3M Tetap Harus Disiplin, Ini 5 Strategi Siapkan Liburan di Tengah Pandemi

3M Tetap Harus Disiplin, Ini 5 Strategi Siapkan Liburan di Tengah Pandemi Kredit Foto: Antara/REUTERS/Issei Kato

Terutama saat berlibur bersama teman, tentunya itinerary perlu dimusyawarahkan seadil-adilnya. Jangan sampai pas sudah sampai, pada bingung enggak tahu mau ke mana. 

Tapi, jangan kaku-kaku banget. Karena saat travelling bukan tidak mungkin kamu dihadapkan dengan situasi di luar perencanaan, saat itulah spontanitas diperlukan. Jangan lupa, memilih destinasi outdoor jauh lebih disarankan di masa pandemi. 

3. Buat rekening khusus

Yang namanya dana kebutuhan pokok dan senang-senang memang sebaiknya dipisah. Hal ini supaya memudahkan kamu mengatur keuangan dan tidak mengganggu cash flow. Supaya enggak campur budget sana-sini, sebaiknya kamu membuat lebih dari satu rekening. 

Jadi, ada rekening untuk kebutuhan, ada juga rekening untuk budget senang-senang. Mau itu belanja, kulineran, atau liburan. Coba deh, pemisahan rekening akan membuat budget liburan dan pengeluaran rutin jadi lebih rapi dan terkalkulasi dengan baik. 

4. Jangan terpaku dengan oleh-oleh

Umumnya, perempuan lebih sering direpotkan dengan oleh-oleh ketimbang laki-laki. Sah-sah saja tentunya meluangkan waktu dengan membeli oleh-oleh untuk saudara dan kerabat dekat. Tapi jangan terlalu memaksakan juga.

Belilah oleh-oleh semampu dan secukupnya. Kamu bisa mengakalinya dengan membeli sesuatu secara grosir lebih murah atau barang-barang yang dapat dinikmati secara bersama-sama.

5. Jelajahi destinasi lokal

Melihat situasi yang ada dan mempermudah persiapan liburan sebaiknya kamu memilih destinasi lokal untuk menghabiskan libur akhir tahun. Destinasi wisata seperti Yogyakarta, Bali, atau kota lainnya, bisa jadi pilihan menarik. 

Nah, jika kamu enggak mau pesan tiket pesawat dan hotel sendiri-sendiri, AirAsia sedang mengadakan RABU SNAP it di airasia.com! Ada paket kombo penerbangan PP + Hotel 3H2M di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center dan HARRIS Hotel Tuban di Bali.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini