Kampanye Positif Industri Sawit Di Sekolah, BPDPKS Gandeng PGRI DKI Jakarta

Kampanye Positif Industri Sawit Di Sekolah, BPDPKS Gandeng PGRI DKI Jakarta Kredit Foto: Antara/Wahdi Septiawan

Posisi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil sawit terbesar di dunia membuatnya kerap dijadikan sasaran atas berbagai kampanye negatif dari pihak-pihak antisawit. Dalam beberapa tahun terakhir, misalnya, industri kelapa sawit nasional seringkali dituduh dan dituding sebagai komoditas penuh mudharat dari aspek kesehatan, sosial, ekonomi dan lingkungan. Mirisnya, berbagai tudingan tersebut tidak didasarkan pada fakta obyektif yang ada di lapangan. Meski demikian, hadirnya kampanye negatif tersebut di tengah masyarakat tetap saja menimbulkan sejumlah persepsi negatif, baik secara domestik maupun global.

Beberapa isu negatif yang muncul tersebut, diantaranya, terkait tuduhan perkebunan kelapa sawit yang dianggap lebih ekspansif daripada tanaman minyak nabati lain; kelapa sawit menyebabkan kerusakan lingkungan seperti deforestasi, kebakaran hutan, dan pemanasan global; minyak kelapa sawit mengandung kolesterol sehingga tidak baik untuk kesehatan; perkebunan kelapa sawit mengeksploitasi tenaga kerja anak-anak; serta kehadiran minyak sawit dituduh justru merugikan negara-negara berpendapatan rendah.

Menyikapi serangan kampanye negatif tersebut, diperlukan counter opini yang berisi tentang berbagai aspek positif terkait industri sawit nasional yang disampaikan ke masyarakat secara lebih terstruktur dan terencana. “Tujuannya adalah agar nilai-nilai positif dari industri sawit nasional lebih dapat dipahami lagi di masyarakat, baik di level domestik maupun global. Dan salah satu kampanye (positif) yang paling efektif adalah lewat dunia pendidikan,” ujar Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman, saat membuka kegiatan Palm Oil EduTalk 2020, di Bogor, Rabu (28/10).
Melalui kegiatam Palm Oil EduTalk 2020, menurut Eddy, pihaknya bekerjasama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia DKI Jakarta (PGRI DKI Jakarta) untuk menggelar sosialisasi dan promosi sawit di kalangan guru-guru sekolah anggota PGRI DKI Jakarta. Melalui kegiatan tersebut, BPDPKS ingin berbagi pengetahuan terkait multimanfaat dan peran kelapa sawit sebagai supporting life’s systems masyarakat dunia. “Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan secara offline di Kebun Raya Bogor, sedangkan peserta guru lainnya mengikuti secara online melalui aplikasi Zoom Meeting,” tutur Eddy.

Dengan adanya kegiatan ini, Eddy berharap kalangan guru dapat turut membantu menyebarkan berbagai fakta objektif tentang kelapa sawit dari aspek ekonomi, lingkungan, kesehatan, dan sosial kepada peserta didik, kolega sesama pendidik dan juga masyarakat di lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, secara bertahap dunia pendidikan juga dapat turut berperam dalam menangkal berbagai mitos terkait informasi negatif tentang industri sawit. Selain Eddy, turut pula hadir sebagai pembicara dalam acara ini, yaitu Ketua Umum PGRI DKI Jakarta, Dr. H. Adi Dasmin, M.M, Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Tofan Mahdi, Anggota Bidang Sustainability Gapki, Dr. Bandung Sahari dan CEO & Chief Editor Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini