Pengamat: Nasabah Jiwasraya Lebih Beruntung, Ketimbang...

Pengamat: Nasabah Jiwasraya Lebih Beruntung, Ketimbang... Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto menilai, pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) lebih beruntung dibandingkan dengan nasabah asuransi lainnya yang juga mengalami gagal bayar. 

Hal demikian tidak terlepas dari komitmen pemerintah untuk menyelamatkan polis nasabah dan menjaga reputasi BUMN, hingga akhirnya pemerintah bersama DPR menghasilkan sekema restrukturisasi. Sementara beberapa perusahaan asuransi lainnya yang juga mengalami gagal bayar, belum menemukan solusi apapun sebagaimana yang telah dicapai oleh Jiwasraya.  Baca Juga: Bui Seumur Hidup Terdakwa Jiwasraya Tak Ada Apa-apanya, PDIP Teriak: Kejar Aset-asetnya!

"Saya kira opsi restrukturisasi menjadi pilihan terbaik. Win-win solution. Nasabah akan mendapatkan kepastian waktu pembayaran," kata dia secara tertulis, Kamis (10/12/2020). 

Dia mengakui bahwa memang, defisit ekuitas Jiwasraya terlalu besar yakni sudah di angka Rp38 triliun. Dimana bantuan dana dari pemerintah sejumlah Rp22 triliun tentu tidak mampu untuk menutupi seluruh nilai defisit tersebut.  Baca Juga: Mengintip Harta Kekayaan Mantan Dirut Jiwasraya yang Capai Rp17 M

Karenanya lanjut Toto, nasabah Jiwasraya perlu memahami bahwa harus ada skema pembayaran yakni dengan restrukturisasi yang menyesuaikan nilai manfaat polis dengan durasi waktu tertentu. 

Dia menambahkan, skema restrukturisasi dengan penyesuaian manfaat dalam durasi tertentu ini diperlukan demi ketercukupan dana yang mencakup pembayaran seluruh nasabah. 

"PMN Rp22 triliun memang tidak akan cukup kalu harus cover seluruh hutang polis Jiwasraya, karenanya dibutuhkan skema. Tapi itikad pemerintah dan DPR dengan dorongan dana sebesar itu, terbilang sudah luarbiasa, mengingat pemerintah juga sedang kesulitan anggaran mengahadapi situasi pandemik," kata dia. 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini