Kredivo Dorong Pengusaha Muda Pontianak Melek Keuangan Digital

Kredivo Dorong Pengusaha Muda Pontianak Melek Keuangan Digital Kredit Foto: Fajar Sulaiman

Sukses meluncurkan Generasi Djempolan sebagai gerakan milenial melek keuangan digital pada awal November 2020, PT Finaccel Finance Indonesia (Kredivo) terus mengajak milenial di berbagai daerah untuk memanfaatkan teknologi keuangan (fintech) secara bijak dengan tiga kriteria Generasi Djempolan.

Sambangi daerah khatulistiwa secara virtual, kali ini Generasi Djempolan Seri 2 dengan tema “Peran Fintech Dorong Tumbuhnya Milenial Produktif dan Pengusaha Pemula” mengajak ratusan mahasiswa, masyarakat serta media di Kota Pontianak, Kalimantan Barat untuk jadi generasi melek keuangan digital, sesuai potensi daerah.

Adanya sinyal positif pertumbuhan pengusaha muda pemula di Kota Pontianak dengan dukungan ekosistem kota kondusif, membuat pentingnya milenial produktif di Pontianak untuk melek keuangan, dengan tiga kriteria utama Generasi Djempolan dari Kredivo, yakni (1) Set priority: yang dapat menentukan prioritas dan batasan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Kemudian (2) Value over price: memahami nilai dari pengeluaran dan pemanfaatan keuangan, bukan hanya karena murah namun juga memiliki nilai, dan (3) Best of both worlds: tech-savvy sekaligus memiliki kemampuan dalam mengatur keuangan (financial savvy).

Baca Juga: Kantongi Pendanaan Rp1,4 Triliun, Ini Strategi Kredivo

Head of Business Development PT Finaccel Finance Indonesia (Kredivo) Lily Suriani dalam webinar tersebut menjelaskan penerapan prinsip responsible lending yang dilakukan Kredivo untuk tingkatkan kehati-hatian dalam memberikan pinjaman, serta mengajak para pengguna untuk menerapkan smart spending dalam berbelanja.

“Kami hadir di Kota Pontianak karena melihat kondusifitas ekosistemnya dalam mendukung pertumbuhan pengusaha pemula dari kalangan milenial. Data internal Kredivo pun menunjukkan penggunaan produk Kredivo di daerah Kalimantan Barat di tahun 2020 ini meningkat 30% dibanding tahun 2019 lalu, saat ini 42,2% pengguna melakukan transaksi e-commerce dan 19,4% untuk personal loan dimana mayoritas dana digunakan untuk modal usaha," ujarnya.

Melalui Generasi Djempolan ini, dia berharap anak muda dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan, menjadi lebih produktif dan berani melangkah untuk membuka usaha.

"Perekonomian yang tumbuh di Kota Kalimantan membuat dukungan pembiayaan bagi para pengusaha pemula ini semakin penting," tukasnya.

Data perbankan dari Bank Indonesia menunjukkan kredit produktif mendominasi dari sisi jenis penggunaan kredit di Kalimantan Barat, dengan total sebesar Rp 55,89 triliun (68,98%) merupakan kredit produktif yang terdiri dari kredit investasi dan kredit modal kerja.

Selain itu, lebih dari seperempat (25,25%) penyaluran kredit di 14 kota/kabupaten yang ada di Kalimantan Barat disalurkan ke Kota Pontianak yakni sebesar Rp20,46 triliun.

Berbagai indikator perekonomian ini menunjukkan kaum milenial produktif punya potensi untuk naik kelas dengan hadirnya teknologi keuangan.

"Melalui inisiasi Generasi Djempolan ini, diharapkan dapat membuat lebih banyak milenial dan UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi keuangan guna memaksimalkan produktivitasnya, sehingga turut menggerakkan perekonomian daerah ini," tutupnya.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini