Ganti Logo, Pyridam Farma Fokus Transformasi Bisnis

Ganti Logo, Pyridam Farma Fokus Transformasi Bisnis Kredit Foto: Pyridam Farma

Perusahaan farmasi PT Pyridam Farma Tbk melakukan transformasi dengan mengganti logo perusahaan bertepatan dengan hari jadi ke-44 pada Jumat, 27 November 2020 lalu.

Direktur Perseroan Pyridam Farma, Yen Gunadi, mengungkapkan, langkah pergantian logo ini merupakan salah satu contoh dari sekian banyak transformasi perusahaan untuk meningkatkan kinerja ke depannya.

Baca Juga: Bisnis Farmasi Gemilang, Laba RNI Menjulang Tinggi

"Transformasi perusahaan yang dilakukan dalam bentuk pergantian logo ini menunjukkan bahwa Pyridam Farma memiliki semangat baru, lebih inovatif dan modern lagi, terutama dari segi produk-produk yang dijual," kata dia di Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Ia menambahkan bahwa keputusan perusahaan untuk mengubah logo perusahaan mengikuti perkembangan zaman dengan menanamkan identitas yang lebih modern agar selalu adaptif terhadap perkembangan dunia kesehatan dan kebutuhan masyarakat.

Terinspirasi untuk menjadi perusahaan farmasi yang lebih modern dan inovatif, logo baru ini menerapkan warna dan desain yang lebih futuristik dengan tetap mempertahankan Pyramid sebagai simbol utama perseroan yang berarti Eternal atau Abadi. Warna biru dan ungu digunakan untuk memberikan simbol modern, damai (peaceful), dan kepercayaan.

"Kami berharap pergantian logo ini dapat memberikan semangat dan kepercayaan baru kepada Pyridam Farma dan juga semua stakeholders, termasuk pemegang saham, karyawan, dan mitra kerja atau partner, dan juga mencerminkan visi baru Pyridam Farma untuk menjadi perusahaan yang lebih modern, selalu berinovatif, terus maju berkembang, dan juga terdepan dalam penyedia solusi kesehatan kepada masyarakat," tambah Yen Gunadi.

Sementara itu, dari sisi perkembangan bisnis, perseroan terus mengalami peningkatan yang signifikan dan berharap akan terus meningkat ke depannya dengan terus mengikuti perkembangan sektor kesehatan, khususnya berhubungan dengan Covid-19 saat ini.

Salah satu yang telah dilakukan adalah menyediakan Mobile PCR Lab dan juga terus mengembangkan produk seperti suplemen dan vitamin penambah imunitas tubuh, seperti Vitamin Damuvit C 1000 dan Vitamin D3-1000 dan juga produk-produk yang berhubungan dengan pencegahan serta penanganan Covid-19.

"Konsumen pun kini bisa mendapatkan produk-produk PYFA secara mudah melalui website penjualan resmi www.pyfahealth.com atau di berbagai market place ternama Tanah Air," ujarnya.

Untuk ke depannya, perseroan mempunyai rencana strategis untuk terus meningkatkan laju perusahaan, di antaranya, adalah dengan terus mengembangkan produk-produk obat yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan juga produk-produk obat tergolong inovatif dan bersifat pioneer dengan cara produksi sendiri ataupun bermitra dengan perusahaan farmasi berskala internasional.

Salah satu produk inovator yang sudah dipasarkan mulai dari kuartal ketiga kemarin ini, misalkan Syalox 300 P, produk innovator Hyaluronic Acid oral pertama di Indonesia yang dibuat dalam bentuk triple layer tablet dengan teknologinya yang sudah dipatenkan dari Italia, untuk solusi meredakan nyeri ataupun bengkak sendi, pengganti injeksi/terapi suntikan.

Seperti diberitakan sebelumnya, perseroan telah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding dengan perusahaan farmasi asal Australia, Vaxine Pty Ltd, terkait komersialisasi kandidat vaksin Covid-19.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani pada 12 Oktober 2020. Adapun kandidat vaksin yang sedangkan dikembangkan oleh Vaxine adalah Covax-19. Saat ini, Covax-19 sedang menjalani uji coba fase pertama di Australia.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini