapatan hingga 10% di 139 negara," kata Excecutive Comitte IBCSD, Djoni Wesida.

Baca Juga: APRIL 2030: Target Satu Dekade Grup APRIL di Bidang Keberlanjutan

Tak cuma itu, pendidikan berkualitas juga dapat mengurangi pernikahan dini yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan gender di kalangan anak muda. Untuk itu, penting untuk menciptakan akses inklusif dan setara di dalam pendidikan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ainun Naim mengatakan, Program Merdeka Belajar bertujuan melahirkan karakter pelajar yang inovatif dan adaptif--hal yang dapat mendukung pendidikan berkualitas. "Kita perlu memastikan bersama, kita juga fokus ke akselerasi dan transformatif," tambahnya.

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Guna Lahirkan SDM Berdaya Saing

Sebagai perusahaan dengan filosofi 5C, April Group turut menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan guna melahirkan SDM berdaya saing demi mencapai pembangunan berkelanjutan.

"Tujuan pembangunan berkelanjutan itu adalah sebuah global framework, di mana setiap pihak bisa berkontribusi," ujar Community Development Head & CSR April Group, Binahidra Logiardi alias Beni.

Lebih lanjut, menurut Beni, April Group memfokuskan 12 aspek pembangunan berkelanjutan yang terbagi menjadi tiga kategori, yakni core, catalytic, dan contributed. Pendidikan berkualitas masuk dalam kategori kedua.

Beni berujar, "saya ingin sampaikan program pendidikan sebagai pengembangan komunitas. Saat ini kami fokus pada tiga program, yakni school improvement, vocational skill, dan beasiswa."

Ada tiga permasalahan yang membuat April Group mengusung program pertama (pengembangan sekolah), yakni literasi rendah, komputasi rendah, dan edukasi yang berpusat pada guru. Selama dua tahun terakhir, program itu sudah melibatkan 60 sekolah di lima kabupaten di Sumatra, menggandeng 73 fasilitator daerah, 60 kepala sekolah, 1.037 guru, dan 15.075 siswa.

"Fokusnya adalah pada kualitas dan kompetensi guru, mengembangkan fasilitator daerah, lalu melatih guru-guru dari sekolah mitra kami," imbuh Beni.

Sejak 2018, berikut ini sejumlah capaian dari program pengembangan sekolah April Group:

- Kualitas pembelajaran di sekolah mitra meningkat dari 26,3% menjadi 67,66%;

- Kepemimpinan dan manajemen sekolah meningkat dari 41,50% menjadi 61,95%;

- Hasil tes siswa juga naik dari 38,8% menjadi 49,9%.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini